Malaysia 15-18 Juli 2011 – Part 1

Jalan-jalan kali ini terasa lebih special karena selain untuk yang kedua kalinya alhamdulillah diberi kesempatan menengok kota Kuala Lumpur (KL), gue dan istri juga akan menonton dari dekat para pemain tim sepak bola Liverpool yang sedang mengadakan tour ke Asia. Sesudah kepastian tanggal tour diumumkan dan memastikan bahwa tabungan kita kira-kira akan cukup untuk biaya akomodasi, transportasi dan makan selama disana maka tanpa menunggu lebih lama segera kami memesan tiket pesawat sekaligus browsing di internet hotel bintang tiga disekitar Kuala Lumpur untuk periode menginap tanggal 15-18 Juli 2011. Tiket untuk menonton pertandingan dipesan melalui teman yang bekerja di Standard Chartered Bank yang menjadi sponsor utama tim Liverpool. Lumayanlah gak usah susah payah plus dapat diskon 20%.

Tulisan ini akan dibagi menjadi dua topik dan akan terdiri dari tiga bagian. Topik yang pertama sekedar berbagi sedikit cerita tentang persiapan perjalanan menuju Malaysia serta kegiatan selama disana dan topik yang kedua akan menceritakan pengalaman menonton pertandingan Sepakbola Liverpool vs Malaysia All-Stars. Jadi bagi anda yang hendak mengali informasi tentang topik yang pertama anda sudah tahu bagian mana yang tidak perlu anda baca.

Pesawat dan Hotel

Ok kita mulai dengan berburu tiket dan hotel murah via internet.  Sama seperti saat melakukan persiapan jalan-jalan di tahun lalu, walapun ada beberapa Airline berbiaya murah lain, namun untuk saat ini AirAsia tetap menjadi pilihan utama untuk mencari tiket penerbangan murah. Hasil pencarian kebetulan menunjukkan bahwa tiket termurah seharga Rp. 349,000 untuk sekali jalan. Jika anda mendapatkan tiket promo seharga tersebut dan tanpa memesan fasilitas lain untuk dipesawat (hot seat, makan dll) maka anda cukup menyediakan budget untuk tiket pulang pergi tidak lebih dari 900 ribu perorang. Tapi jangan lupa untuk tetap mencari informasi harga tiket dari Airline lain semisal Malaysia Airline ataupun bahkan KLM yang terkadang menyediakan tiket lumayan murah ke KL.

AirAsia sudah terkenal dengan ‘biaya lain-lainnya’, jadi pastikan anda hanya memesan sesuatu yang benar-benar anda butuhkan. Kita ambil contoh makanan; penerbangan ke Kuala Lumpur tidak lebih dari 2 jam saja, Jadi jika anda sudah sempat mengisi perut sebelum terbang buat apa anda memesan makanan melalui AirAsia. Enak atau tidaknya rasa dari sebuah makanan memang sangat relatif antara orang yang satu dengan orang yang lain. Silahkan jaga ekspektasi anda jikalau anda terpaksa harus memesan makanan didalam pesawat ini, apapun jenis makanan yang anda pesan.

Saat mencari hotel kali ini kreteria yang kami tetapkan adalah sebagai berikut;

  • Maksimal bintang tiga. Hal ini kembali kami tetapkan dengan prioritas pertama mengingat budget liburan kali ini yang memang sedikit pas-pasan.
  • Lokasi dekat dengan KL Sentral (Stasiun kereta api). Dari daftar kegiatan dan tempat yang kami akan kunjungi selama di Kuala Lumpur kami pastikan bahwa kami akan banyak menggunakan kereta selain karena masalah kepraktisan, lagi-lagi hal ini menyangkut budget,
  • Kamar rapih dan bersih. Harga hotel boleh murah tapi sebagai customer kita berhak mendapatkan kamar yang nyaman.
  • Mendapat sarapan. Pokoknya semua berujung di budget dech🙂

Dari hasil pencarian melalui agoda.web.id untuk periode inap 15-18 Juli (3 malam) hotel Sentral KL sangat menarik perhatian kami. Lokasi hotel ini letaknya bersis dibelakang stasiun monorail. Oh iya di Kuala Lumpur moda transportasi kereta secara umum bisa dibagi menjadi tiga yakni
  1. Kereta dengan tujuan Bandara Internasional Kuala Lumpur – KL Sentral (KLIA) yakni KLIA Express. Masuk juga dalam kategori ini adalah KLIA Transit dimana rutenya hampir sama dengan KLIA Express namun pada satu stasiun terahir sebelum KLIA perjalanan akan disambung dengan sebuah shuttle-bus menuju Bandara Internasional berbiaya murah (LCCT). AirAsia dari Jakarta akan mendarat di LCCT ini.
  2. Kereta listrik yang melewati seantero Kuala Lumpur dan sekitarnya. Bentuk dan suasanyanya mirip seperi MRT kalau di Singapura, Bedanya kalau di KL jalur kereta listrik ini tidak selamanya berada dibawah tanah. Masuk dalam kategori ini KTM Komuter yang melayani 2 jalur yaitu Rawang – Seremban dan jalur Sentul – Port Kang. Jalur lainnya dilayani oleh LRT yakni jalur Kelana Jaya – Terminal Putra dan jalur Ampang – Sri Petaling.
  3. Moda berikutnya adalah KL Monorail. Monorail hanya terdiri dari 2 gerbong dan semua jalur.  Untuk sekedar sebagai gambaran berikut foro yang diambil dari kamar hotel. Terlihat sebuah monorail sedang menuju stasiun KL Sentral sebagai stasiun pemberangkatan awal

Naaah semua moda transportasi tadi pusat (kecuali KL Monorail) stasiunnya berapa di KL Sentral. Stasiun KL Monorail agak terpisah, sekitar 10 menit jalan kaki dari KL Sentral. Sepertinya terowongan bawah tanah yang menghubungkan KL Sentral dengan stasiun KL Monorail sedang dibangun saat ini.

Kembali kemasalah hotel, harga menginap permalam di hotel ini jika dipesan melalui Agoda untuk tipe ruangan Superior + sarapan adalah tidak lebih dari 415 rb. Ada sedikit kesalahan yang kami buat saat membuat pemesanan via Agoda yakni lupa mencantumkan jenis tempat tidurnya. Akibatnya kami mendapatkan kamar Superior dengan ranjang model twin. Sayangnya kami lupa untuk membuat foto dokumentasi keadaan kamar yang kami tempati. Tapi untuk sekedar memberi gambaran, disamping kami tampilkan foto yang diambil dari website hotel Sentral. Sekali lagi jangan tertipu oleh foto yang dikeluarkan oleh pihak hotel karena kamarnya ini aslinya tidak terlalu besar :-) Oh iya Sarapan ala buffet dengan makanan yang lumayan enak  dan fasilitas Wifi di kamar gratis sepertinya patut untuk dikedepankan disini.

Walaupun lokasi tidak jauh dari pusat kota namun sepertinya lingkungan hotel Sentral tidak terlalu rapih. Hal ini kami ketahui saat malam pertama menginap. Disisi sebelah kanan berjejer mini market dan beberapa toko yang pintunya hanya terbuka sedikit, Tapi kalau kita menengok sepertinya suasananya ramai didalam sana. Didepan hotel terdapat sebuah rumah makan yang buka 24 jam ‘Masakan Mamak’ yang menyediakan lauk-pauk yang lumayan mirip dengan masakan Indonesia.

Insya Allah Bersambung …… 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s