Gorden Nissan Grand Livina

Background : Sambil menunggu unit Nissan Grand Livina (GL) dikirim ke rumah, gue coba browsing mencari info tentang harga kaca film (KF) untuk seluruh area kaca karena kabarnya KF bonus dari dealer kualitasnya gak bagus-bagus banget. Tidak ketinggalan juga browsing mencari produk aftermarket gorden sebagai alternatif penahan panas matahari agar tidak tembus ke dalam kabin. Hitung punya hitung ternyata kok jauuuh lebih murah pasang gorden ya ketimbang pasang KF, hampir 10 kali lipatnya.

Pemesanan gorden dilakukan pada sebuah toko online yang khusus menjual asesoris mobil dengan harga 335 ribu. Tidak lupa pula gue memesan double-tape 3M FE Foam ukuran lumayan lebar untuk jaga-jaga kalau-kalau butuh double tape tambahan saat memasang gorden tadi. Sempat juga sms-sms-an dengan sang penjual menanyakan apakah ada petunjuk/cara pemasangan gorden ini di dalam bungkusannya. Dijawab yang ada hanya petunjuk lokasi pemasangan dari masing-masing gorden.

Singkat kata gorden pesanan yang kalau dari label yang ada bermerek ‘JinLong’ ini di bungkus lumayan rapih ke dalam sebuah kerdus panjang telah tiba di rumah dikirim melalui kurir. Di dalam setiap kemasan plastik terdapat dua batang plastik panjang tempat nantinya gorden dipasang. Gordennya sendiri terbuat dari bahan yang lumayan halus namun sedikit diluar bayangan gue sebelumnya. Sangat berbeda dengan gorden yang biasa dipasang dirumah ataupun yang pernah gue lihat di Nissan Serena dimana bahannya seperti dilipat-lipat (prisket??) agar tampak lebih menarik.

Kemudahan Pemasangan :  Rating 1 dari skala 5

Biasanya dalam kemasan sebuah produk minimal ada secarik kertas yang kurang lebih berisi keterangan isi produk tersebut apa saja dan ilustrasi cara pemasangannya. Namun seperti yang sudah sempat disinggung diatas, bahwa di dalam kemasan tidak ada sama sekali putunjuk ataupun ilustrasi pemasangannya. Yang ada hanyalah tulisan lokasi di bagian pintu mana masing-masing gorden harus dipasang misalnya ‘Rear – Right Left’ dst. Di dalam kemasan plastik terdapat pula beberapa potong sesuatu seperti velcro yang sampai sekarang (karena tidak adanya petunjuk pemasangan ini) masih belum gue ketahui fungsinya.

Dengan mengandalkan feeling gue menerka tutup double-tape yang ada pada dua buah batang plastik yang ada pada setiap kemasan plastik setelah dilepas maka untuk rail bagian bawah harus ditempelkan pada sisi atas dari door-trim. Tapai bagaimana untuk rail bagian atas? Apakah harus ditempel di kaca atau dibagian lain? Tuh kan sekali lagi pertanyaan yang sangat mendasar seperti ini seharusnya bisa terjawab seandainya di dalam kemasan ada petunjuk pemasangan. Gak perlu harus menggunakan bahasa Indonesia kok, toh ini bukan alat telekomunikasi jadi aman dari jerat hukum Indonesia🙂 Tapi kalau bisa sih petunjuk pemasangan juga jangan menggunakan bahasa yang kurang universal semisal Bahasa Rusia.

Saat akan memasang kain gordenpun pertanyaan lain yang sangat mendasar kembali timbul. Bagaimana cara mengkaitkan kain ini ke batang plastik (rail) tadi. Kalaupun ahirnya end-user seperti gue ‘berhasil’ (doooh bangga bener!!!) memasangkan kain tadi akan sangat lebih baik jika dibantu oleh adanya petunjuk pemasangan.

Kualitas Produk : Rating 1 dari skala 5

Gue gak tahu apakah dimensi jendela dari GL masing-masing negara memang berbeda-beda?  Plastik rail untuk gorden yang sepertinya buatan negeri China untuk bagian kaca tengah kiri dan kanan terlalu lebar sekitar 1.5 cm saat dipasang pada GL yang beredar di Indonesia🙂 Seperti kita ketahui disekeliling pintu mobil biasanya dipasang semacam plastik hitam, begitupun pada sisi bawah dari frame pintu bagian atas (ada yang menyebutnya sebagai karet balon). Batang plastik rail tadi tidak dapat ditempat pada bagian tersebut karena yaaaa memang terlalu panjang🙂

Pada tahap ini gue sudah masuk ke taraf lumayan frustasi, maka ahirnya gue nekat untuk memotong menjadi dua bagian di tengah-tengah batang plastik rail tadi dan memotong sekitar hampir 1,5 cm pada salah satu ujung bagian plastik hasil potongan tadi. Sebetulnya pada kedua ujung batang rail ini saat sebelum dipotong terdapat ‘penutup’ namun sayangnya penutup ini sudah dilem mati sehingga tidak dapat dibuka. Andaikata bisa dibuka maka proses mengurangi panjang rail dapat dilakukan dengan memotong ujung rail tadi ketimbang cara bodoh-bodohan yang gue telah lakukan tadi. (perhatikan gambar bekas potongan).

Nasib batang rail untuk kaca kiri, kanan belakang dan pintu belakang tidak berbeda jauh dengan bagian pintu tengah dimana kesemuanya tidak dapat gue pasang. Penyebab utamanya karena walapun batang rail terbuat dari plastik namun bidang lengkungannya tidak pas dengan bidang lengkungan di dekat kaca tempat pemasangan.

Sekarang kita beranjak pada kualitas dari bagian yang tidak kalah pentingnya untuk sebuah produk metode pemasangannya hanya dengan ‘ditempel’ yakni kualitas dari double-tape bawaan produk gorden ini. Tadinya gue berfikir mungkin karena waktu pemasangan dipengaruhi panasnya sinar matahari yang membuat karet balon tersebut menjadi hangat sehingga double-tape tidak mau menempel. Namun setelah dicoba kembali dipasang pada malam hari tetap saja hasilnya rail ini tidak mau menempel. Untungnya gue juga sudah memesan double-tape 3M bersamaan dengan saat pemesanan gorden ini. Walaupun tutup double-tape bawaan warna merah yang sudah menempel dibatang trail masih terlihat uruf 3M maka gue tetap melapisi ulang double-tape tadi dengan dooble-tape 3M yang baru tadi.

Hasil ahir dari DIY gue kali ini kadang membuat gue mau tersenyum, kadang membuat gue gemas sendiri. Setalah dua hari semenjak ‘berhasil’ dipasang batang rail bagian atas pintu depan kembali terlepas. Penyebab utamanya menurut gue adalah bidang lekukan frame pintu Nissan GL gue gak standard🙂🙂 ,  sehingga bidang lekukan batang rail yang walaupun sudah gue usahakan menekuknya agar bisa mengikuti kontur bidang pintu namun lama-kelamaan kembali ke posisi semula yang pada ahirnya double-tape kehilangan daya rekatnya. Ketika gue coba melekatkannya kembali dengan menambahkan lem UHU hasilnya tidak jauh berbeda. Bagaimana nasib batang rail pintu tengah? Hmmmmm samimawon. Hal ini membuat gue bertanya dalam hati apakah ini karena double-tape, karet balon,  cetakan batang railnya atau pintu GL-nya yang salah ya ?????🙂🙂

Kesimpulan : kalau menggunakan istilah manajemen tim sepak bola maka pembelian gorden untuk mobil ini secara jujur gue akui sebagai pembelian yang gagal. Barang ini menjadi barang kesekian yang sudah gue beli dan ahirnya tidak memberikan banyak manfaat.  Bisa jadi tangan gue tidak ‘sedingin’ para tehnisi yang biasa memasang barang sejenis andaikata gue membeli  gorden ini langsung ditoko asesoris (non online store).


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s