Malaysia 15-18 Juli 2011 – Part 2

Pada bagian kedua artikel tentang acara jalan-jalan ke Malaysia khususnya Kuala Lumpur (KL)  ini gue dan istri akan sedikit berbagi cerita tentang kegiatan selama disana mulai dari hari pertama kedatangan sampai dengan hari terahir kepulangan kembali ke Jakarta. Perlu diinformasikan kembali disini bahwa kalau pada kunjungan pertama ke KL di tahun 2004 kita lebih banyak mengikuti program paket wisata dimana semuanya sudah diatur (tinggal naik turun bis wisata dan mengunjungi objek wisata) maka kali ini kita memutuskan untuk selalu menggunakan LRT (light rail transit) yang murah meriah apabila tempat yang hendak kita tuju dilewati atau dekat dengan salah satu stasiun LRT.

Harga-harga yang ditulis disini akan banyak mengunakan mata uang Ringgit Malaysia (RM). Untuk memudahkan perhitungan nilai tukar terhadap rupiah yang akan digunakan adalah sebesar Rp, 2850 per 1 RM, yakni saat kami membeli RM di Bekasi pada ahir bulan Juni 2011.

Hari Ke-1

Bandara Internasional LCCT (Low Cost Carrier Terminal) ini memang khusus diperuntukan bagi perusahaan penerbangan berbiaya murah. AirAsia yang membawa kami dari Jakarta juga mendarat disini. Bangunannya tidak terlalu besar namun tetap nyaman, tertata rapih dan terlihat bersih. Sebagai bahan perbandingan suka ataupun tidak suka gue harus memberikan nilai LCCT ini kurang lebih 2x lipat lebih luas dari bandara Ngurah Rai, 2.5x lebih nyaman dari bandara Yogyakarta dan 3x lebih rapih dan bersih dari bandara Soetta. Sementara bandara KLIA jauh lebih luas, lebih nyaman serta lebih indah dari LCCT ini (maaf ya pak Pejabat Perum Angkasa Pura  … biar kita bisa terus berbenah)

Untuk menuju pusat kota KL yang jaraknya sekitar 70 KM dari LCCT ini kita menggunakan shuttle-bus yang non-stop. Ada 2 jenis bis yang dapat dibedakan dari warna bis yakni Aero Bus dengan warna kuning dan harga tiketnya RM 8 serta Sky Bus dengan warna merah dengan harga tiket RM 9. Ongkos bis akan ditagih oleh kondektur sesaat sebelum bis berangkat. Sky Bus satu induk perusahaan dengan AirAsia sehingga jika kita membeli tiket pesawat online dapat sekaligus memesan tiket bis ini dengan harga RM 7.

Letak terminal bis ini ada disisi kiri jika kita keluar dari area kedatangan luar negeri. Jadi silahkan jalan melewati area keberangkatan dan kedatangan dalam negeri dan diujung sana sudah terlihat barisan bis berwarna kuning dan merah ini.  Dengan biaya Skybus sebesar Rp. 85,200 PP, LCCT – KL Sentral – LCCT untuk dua orang yang telah kami bayar bersamaan dengan pembayaran tiket pesawat rasanya tidaklah terlalu mahal. Bandingkan jika anda memilih menggunakan KLIA Transit seharga RM 35 per orang untuk sekali jalan ataupun jika menggunakan taksi dengan biaya sebesar +/- RM 70. Bahkan biaya Skybus ini masih jauh lebih murah dan lebih nyaman jika dibandingkan dengan bis Damri Bandara Cikarang – Soetta (dengan jarak +/- hampir sama antara LCCT menuju KL Sentral)  yang biasa kami gunakan yakni sebesar Rp. 35,000.

Saat ini terminal Skybus di KL Sentral bagian bawah dan masih dalam tahap pembangunan sehingga terlihat kurang teratur. Setibanya di terminal jika lokasi hotel anda harus dilalui dengan menggunakan LRT maka silahkan jalan menuju eskalator. Ujung dari eskalator ini adalah pintu masuk KL Sentral dimana ditengah-tengah banyak terdapat kios-kios cinderamata dan sisi dipinggir banyak terdapat toko-toko. Disela-sela toko-toko itulah terdapat pintu masuk menuju stasiun LRT, KTM Komuter, KLIA Transit serta KLIA Express.

Seperti yang pernah gue bahas pada tulisan bagian pertama lokasi hotel yang akan kita tempati lokasinya dekat dengan stasiun KL Monorail yang harus dilalui dengan berjalan kaki +/- 10 menit dari terminal bis atau KL Sentral tersebut. Jadi setelah turun dari Skybus silahkan menyeberang dan berjalan disisi kanan jalan sepanjang koridor.

Hari Ke-1 Malam Hari

Menurut rencana Jum’at malam ini seluruh fans Liverpool dari seluruh penjuru Indonesia yang hadir di KL akan mengadakan gathering di dekat air mancur depan gedung menara kembar KLCC. Setelah melihat-lihat peta rute LRT bahwa untuk menuju kesana stasiun LRT terdekat adalah KLCC dengan menggunakan LRT jalur Kelana Jaya. Kami putuskan pula bahwa kami juga akan mencari makan malam disekitar mall Suria KLCC. Oh iya tiket LRT dari KL sentral menuju stasiun KLCC seharga RM 1,6 saja perorang. Lumayan murah kan?

Berkut beberapa link yang berhubungan dengan kegiatan kami di hari pertama dan transportasi selama di KL

Walaupun di Suria Mall terdapat foodcourt namun makan malam ahirnya kami lakukan dengan memilih menu murah meriah di KFC yang juga berada pada mall tersebut. Paket 2 potong ayam, 1 nasi dan coke ditambah dengan kentang seharga tidak lebih dari RM 20. Nasi yang ada pada paket ini agak-agak aneh, warnanya cenderung kecoklatan. Mungkin saat memasaknya dicampur dengan bumbu/daun tertentu.

Dari namanya Suria Mall ini memang berada pada gedung yang sama dengan menara kembar Petronas Kuala. Jadi jika setelah puas window-shopping bisa langsung keluar kearah lobby menara kembar untuk sekedar foto-foto dan melepas lelah di depan air mancur.

Ternyata hujan turun lumayan deras saat kami berada dalam Suria Mall KLCC (Kuala Lumpur City Center).  Acara gathering BigReds juga ternyata diundur dan dipindah lokasinya di depan pintu gerbang hijau stadiun Bukit Jalil esok hari sambil menunggu kick-off pertandingan persahabatan antara Liverpool vs Malaysia XI All-Stars.

Insya Allah Bersambung ke Bagian 3


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s