Perang Terhadap Spam SMS dan Telepon

Prolog

Pernahkah anda dikala sedang sibuk bekerja menerima sebuah panggilan masuk pada handphone yang ternyata suara dari orang yang tidak anda kenal diujung sana hanya ingin menawarkan sebuah produk perbankan? Argggggh sungguh sangat menganggu dan membuat kesal. Belum lagi jika kita memikirkan lebih jauh tentang privasi kita yang sudah ‘diacak-acak’ (dalam hal ini nomer handphone yang kita miliki bisa dimiliki oleh penelpon tersebut), makin dibuat kesal kita olehnya.

Semua jenis penawaran apapun yang dilakukan oleh orang yang tidak kita kenal tanpa kita minta,  baik itu melalui bentuk email, sms ataupun telepon dapat dikategorikan sebagai ‘spam’ alias SAMPAH. Tulisan ini tidak hendak memadamkan asap dapur teman-teman yang bekerja sebagai karyawan telemarketing namun lebih sebagai protes keras dan usaha meminimalisasi praktek penyebaran sms dan telepon sampah.

Pelanggaran Terhadap Undang-Undang

Kita mungkin pernah memberikan data kita (termasuk nomer handphone) sebagai suatu persyaratan saat kita hendak mengurus sesuatu. Namun pada prakteknya data kita tadi telah disalahgunakan tanpa seizin kita.  Praktek penyebaran nomer handphone yang kemudian diikuti oleh praktek penyebaran  sms dan telepon sampah tadi jelas-jelas tidak bisa dibenarkan. Paling tidak inilah Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah yang telah dilanggar :

  • UU No. 8/1999 Tentang perlindungan Konsumen
  • UU No. 36/1999 Tentang Telekomunikasi
  • Peraturan Menkominfo No.1/2009

Karena tulisan ini tidak hendak membahas masalah hukum dan peraturan maka bagi yang penasaran silahkan googling dengan keyword seperti diatas.

Perlawanan Dari Konsumen

Rasa kesal yang sudah sedemikian besar bisa saja membuat konsumen memilih jalur hukum untuk memerangi praktek sms dan telepon sampah ini. Menurut kabar Pemerintah dan operator juga tidak tinggal diam dengan akan memasang firewall. Sebagai konsumen tidak ada salahnya jika kita juga ikut secara aktif maupun pasif (walaupun tidak 100% pasif sih) dengan melakukan beberapa hal;

  • Bagi pemilik smart-phone dapat menginstall program yang berfungsi sebagai filter terhadap sms dan telepon yang masuk. Misalnya bagi pemakai HP dengan operating system Android dapat mencari di ‘Market’ dengan keyword ‘sms filter’. Salah satu yang dapat dicoba adalah Anti SMS Spam. Namun demikian menurut pengalaman pribadi dari semua program yang ada dan pernah dicoba sepertinya kesemuanya masih dirasakan kurang sreg.
  • Lalu bagaimana jika handphone kita gak termasuk kategori  ‘smart’? Inilah yang akan kita bahas lebih lanjut

Bicara mengenai ‘spam’ maka media email sepertinya telah lebih maju. Perang antara Pengembang aplikasi, pengelola webmail (yahoo, gmail dll)  maupun pihak webhosting dan pengirim email spam sampai detik ini masih tetap berlangsung. Pihak pertama berusaha keras untuk membendung kiriman email spam sedang pihak kedua juga berusaha sama kerasnya untuk tetap mengirim mengirim email spam.

Secara konsep, membendung email spam cenderung lebih mudah dilakukan karena karateristik dari ‘header’ dan ‘body mail’ pada sebuah email dapat digunakan untuk membantu mencegahnya sampai masuk ke mailbox kita. Proses pencegahan tadi bisa dilakukan dengan ‘mencegat’ sebelum email sampai di mailbox ataupun jika masih ada yang lolos masih tetap dilakukan filtering sehingga email spam tadi terkumpul pada sebuah tempat khusus sehingga tidak mengganggu kita mailbox utama kita.

Informasi yang ada pada ‘header’ sebuah email terdiri dari banyak hal misalnya

  • Alamat IP original sipengirim email
  • Nama pengirim
  • Judul email
  • Apakah dikirim ke satu orang atau ke banyak orang

Informasi inilah yang biasa digunakan oleh program anti spam saat memfilter dan menentukan apakah sebuah email masuk kategori spam atau bukan.

Bentengi Handphone Dari SMS dan Telepon Spam 

Kita dapat menganalogikan alamat IP original pengirim pada sebuah email dengan nomer telepon spammer kemudia memberikan sebuah label kepadanya. Kalau pihak diluar sana dengan telah sengaja ataupun tidak sengaja menyebarkan, membocorkan ataupun bahkan menjual belikan nomer handpone kita untuk selanjutnya digunakan untuk praktek spam,  mengapa kita tidak melakukan hal yang serupa dengan mengumpulkan koleksi nomer telpon spammer menjadi sebuah satu database yang selanjutnya dapat didaftarkan pada phonebook di handphone kita sehingga jika ada panggilan ataupun sms masuk dari nomer tersebut kita dapat mengacuhkannya.

Pertanyaannya adalah seberapa besar usaha kita mau bersusah payah untuk mendaftarkan nomer-nomer tadi ke phonebook. Gue pribadi selalu meng-save nomer telepon masuk dari petugas telemarketing dan memberi lebel ‘ Cuekin x’ dan sampai saat ini sudah terdaftar lebih dari  20 nomer. Jadi di phonebook ada nama ‘Cuekin 1’ sampai dengan ‘Cuekin 20’. Dan cukup berhasil mengacuhkan panggilan masuk dari mereka.

Sangat mungkin bahwa system telpon di kantor petugas telemarketing tadi menggunakan ‘Hunting’ sehingga nomer yang tampak pada layar handphone kita bisa berbeda saat dia menelpon pada suatu kesempatan dan pada kesepatan lain. Hal yang sama juga sangat mungkin terjadi pada pengirim sms spam dimana mereka pasti sangat sering berganti-ganti nomer SIM card.  Gak masalah, kalau kita sudah punya sebuah database yang besar maka semakin sering kita mengupdate maka semakin besar kita mendapatkan nomer telpon spammer. Mirip-mirip database antivirus lah.

Database Gue

Berikut nomer telepon yang sudah diberi label ‘Cuekin x’ di handpone gue dan alasan mengapa nomer tersebut masuk ke dalam blacklist;

6287889495665   (sms spam KTA)

6287889114319   (sms spam KTA)

6287889114319  (sms spam KTA)

6287889495665 (sms spam KTA)

6283897991252 (sms spam KTA)

6285719097172 (sms spam KTA)

6287875045092 (sms spam KTA)

6287876392705 (sms spam KTA)

6281807330823 (sms spam KTA)

6287771569220 (sms spam KTA)

6281998291361 (sms spam KTA)

6283898060844 (sms spam KTA)

628990699007  (incoming call penawaran Kartu Kredit/KTA)

628990699063  (incoming call penawaran Kartu Kredit/KTA)

628990699088 (incoming call penawaran Kartu Kredit/KTA)

628990699058 (incoming call penawaran Kartu Kredit/KTA)

628990699022  (incoming call penawaran Kartu Kredit/KTA)

622129969300 (incoming call penawaran Kartu Kredit/KTA)

622130005790 (incoming call penawaran Kartu Kredit/KTA)

622130068400 (incoming call penawaran Kartu Kredit/KTA)

622130068430 (incoming call penawaran Kartu Kredit/KTA)

622157956634 (incoming call penawaran Kartu Kredit/KTA)

622157956631 (incoming call penawaran Kartu Kredit/KTA)

622157956636 (incoming call penawaran Kartu Kredit/KTA)

622157956629  (incoming call penawaran Kartu Kredit/KTA)

622157956632  (incoming call penawaran Kartu Kredit/KTA)

622157956673  (incoming call penawaran Kartu Kredit/KTA)

622157956669  (incoming call penawaran Kartu Kredit/KTA)

DISCLAIMER : Khusus untuk incoming call, mohon diingat-ingat lagi apakah pada saat anda mengisi sebuah formulir (misalnya pengajuan kredit, pembukaan rekening pada sebuah bank) ada klausa yang memperbolehkan pihak bank tadi menelpon anda untuk menawarkan produk lainnya. Walapun sebenarnya jika ada klausa tersebutpun dan pihak bank tadi menelpon anda menawarkan produk lain TANPA anda minta maka hal ini tetap bisa dikategorikan sebagai spam.

Jika anda sebagai pihak yang merasa terganggu dengan tulisan ini, mohon diabaikan saja tulisan ini.  (meminjam isi sms spam yang biasa kita terima :-))




2 comments


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s