Membuat Animasi Ikon Mobil di GPS Garmin Nuvi

Salah satu alasan gue saat memilih GPS merek Garmin adanya fasilitas untuk mengganti-ganti animasi ikon mobil yang akan ditampilkan di peta. Alasan lain yang lebih utama tentunya karena telah adanya komunitas pemakai yang telah berkembang luas.

Animasi ikon mobil sebagai penunjuk arah yang akan bergerak mengikuti rute yang mobil kita sedang lalui. Kalau mobil kita berbelok, maka ikon yang ada di unit GPS juga akan ikut bergerak berbelok. Ikon kecil ini membuat layar GPS jadi lebih atraktif dan gak terlihat kaku. Bandingkan jika penunjuk arah tersebut hanya berbentuk tanda panah🙂

day_modeAmat banyak stok ikon yang telah disediakan oleh Garmin yang dapat di download secara gratis di websitenya. Selain mobil terdapat juga ikon motor, pesawat terbang, helikopter dan lain-lain. Tapi jujur ajah dari kesemuanya hanya sedikit yang sesuai dengan selera gue. Mengapa gak buat sendiri ajah dengan model mobil favorit sendiri, pikir gue dalam hati.

Sekitar ahir Oktober 2008 mulailah iseng-iseng cari bahan bacaaan di internet tentang karateristik file dengan nama ekstensi .srf  dan cara membuatnya. Proses selanjutnya adalah pemilihan jenis mobil yang akan dijadikan model. Pilihannya jatuh pada sebuah die- cast mobil Suzuki Swift Sport yang kebetulan memang sudah gue miliki.

Versi pertama dari hasil iseng-iseng ini sudah diumumkan ke publik melalui milis Garmin Indonesia, Swift Indonesia , ID-GPS dan situs  POI-Factory.com pada tanggal 11 Oktober 2008. Pada versi pertama ini masih terdapat masalah transparansi (lihat gambar di bagian bawah artikel ini)

Baru kemudian pada versi kedua yang diumumkan ke publik melalui jalur yang sama pada tanggal 14 April 2009 masalah ini diperbaiki. Semua file dapat di download secara gratis di http://sci.boedoet7.org/nuvi/  untuk sementara sedang mencari hosting untuk menyimpan file ini.

Selain die-cast tadi peralatan lain yang dibutuhkan adalah sebagai berikut;
– Kamera digital (kalau bisa sekalian dengan mini tripod-nya)
– Kertas karton yang telah dibentuk bundar dengan diameter +/- 20 cm (kalau bisa warna kartonnya jangan yang gelap)
– Double tape
– Program image editor yang support untuk layers dan transparansi, semisal photoshop

Sebelum memulai prakarya ini ada beberapa poin tentang karateristik file *.srf dan beberapa hal penting yang berhubungan dengan proses pembuatannya;
– Pada dasarnya file ini adalah hasil konversi dari file gambar dengan format PNG
– Ukuran gambar yang diperkenankan adalah 2880 X 150 pixel
– Unit GPS Garmin mempunyai fasilitas penampilan peta dalam 3D dan 2D oleh karenanya kita pun akan menyiapkan model mobil untuk kedua format tersebut
– Nah ukuran tinggi gambar pada file PNG tadi kan 150 pixel , maka kita akan gunakan 80 pixel untuk model mobil 3D dan 70 pixel untuk model 2D
– Yang membuat ikon mobil bergerak sebenarnya karena kita telah menyiapkan 36 posisi mobil. Dengan jumlah sebanyak itu kalo dibuat animasi maka seharusnya tidak akan terlihat gerakan yang patah-patah saat mobil berbelok
– Karena kita mempunyai lebar gambar 2880 pixel maka jika kita bagi dengan 36 akan ketemu 80 pixel . Ingat tadi kan kita udah punya ukuran 80 pixel untuk ukuran tinggi. Jadi luas bidang untuk setiap posisi animasi mobil adalah 80 X 80 untuk versi 3D
– Singkatnya kita mempunyai 36 bidang ukuran 80 X 80 di bagian atas dan 36 bidang ukuran 70 X 70 di bagian bawah
– Lebar 1 lingkaran penuh itukan 360 derajat, maka kalau kita bagi dengan 36 (jumlah posisi ikon mobil yang kita ingin buat) maka kita akan dapatkan 10 derajat. Maka tandailah *ujung* kertas karton berbentuk lingkaran tadi setiap 10 derajat. Nah sekarang kita sudah punya 36 tanda pada kertas karton.

Sekarang kita mulai sesi pemotretan dengan foto model sebuah die-cast untuk keperluan model ikon 3D
– Letakkan kertas karton berbentuk lingkaran tadi ke bidang yang landai.
– Beri tanda pada bidang landai tadi untuk ujung paling atas, bawah, kanan dan kiri dari kertas karton. Kita namai saja titik U (atas), D (bawah) , L (kiri) dan R (kanan). Ingat titik-titik ini kita tandainya di bidang landainya lho .. bukan di kertas karton. Jadi tepat bersentuhan dengan pinggir kertas karton ya.
– Die-cast kita letakkan tepat di tengah-tengah lingkaran karton. Posisikan die-cast tepat menghadap jam 12. Usahakan agar die-cash tidak bergeser dari posisi tersebut. Makanya kita memerlukan double tape untuk menempelkan keempat roda ke kertas karton. Usahakan ukuran double tape tidak terlalu besar.
– Pasang kamera digital ke tripod. Letakkan tripod menghadap jam 12 tidak terlalu jauh dibawah kertas karton (+/- 10 cm dari ujung paling bawah kertas karton). Jangan pernah merubah posisi tripod ini selama sesi pemotretan
– Ingat kita akan mengambil 36 gambar die-cast dengan 36 posisi, usahakan pencahayaan tidak berubah selama sesi ini
– Ke-36 posisi kita atur dengan memutar kertas karton tadi kearah jarum jam sebanyak 10 derajat untuk setap posisi. Itulah mengapa kita perlu memberi tanda pada kertas karton. 1
– Oke kita ambil gambar pertama dengan posisi die-cast menghadap jam 12 *jpreeet* (lihat gambar disamping)

– Untuk sesi kedua, kita geser sedikit kertas karton sampai tanda nomer 35 tepat sejajar dengan tanda titik U. Agar posisi kertas karton tidak berubah, pastikan pinggir kertas karton masih tepat bersinggungan dengan titik U,D, L dan R pada bidang landai. Sekarang siap ambil foto kedua *jpreeet* (<== lihat gambar kedua disamping)

– Untuk sesi ketiga, kita geser sedikit kertas karton sampai tanda nomer 34 tepat sejajar dengan tanda titik U. Silahkan ambil foto untuk posisi ini ( lihat gambar ketiga disamping ===>)2

– Ulangi langkah diatas untuk posisi-pisisi lainnya (lihat gambar keempat dibawah)

– Nah sekarang kita telah mempunyai 36 foto die-cast dengan berbagai macam posisi 3

Pengambilan foto untuk model ikon 2D dilakukan dengan cara yang sama, namun kita harus menggeser terlebih dahulu posisi tripod lebih mendekat ke arah kertas karton. Idenya adalah mendapatkan gambar die-cast yang seolah-olah terlihat bagian atasnya saja.

Langkah selanjutnya adalah langkah yang akan cukup menghabiskan waktu, yakni bermain-main dengan hasil jepretan tadi dengan software editor gambar. 9
– Intinya adalah kita harus meng-crop ke-36 foto tadi dengan ukuran yang sama dengan mengusahakan gambar die-cast tepat berada di tengah hasil cropping. Hasil cropping akan kita resize menjadi seukuran 80 X 80 pixel untuk model ikon 3D dan 70 X 70 untuk model ikon 2D. Lebih disarankan masing-masing gambar yang telah di resize di simpan dengan nama lain.
– Dan sekarang masuk ke bagian yang paling gue benci yakni menghilangkan semua background. Idenya adalah kita menginginkan gambar gambar mobil kita itu transparan. Cara bodoh-bodohan yang gue gunakan adalah dengan menggunakan fasilitas ‘Eraser Tool’ yang ada pada program photoshop.
– Nah sekarang kita coba import file-file tadi menjadi 1 image. Cara bodoh-bodohan yang gue gunakan : menggunakan program Adobe Imageready.  Semua file hasil cropping tadi diletakkan pada 1 folder lalu pilih menu > import > folder as frame. Setelah di import jangan lupa pilih file menu > edit in Photoshop contoh_array

– Langkah selanjutnya adalah merangkai image-image yang sudah cantik nan bersih tadi ke sebuah file PNG baru yang berukuran 2880 X 150 pixel. Cara bodoh-bodohan : Setiap gambar kita drag ajah ke bidang tengah (file yg baru di buat) Tapi ingat 1 gambar hanya punya ‘jatah’ bidang kosong yang berukuran 80 x 80 pixel untuk gambar 3D dan 70 x 70 pixel untuk gambar 2D
– Kalau rangkaian gambar tadi sudah dirasakan rapih seakrang tinggal kita merge menjadi single layer dan di save jadi file PNG dech

Sudah hampir jadi … Tapi masih ada 1 masalah nich. File PNG hasil buatan Photoshop mempunyai masalah dalam hal transparansi. Jadi gini, kan file PNG tadi untuk dapat dibaca oleh unit GPS Garmin harus di konversi dulu menjadi file SRF (melalui situs http://www.techmods.net/nuvi) , nah ternyata hasilnya agak aneh (terutama kalau nanti unit GPS kita dinyalakan pada Night Mode). Hal ini menandakan ada masalah pada program Photoshop saat membuat file PNG. Perhatikan bidang kotak berwarna kuning old_version_night_mode

Kita harus ‘membetulkan’ file PNG buatan photoshop tadi dengan program image editor lain, yakni paint.net baru dech kemudian di konversi ulang ke SRF. Silahkan lihat perbandingan hasilnya night_mode

File SRF sekarang tinggal kita copy ke unit GPS Garmin.
• Sambung unit GPS dengan kabel usb ke computer
• Cari pada drive dimana unit GPS didikenali oleh computer, misalnya drive E. lalu cari folder bernama garmin/vehicle lalu copy file SRF tadi kesini
• Lepas unit GPS dari computer, nyalakan GPS lalu pilih Settings > Map > Vehicle Change maka icon vehicle yang baru Insya Allah sudah bisa dipilih hehehehehe

Credit goes to : ‘aarrgghh’ yang setahu gue adalah orang pertama yang membuat vehicle icon utk unit GPS Garmin seri Nuvi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s