Bearing Suzuki Swift Bermasalah?

Berita tentang umur bearing Suzuki Swift yang cepat rusak sudah sedari pertengahan tahun 2007 telah gue dengar. Entah kenapa yang paling sering dikeluhkan oleh member SCI melalui milis adalah bearing roda kiri belakang. Tidak ingin mengalami nasib yang sama maka semenjak mobil baru datang manakala melewati polisi tidur, jalan yang berlubang ataupun genangan air yang cukup dalam, gue berusaha keras untuk menjalankan mobil ‘secara halus’.

Seiring waktu dihampir tahun keempat pemakaian ahirnya Swift milik guepun mengalami nasib yang sama. Berawal dari suara bising yang masuk sampai kabin. Seolah ada suara mendengung yang berasal dari ruang mesin yang menerobos masuk. Tebakan gue saat itu adalah either putaran fan-belt atau suara roda. Tebakan kedua rasanya dapat diabaikan, karena terahir kali gue mengganti seluruh ban merek Yokohama seri C-Drive adalah sekitar dibulan Maret 2010 sedangkan suara mendengung baru terdengar mulai sekitar awal bulan April 2011. Maka segera gue menyiapkan waktu untuk segera membawa ke Beres Suzuki. Kebetulan Beres pertama yang gue kunjungi adalah Beres Bungur. kala itu gue sampaikan keluhan mengenai suara mendengung ini. Setelah diperiksa dengan seksama dan tes jalan diagnosa yang diberikan oleh tehnisi adalah bearing roda sudah ‘oblak’. Estimasi biaya sparepart dan biaya pemasangan keempat bearing roda adalah sekitar 2.3 juta. Namun sparepart bearing harus dipesan terlebih dahulu. Saat itu gue memutuskan untuk coba cari second opinion ke Beres lain terlebih dahulu.

Dari berita yang gue baca di milis untuk Swift GL CBU Jepang salah satu penyebab sering rusaknya bearing roda belakang adalah karena bearing tersebut hanya tertutup satu sisi sehingga sisi yang terbuka dapat sebagai pintu masuk bagi air dan kotoran yang pada ahirnya dapat cepat membuat rusak bearing.  Tapi kasus di Swift gue agak berbeda dimana suara mendengung sangat jelas terdengar dari arah depan.

Beberapa hari kemudian gue melakukan reservasi untuk pengecekan hal yang sama di Beres Tendean. Di Beres ini diagnosa yang disampaikan hampir sama dengan Beres Bungur. Tambahan informasi yang gue dapat adalah suara dengung positif berasal dari bearing roda depan yang sudah masuk taraf ‘oblak’. Sedangkan bearing belakang masih aman. Walapun masih aman untuk dikendarai akan tetapi gue gak mau ambil resiko, Toh gue pikir pada ahirnya bearing memang anyway harus diganti. Maka segera gue tandatangani SPK untuk mengganti keempat bearing.

Saat diperlihatkan bearing roda depan yang lama memang sangat jelas terlihat bahwa bola-bola besi pada bearing sudah mulai dapat bergerak diantara pelumas yang mengelilinginya. Kemungkinan besar inilah sumber bunyi mendengung yang terdengar sampai dikabin.

Harga bearing roda depan lebih mahal dua kali lipat lebih dari bearing roda belakang. kalau harga bearing roda belakang hanya 150 ribu perbuah maka harga bearing roda depan adalah 437 ribu perbuah. Perbedaan harga yang mencolok ini bisa jadi karena bearing roda depan dengan part number 43440-54G02-000 masih diimport dari Jepang seperti yang tertulis pada kardus pembungkusnya.

Ada hal yang menarik tentang part bearing roda belakang. Saat gue cek di website sparepart online Suzuki disitu tertulis harganya adalah Rp. 300.400 perbuah dengan part number 46860-63J00-000 sedangkan yang dipasangkan di Swift gue adalah dengan part number 46860B63J00N000. Tebakan gue sih mungkin karena bearing roda belakang sudah dibuat di Indonesia sehingga harganya lebih murah. Informasi tambahan yang gue terima dari tehnisi disana bahwa untuk bearing roda belakang keluaran terbaru kedua sisi sudah tertutup. Hmm baguslah kalau begitu.

Biaya tenaga kerja untuk pemasangan keempat bearing roda memang tergolong mahal. Bahkan untuk bearing belakang seharga sama dengan part-nya. Detailnya adalah pemasangan bearing roda depan sebesar 312 ribu dan untuk belakang sebesar 300 rb hehehehehe. Yaaaa dari pada bagian yang vital ini diobrak-abrik oleh tehnisi non Beres yang gak berpengalaman ya lebih baik keluar uang lebih mahallah.

Seperti yang sudah gue tulis diatas bahwa sebenarnya bearing roda belakang gue masih bagus. Hal ini memang bisa terlihat secara jelas bahwa pelumas masih melekat mengelilingi tempatnya. Namun ada petunjuk bahwa pelumas pada bearing sisi kiri sudah sangat kotor mungkin akibat pernah melewati genangan air.

Kesimpulan

Berdasarkan pengalaman gue diatas maka menurut gue bearing roda saat ini memang sudah masuk bukan lagi kategori non-fast-moving part. Namun dengan cara membawa mobil lebih hati-hati manakala melewati genangan air, polisi tidur dan jalan berlubang maka akan sedikit memperpanjang usia pemakaian. Setelah mengganti keempat bearing roda maka Swift gue kembali seperti mobil baru *halaaaah*, tanpa gangguan suara dari luar. Hal ini secara tidak langsung juga menjawab pertanyaan apakah ban Yokohama termasuk ban yang berisik atau tidak.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s