Got Multiple ‘Orgasms’ at Baturaden Trails

Prolog : Shhhhhh please jangan berfikiran porno dulu dech, Cebergam (cerita bergambar) di bawah masih akan tetap berhubungan dengan hobby MTB gue ­čÖé ­čÖé . ┬áSelama dua tahun berturut-turut yakni pada bulan Agustus 2014 dan Januari 2015 gue selalu menyempatkan diri untuk datang dan gowes di beberapa trek di sekitar Baturaden. Ada sesuatu yang spesial di sana. Andai tahun 2016 lalu gue gak berhenti sementara main sepeda niscaya saat itu gue juga pasti kembali mengunjungi trek MTB di sekitar Baturaden Purwokerto.

Karakter pada etape kedua, terhitung mulai dari bagian tengah hingga ahir trek Susu dimana banyak (bahkan bisa dibilang sangat banyak) menyajikan drop alami ukuran kecil manja hingga drop ukuran sedang menggemaskan yang dikombinasikan dengan banyaknya area berbatu akan sangat pas untuk mengetes kembali system suspensi yang ada pada Banshee Rune v2. So here I go again, pertengahan Mei tahun 2017 gue memutuskan untuk kembali ke Baturaden dan kali ini akan mencoba lebih mengefisienkan waktu dengan akan mencoba sekaligus 3 trek yang lokasinya semua berada di kawasan Baturaden.

Untuk mengantisipasi repeated hits yang akan banyak tersaji sepanjang trek maka untuk trip kali ini gue melakukan sedikit perubahan yakni pada settingan fork XFusion Sweep dengan merubah rebound dari 6 click (dari sisi paling cepat) menjadi 5 click.  Settingan pada rearshock CCDB Air CS gue biarkan apa adanya. So hopefully Rune akan bisa lebih stabil dan at the end gue akan tersenyum bahagia menikmati trek ini.

Stage 1, Ngesot Trail

Area hutan lindung di Baturaden tempat titik start trek Ngesot bukanlah area hutan terteduh yang pernah gue cicipi saat menekuni hobby MTB namun sudah lumayan cukup membuat mood gue meningkat untuk gowes di pagi hari tanggal 12 Mei 2017 lalu. Rombongan gowes gue kali ini adalah 5 rekan goweser ‘Degiels’ Jakarta plus 1 goweser ‘Degiels’ chapter Brebes. Mereka semua pada hari sebelumnya sudah menyelesaikan trek Kaligua Bumiayu. Kebetulan karena urusan keluarga gue memang baru bisa bergabung dengan mereka di hari kedua ini.

Salah satu nilai lebih dari trek di Baturaden menurut gue adalah kita bisa langsung mulai menikmati jalur yang menantang saat sepeda telah selesai diturunkan dari Pickup tanpa perlu 1 meterpun mendorong-dorong sepeda di tanjakan !!!!! Karena memang lokasi titik start benar-benar berada di samping jalan raya.

IMG_20170512_095053r

Jika boleh dianalogikan mungkin sebuah trek MTB mirip dengan makanan dimana keduanya berhubungan erat dengan selera orang yang hendak menyantapnya. Si A bisa mengatakan bahwa bakso yang dijual oleh bang X adalah yang paling enak. Namun si B bisa juga mengklaim bahwa justru bakso yang dijual oleh bang Y adalah yang paling enak.

Seperti yang pernah gue tulis sebelumnya saat membahas trek Susu (trip report trek Susu dapat dibaca disini) bahwa Singletrack terutama pada bagian awal di area hutan Baturaden dan pada bagian yang melintasi perkebunan milik penduduk, –termasuk juga bagian awal dari trek Ngesot ini– telah nyaris, hampir, close to, almost memenuhi semua kriteria yang secara pribadi telah gue tetapkan untuk menilai asik tidaknya sebuah jalur MTB. Dan┬áin my humble opinion singletrack disana adalah salah satu yang terbaik di negeri ini. At least itulah yang dirasakan oleh seorang newbie,┬áaverage Joe┬ápecinta singletrack seperti gue ini ­čÖé

Baturaden 1r

Mission accomplished, ┬ágot my first ‘orgasm’ hihihihihi dan gue perhatikan seluruh peserta juga terlihat happy to the max manakala┬ásaling menceritakan pengalaman masing-masing┬ásaat di trek tadi. Sebuah kenikmatan yang seolah sebagai balasan yang setimpal atas jerih payah berkendara lebih dari 9 jam dari Cikarang menuju Purwokerto dengan melalui 3 titik kemacetan panjang akibat pembangunan proyek flyover mulai dari Ketanggungan hingga Bumiayu.

Sambil menunggu waktu untuk melaksanakan kewajiban shalat Jumat kami beristirahat sambil menikmati semangkuk soto ayam plus mendoan di sebuah warung, sungguh semakin menambah kenikmatan yang kami rasakan di pagi itu.

Stage 2, Untitle Trail

Dalam perjalanan ke titik start stage 2, Om Marshal sempat beberapa kali meminta sopir Pickup berhenti lalu beliau berjalan ke arah hutan memeriksa apakah ada jalur yang dapat dilalui oleh sepeda. Personally gue gak terlalu peduli jalur mana yang akan dipilihkan oleh om marshal sebagai stage 2 karena gue sangat yakin dengan kualitas semua trek MTB di hutan Baturaden sini.

IMG_20170512_133121r

Untuk sekedar memudahkan penulisan cebergam ini gue akan menggunakan nama ‘untitle’ sebagai sebutan untuk trek ini. Karakter pada bagian awal trek untitle ini sangat mirip dengan trek Ngesot, full singletrack, high quality singletrack. Di hampir separuh perjalanan kami melewati jalur tanah tanpa tumbuhan diatasnya tanda bahwa jalur tersebut memang pernah dilalui sebelumnya oleh orang ataupun sepeda.

023r

Ada semacam aturan tidak tertulis diantara penikmat singletrack pada khususnya dan dunia MTB pada umumnya bahwa jika sudah ada jalur yang telah dibuat maka jika tidak terpaksa lebih baik kita tetap bersepeda melalui jalur tersebut tanpa membuat jalur lain walaupun semak belukar pakis hutan disisi kiri dan kanan jalur cukup aman untuk dilewati.

Semenjak titik start om Adji seperti tidak mau melepaskan posisinya di belakang marshal. Sementara itu gue lebih memilih posisi di tengah dan terkadang menjadi paling belakang saat semua peserta melewati gue yang sedang berhenti untuk mengambil foto. Gue memang lebih suka bersepedah dengan group kecil berjumlah 5-7 rider sehingga ritme gowes dapat gue atur sesuka hati tanpa harus khawatir mengganggu goweser lain.

Baturaden 4r

Alhamdulillah ‘untitle’ trail sepanjang 4.01 km berhasil kami selesaikan dalam waktu 37 menit 18 detik. Data statistik lain dari trip kami di trek ini adalah rata-rata kecepatan 6.5 km/jam, posisi ketinggian pada titik start pada 960 mdpl dan titik finish pada 550 mdpl.

Stage 3 New Susu

Tepat setelah azan shalat Ashar selesai berkumandang kami melanjutkan trip hari ini mencoba trek New Susu. Disebut sebagai ‘New’ Susu karena memang ada beberapa bagian dari trek Susu lama yang sudah tidak digunakan. Dan kebetulan pula karena kondisi area selepas titik start trek Susu yang sudah lumayan rusak sehingga kami memulai trek New Susu dari pertengahan dekat dengan perkampungan penduduk. Jadi kami langsung dapat menikmati trek panjang dengan banyak drop dan rock garden melintasi perkebunan penduduk yang terkadang hanya memberi ruang pas untuk handlebar seukuran 750mm

033r

Faktor kebugaran fisik menjadi salah satu faktor penting untuk dapat menikmati trek New Susu apalagi bila trek ini ditempatkan pada urutan ketiga trip gowes. Sangat wajar bila keenam rekan gowes gue hari ini sudah lumayan terkuras energinya karena mereka juga sudah melahap trek Kaligua pada hari sebelumnya. Kecelakaan minor saat om Adi, om Bayu, om Adji yang over the bar tidak membuat keceriaan kami di hari itu berkurang sedikitpun, in fact all of us got our third ‘orgasm’ for today hahahahahaha.

Penutup

Saat cebergam ini ditulis berarti sudah 4 trip di luar Cikarang (trip ke-4 adalah saat gue bergabung dengan RogerBagen ke New Klangon Yogya pada 20 Mei lalu) yang dilalui oleh Banshee Rune v2 ini. So far gue cukup puas dengan performa dari fork murah meriah XFusion Sweep tipe RLA ini. Membandingkan harga dan performanya bisa dibilang fork ini best value, sedangkan untuk masalah durability, time will tell.

Big thanks untuk EO Degiels yang telah mengizikan newbie ini bergabung. See you on next trip dan semoga bisa lebih lengkap.

Cheers, Mantel
Twitter : @jashujan
Email : payung[at]yahoo.com
Blog : jashujan.wordpress.com

Cikarang 25 Mei 2017
Salam T4 aka TaTuTuTa aka Tanjakan Tuntun Turunan Takut  (https://www.facebook.com/T4.aka.TaTuTuTa)