Tertarik Harga Diskon
Menjelang natal tahun 2010 saat iseng browsing ke situs chainreactioncycles.com (CRC) hati kecil gue tertarik dengan harga sebuah gloves MTB merek Royal seri Pro dibandrol cuma seharga USD 15.70 dan sebuah pant dengan merek yang sama seri Attire race dengan harga sesudah diskon USD 47.15. Biaya pengiriman dengan menggunakan jasa Royal Mail (sejenis kantor pos di Inggris) jenis yang paling murah seharga USD 15.4. Jadi total yang harus gue bayar adalah USD 78.25. Setelah mencoba mengkonversi ke dalam rupiah dan hitung punya hitung maka gue memutuskan untuk memesan barang tersebut.
Ini adalah pengalaman pertama gue memberanikan diri membeli barang melalui online store. Sebelumnya gue hanya pernah nitip teman yang kebetulan juga sedang memesan barang. Ketika barang sampai maka gue langsung bayar cash ke teman gue tadi seharga barang yang gue pesan ditambah setengah dari ongkos kirim.
Konfirmasi melalui email dari CRC gue terima tanggal 28 Desember yang memberitahukan bahwa status barang gue sudah dispatch dan menurut pengalaman pesan barang dari toko yang sama melalui teman gue tadi maka gue perkirakan barang akan sampai di Jakarta sekitar minggu ke-3 bulan Januari 2011.
Masa Penantian
Bulan Januari 2011 sudah hampir habis namun pesanan gue belum juga kunjung tiba. Tagihan di kartu kredit juga atas pesanan barang gue sebesar hampir 725 ribu pun sudah nongol dan lunas gue bayar. Bulan demi bulan telah berganti, Februari, Maret, April namun barang tidak juga datang. Di bulan Maret gue coba cek ulang data alamat pengiriman dan nomer telepon kantor pada pada halaman user profile CRC. Semuanya sudah benar kok. Dalam hati gue yakin barang pesanan gue sudah tiba di Indonesia dan gue menduga bahwa ada yang tidak beres dalam proses pengiriman ke alamat kantor.
Di bulan yang sama gue juga pernah mengirimkan email ke customer servicenya CRC dan saat itu mereka bersedia mengirimkan barang yang sama sebagai pengganti. Lumayan senang juga gue atas pelayanan toko online ini namun dalam hati gak terlalu berharap banyak mengingat pokok permasalahan terletak pada masalah pendistribusian di Jakarta.
Kalau mengacu pada pengalaman teman saat memesan barang di CRC, waktu itu barang yang kita pesan langsung dikirim oleh pak pos ke alamat rumah. Sama sekali tidak ada menerima telepon dari kantor pos untuk membayar pajak impor. OK lah misalnya barang yang gue pesan harus ada pajak yang harus gue bayar tapi tidak ada yang pernah menelepon gue memberitahukan nilai pajaknya ataupun dimana harus gue bayar pajak tersebut. Atau mungkin bisa juga mereka sudah pernah telepon namun saat itu gue sedang tidak ada di meja kantor. Yaaa sudah laaah …. gue udah rela kok uang 725 rb melayang dengan percuma. Lagian juga gak baik berpersangka buruk.
Titik Cerah
Berawal saat gue sedang menunggu mobil yang sedang di service di awal bulan Mei 2011, iseng-iseng gue mampir ke Customer Service kantor pos Tendean. Awalnya sekedar ingin tahu work-flow dari sebuah barang yang datang sampai dengan tiba di alamat pengiriman. Ahirnya gue cerita tentang pengalaman pemesanan gue tadi. Petugas Customer Service menyarankan gue untuk melacaknya mulai dari Kantor Pos Besar Jakarta Selatan di Jl. Fatmawati.
Setelah sedikit mengerti work-flownya, gue lebih suka untuk mulai pelacakan dari kantor Pos Besar Pasar Baru ketimbang Fatmawati mengingat semua barang yang tiba pasti akan diperiksa oleh petugas bea cukai di kantor Pasar Baru. Melalui petugas Customer Service yang ramah gue mendapatkan sebuah nama yang sangat mungkin bisa membantu gue mencari barang pesanan yang sudah 5 bulan tidak kunjung tiba
Nama petugas tadi (sebut saja pak X) bertugas pada bagian pencatatan semua barang-barang kiriman dari luar negeri yang masuk. Proses pencarian makin memberikan harapan karena pak X berkomitmen untuk membantu dengan memberikan gue setumpuk buka besar catatan semua barang yang masuk. Untuk memperkecil ruang pencarian gue hanya meminjam buku yang mencatat barang yang tiba sekitar tanggal 25 Januari 2011 s/d yang terahir. Lucu juga sih, pencarian ini benar-benar manual dimana gue harus membolak balik halaman demi halaman mencari nama dan barang yang gue pesan. Melalui buku ini pula gue menemukan beberapa nama artis top Indonesia yang hobby pesan-pesan pakaian dari luar negeri kekekekekekeke.
Sesudah menamatkan 3 buah buku besar nama yang gue cari tidak juga ditemukan. Dari penjelasan seorang petugas lain ahirnya gue mengetahui ada 2 jenis tipe pengiriman barang dari luar negeri, yang pertama yang berupa bungkusan individu dan yang kedua berupa barang bungkusan rombongan. Mungkin ini tergatung dari tipe dan harga biaya pengiriman yang digunakan oleh si pemesan barang. Nah ahirnya gue dipinjami 2 buah buku besar lain karena menurut petugas tadi barang yang dikirim melalui Royal Mail masuk kategori barang bungkusan yang rombongan tadi. Capeeeee Deeeeee.
Sebetulnya proses di kantor pos ini bukannya 100% manual. Objektif dari proses pencarian yang gue lakukan tadi adalah jika sudah menemukan nama gue maka gue harus mencatat semacam nomer registrasi yang tertera atas barang pesanan gue tadi. Kemudian dengan nomer tersebut akan dicari melalui komputer posisi terahir dari barang gue tadi. Alhamdulillah barang yang gue cari memang benar sudah datang di Jakarta bahkan sudah sedari 3 bulan yang lalu hueheheheehe. Menurut data dikomputer barang tersebut sekarang berada di kantor pos Fatmawati. Gue kemudian diberi secarcik keras bertuliskan kode lain yang bisa gue bawa kesana untuk memudahkan proses pencarian disana.
Titik Cerah Kembali Buram
Dari Pasar Baru gue langsung menuju kantor pos Fatmawati, namun gue gak berhasil menemui petugas yang menangani kiriman bungkusan karena yang bersangkutan sudah pulang. Doooooh sia-sia dech, mana sepanjang jalan menuju Fatmawati macet. Hari berikutnya saat jam makan siang gue bela-belain pergi ke Fatmawati lagi dan ahirnya gue berhasil menemui petugas yang dimaksud. Setelah memberikan kode yang gue dapat dari kantor pos Pasar baru, disini kembali gue harus membuka-buka beberapa buku untuk mencari keberadaan barang gue.
Gue ingat benar saat SD di majalah Bobo ada cerita bergambar berjudul Deni Manusia Ikan dmana diceritakan proses yang panjang pencarian orang tuanya yang terpisah saat Deni masih bayi. Setiap nyaris bertemu selalu saja ada halangan. Kurang lebih seperti inilah proses pencarian barang pesanan gue ini. Hasil pencarian gue di Fatmawati hanya memberikan informasi bahwa barang gue ternyata sudah dikirim balik ke kantor pos Pasar Baru karena sudah melebihi masa tenggang selama 3 bulan di kantor pos Fatmawati. Petugas di Fatmawati tadi berjanji akan membantu meminta kembali barang tersebut ke Fatmawati dan berjanji pula akan menelepon gue jika barang benar-benar sudah tiba.
Ahir Perjuangan
Setelah hampir seminggu menunggu, ahirnya telepon dari petugas kantor pos Fatmawati datang juga memberitahukan bahwa barang sudah bisa diambil disana. Segera gue menyempatkan diri untuk pergi Fatmawati. Sesampai disana diberitahukan bahwa ada pajak import barang sebesar 101 rb-an yang harus gue bayar. Perincian biaya tersebut adalah sebagai berikut;
Toyal biaya termasuk asuransi dan pengiriman (CIF) = GBP 50.82 (nilai asli dari CRC yang equivalen dgn USD 78.25)
C = Cost (harga barang); I = Insurance dan F = Freight (ongkos kirim)
Exchange rate untuk menghitung pajak adalah 1 USD = Rp. 9060, Sehingga nilai CIF barang gue menjadi USD 79.93 (muter-muter kan???)
Nah Bea Masuk rumusnya itu adalah (CIF – USD 50) x tarif beas masuk (utk bahan garmen katanya sih 15%) = (USD 79.93 – USD 50) x 15% = USD 4.48 = Rp. 40,675
Nah kemudian harus bayar PPN yang rumusnya [(CIF - USD 50) + Bea Masuk] x 10% = (USD 29.93 + USD 4.48) x 10% = USD 3.44 = Rp. 31,184
Nah kemudian harus bayar juga PPh yang rumusnya [(CIF - USD 50) + Bea Masuk] x 7.5% = Rp. 23,388.
Jadi total bea masuk dan pajak-pajakan = 40,675 + 31,184 + 23,388 = Rp. 95,247
Tapi kalau ahirnya yang harus dibayar 101 ribuan gue gak begitu ingat uang apalagi yang gue bayarkan huehehehehehe.
Kapok
Menilik total uang yang harus gue keluarkan (termasuk didalamnya uang taksi bolak-balik ke kantor pos) hampir lebih dari 900 rb-an (belum termasuk waktu yang dihabiskan untuk mengurusi ini semua) kok malah lebih mahal ya ketimbang jika membeli barang yang sama di forum sepeda di Indonesia huehehehehehe.
Yang membuat jadi terkesan mahal karena bea masuk dan pajak-pajak tadi. Kasus teman gue dimana dia sama sekali tidak ditagih membuat gue berkesimpulan bahwa *mungkin* kena atau tidak pajak sangat bergantung dari proses scanning yang dilakukan petugas Bea Cukai di kantor pos Pasar Baru. Mungkin untuk kasus teman gue tadi petugasnya lagi ngantuk