Liverpool Pre-Season Tour Malaysia 16 Juli 2011

::: Tulisan ini merupakan bagian ketiga dari acara jalan-jalan ke Malaysia :::

Hari Sabtu 16 Juli 2011 adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu. Sore nanti kita akan ke stadion Bukit Jalil menyaksikan pertandingan persahabatan antara Liverpool melawan tim Malaysia XI All-Stars. Lawatan Liverpool ke Malaysia ini adalah bagian dari pre-season tour mereka ke Asia setelah beberapa hari sebelumnya mengunjungi China dan minggu esok mereka akan mengunjungi Singapura.

018r

 

Namun sebelum tiba sore hari kami masih ada acara di Sabtu pagi ini, yakni mengunjungi trek sepeda MTB di Bukit Kiara KL. Sebelum berangkat ke KL memang sempat terbesit rencana untuk membawa serta sepeda. Sepeda sudah dimasukkan dengan rapih kedalam tas khusus  namun last minute setelah memperhitungkan kesulitan untuk membawanya saat setiba di KL (fyi berat sepeda ini hampir 15 kg)  dan menimbang bahwa waktu yang sangat sempit untuk bersepeda maka ahirnya sepeda urung dibawa. Karena lokasi Bukit Kiara ini susah untuk dijangkau dengan LRT maka perjalanan kesana kami lakukan dengan menumpang taksi.

013rr

Sungguh beruntung warga KL, ditengah-tengah kota terdapat sebuah trek sepeda pada sebuah area bebukitan dimana pepohonan masih terlihat hijau. Sejatinya area bersepeda ini masih masuk dalam kawasan Taman Tun Dr Ismail. Menurut gue yang membuat lebih unik adalah disekeliling taman ini terdapat perumahan penduduk, sementara ditaman tersebut jelas terlihat monyet-monyet yang sedang asik bercengkrama didahan-dahan pohon tidak jauh dari rumah-rumah tadi. Oh ya kebetulan hari Sabtu dan Minggu tanggal 16-17 Juli di bukit Kiara sedang diadakan KL Mountain Bike Carnival.

Karena gagal mendapatkan pinjaman sepeda *ngarep.com*, ahirnya gue cukup puas dengan berjalan kaki mencoba beberapa area di trek sepeda ini. Mengapa gue tadi katakan sungguh beruntung warga KL memiliki tempat rekreasi sepeda seperti ini? Bayangkan jarak dari pusat kota ke bukit Kiara tidak lebih dari 15 km. Sebagai perbandingan kalau di Jakarta untuk dapat bersepeda ditempat yang kurang lebih sama seperti ini pilihannya adalah sekitar Rindu Alam Puncak Bogor  ataupun Cikole dekat Tangkuban Perahu Bandung dimana kesemuanya berjarak lebih dari 60 km (asumsi dihitung dari Monas).

021rr

Banyak suara sumbang yang gue dengar tentang taksi-taksi di KL yang banyak menggunakan argo kuda. Namun Alhamdulillah pulang pergi dari hotel ke bukit Kiara kami mendapatkan taksi yang menggunakan argo yang baik. Untuk perjalanan berangkat dengan jarak sekitar 15 km tadi ongkosnya tidak lebih dari RM 16 inipun sudah termasuk biaya tol karena kami memang meminta supir untuk mencari jalan terdekat menuju bukit Kiara.

Kita Patut Ngiri Dengan Negara Tetangga Ini

Untuk menuju stadion Bukit Jalil hanya ada satu pilihan bagi kami yakni menggunakan kereta, namun sayangnya untuk sampai ke stasiun Bukit Jalil kami harus berganti kereta terlebih dahulu di sebuah stasiun. Dari stasiun Monorail yang terletak didepan hotel tempat kami menginap kami membeli tiket dengan tujuan stasiun HangTuah dan dari sana perjalanan akan dilanjutkan dengan menggunakan LRT tujuan Sri Petaling.

Stasiun HangTuah sudah penuh oleh para Liverpudlian yang sedang mengantri tiket LRT. Karena jumlah pengantri yang membludak maka proses pembelian tiket yang biasanya dilayani oleh mesin maka kali ini digantikan secara manual oleh petugas diloket. Untuk menghemat tenaga gue langsung membeli tiket pulang-pergi. Kebetulan LRT yang kami tumpangi adalah yang menuju Stasiun Ampang (arah yang berlawanan dengan stasion Bukit Jalil dan Sri Petaling) maka semua penumpang yang hendak menuju stadion Bukit berhenti kembali di stasiun Chan Sow Lin untuk berganti kereta.

Satu dua LRT yang melintas di stasiun Chan Sow Lin dengan tujuan Sri Petaling sudah terisi penuh oleh Liverpudlian yang sudah naik dari stasiun sebelumnya. Disinilah kembali gue mengacungkan jempol pada pihak pengelola transportasi di Malaysia. Mereka begitu tanggap dan terkoordinasi sangat baik dengan pihak penyelenggara turisme. Melihat makin banyak penumpang yang tidak terangkut maka pihak pengelola stasiun Chan Sow Lin segera meminta bantuan sebuah LRT. Tidak sampai 10 menit tibalah sebuah LRT kosong untuk mengangkut kami semua menuju stasiun Bukit Jalil. Perlu gue informasikan disini bahwa sebelum tim Liverpool datang ke KL, minggu sebelumnya tim Arsenal juga sudah lebih dulu mengunjungi KL dan selanjutnya diminggu berikutnya giliran tim Chelsea yang akan berkunjung kesini. Jadi sepertinya pihak promotor telah bekerja sama dengan baik dengan penguasa kota KL untuk benar-benar menyiapkan prasarana bagi penonton. +1.

Warna merah menghiasi stasiun Bukit Jalil, para penumpang LRT berjajar rapih mengantri untuk keluar dari stasiun. Palang pada pintu keluar yang biasanya hanya akan bisa terbuka secara otomatis jika kita memasukkan tiket LRT kali ini juga sengaja dibuka mengingat begitu banyaknya para calon penonton yang tiba di stasiun ini. Oh iya, stasiun Bukit Jalil sendiri terletak dalam lingkungan komplek olah raga Bukit Jalil. Jadi bayangkan saja ada sebuah stasiun kereta yang terletak di Parkir Timur Senayan so kita hanya akan butuh waktu tidak sampai 10 menit untuk tiba di pintu gerbang stadion. +1

South-East-Asia Anfield

Stadiun Bukit Jalil dengan kapasitas lebih dari 80 ribu kursi jelas hampir dua kali lipat dibandingkan dengan kapasitas stadiun Anfield di Liverpool. Dan sore ini stadiun telah terisi penuh dengan didominasi warna merah dan kuning (kaos tim nasional Malaysia). Kami yang telah membeli tiket yang dikhususkan untuk para karyawan, keluarga dan teman dari karyawan Standard Chartered ditempatkan pada sebuah blok yang lumayan strategis. Ada untung ruginya juga sih bisa duduk diarea sini. Untungnya yaa itu tadi lokasi tempat duduk yang strategis namun ruginya adalah tidak dapat bergabung dengan rekan-rekan Big-Reds yang pastinya akan gila-gilaan chanting sepanjang pertandingan.

Setelah sebelumnya dibuat terkesima dengan kehadiran 35 ribu-an penonton yang hadir pada sesi latihan di hari Kamis (ingat … ini hanya sesi latihan lho), adalah sangat wajar apabila pihak manajemen Liverpool, staff dan para pemain yang hadir ke stadion ini kembali dibuat terkesima dengan suasana disore ini. Stadion tampak benar-benar telah terisi bahkan dibeberapa bagian terlihat penonton yang tidak kebagian bangku yang artinya lebih dari 80 ribu penonton hadir menyaksikan pertandingan persahabatan ini.

Siapa yang yang tidak terharu melihat puluhan ribu penonton  yang begitu antusias belum lagi mengingat lokasi pertandingan disore ini yang jaraknya ribuan kilometer dari markas tim Liverpool di stadion Anfield. Siapa yang tidak merinding mendengarkan koor lagu You’ll Never Walk Alone yang menggema karena dinyanyikan oleh seisi stadion. Dari sisi psikologis acara seperti ini akan sangat membuat para pemain yang baru dibeli Liverpool semisal Charlie Adam akan sangat tersanjung dapat bermain untuk sebuah tim yang memempunyai basis fans yang begitu kuat diluar benua Eropa.

Mungkin gue belum seberuntung rekan-rekan yang telah menyempatkan diri hadir langsung ke stadion Anfield, tapi for sure gue sungguh sangat bersyukur Alhamdulillah telah diberi kesempatan melihat secara langsung tim kesayangan. Terlepas dari hasil pertandingan persahabatan yang kurang begitu bagus semoga di tahun ini prestasi Liverpool kembali ke jalur yang benar. Amien.

YNWA.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s