Kacamata 3D Panasonic Anda Rusak?

 TV 3D Full HD Tipe Aktif Atau Pasif

Salah satu kekurangan dari TV 3D Full HD tipe aktif adalah masih mahalnya harga dari kacamata 3D. Jika pada saat membeli TV 3D full HD jenis pasif anda mungkin akan mendapatkan lebih dari 5 unit kacamata, maka pada jenis aktif anda paling banyak hanya akan mendapatkan 2 buah kacamata. Bahkan untuk beberapa merek dan tipe TV tertentu anda tidak akan mendapatkan sama sekali kacamata ini sehingga anda harus membelinya secara terpisah. Lalu apa jadinya 2 buah kacamata yang anda miliki tadi rusak?

IMG_20130312_132504rPada medio bulan September 2012 gue berkesempatan membeli sebuah  TV 3D  Plasma Full HD merek Panasonic seri TH-P50UT50G dengan mendapatkan 2 buah kacamata 3D tipe TY-ER3D4MW sebagai hadiah. Jadi kacamata ini sebenarnya bukan bagian dari paket  pembelian TV. Sangat mudah dimengerti alasan mengapa pihak produsen TV 3D  ini memberikan hadiah kacamata 3D ini secara cuma-cuma kepada para pembelinya.  Untuk dapat menikmati fasilitas film 3D jelas mutlak membutuhkan kacamata ini. Calon pembeli dapat dipastikan akan enggan membeli TV 3D ini jika masih harus mengeluarkan tambahan uang sebesar 1,5 juta untuk membeli kacamata 3D seharga secara terpisah.

Kira-kira 10 hari setelah tanggal pembelian, setelah berhasil mendapatkan pinjaman beberapa film dengan format 3D barulah gue benar-benar dapat mencoba fasilitas 3D full HD dari TV ini. Namun sayang setelah menggunakan beberapa saat slide yang berada pada Power Switch sudah tidak dapat lagi digerakkan dari posisi OFF ke posisi ON #Dooooooh.

Saat pertama kali digunakan dengan sedikit menggeser slide (mungkin bahasa gampangnya slide ini adalah sebuah “ceklekan” #halaaaah) dari posisi OFF kearah kanan maka slide akan berhenti pada  posisi ON kemudian lampu indikator akan menyala. Kemudian jika kita geser lagi “ceklekan” ke arah kanan maka akan masuk ke posisi MODE yakni untuk memilih apakah kita akan menggunakan fasilitas 2D atau 3D. Namun saat itu jika “ceklekan” digeser dari poisisi OFF seperti loss  dan tidak berhenti lagi pada posisi ON. Istilah kerennya udah “Dol”🙂

Keesokan harinya langsung kacamata tadi gue bawa ke toko tempat gue membeli TV tersebut dan dilayani dengan baik oleh salesman penjaga booth Panasonic. Karena masih dibawah 14 hari semenjak tanggal pembelian, maka tanpa ba bi bu gue langsung mendapatkan penggantian kacamata yang baru. Mantaaaaf.

Selang beberapa hari kemudian kini giliran kacamata 3d gue yang lain mengalami kejadian serupa. Kali ini pihak toko tidak dapat membantu lebih banyak karena memang sudah lewat dari 2 minggu semenjak tanggal pembelian. Gue disarankan untuk menghubungi Service Center Panasonic. Petugas Service Center wilayah Bekasi yang gue hubungi juga tidak dapat membantu banyak dan menyarankan untuk menghubungi Service Center Pusat di Dewi Sartika. Kembali pihak Service Center Pusat juga tidak dapat membantu, baik untuk proses perbaikan dari kacamata 3D yang rusak ini.

Menurut mereka kacamata 3D adalah barang asessoris seperti halnya sebuah remote control, sehingga menurut aturan internal mereka tidak ada garansi atas kerusakan ataupun penggantian atas barang assesoris seperti ini. Agak aneh juga sih kedengarannya jika sebuah barang dengan harga jutaan (walaupun masuk kategori assesoris) tapi tidak ada garansi. Gue coba membandingkan sebuah kipas angin meja seharga 200 ribuan saja berani memberikan garansi atas motor dari kipas angin tersebut.

Sok Jadi MacGyver

OK lah gue gak perlu dan gak mau  berkeluh kesah mengenai hal garansi tersebut tar bisa-bisa kaya mbak Prita lagi. Gue cuma ingin fasilitas 3D pada TV yang sudah gue beli lumayan mahal ini dapat gue nikmati kembali. Manual Book kembali gue baca berulang-ulang siapa tahu ada bagian FAQ  yang menerangkan kasus kacamata gue ini. Negatif … ternyata yang gue temukan hanyalah bagian tentang “How to Remove the battery”. Loh kok hanya “to remove” ya bukan “to replace”??? Makin bingung gue hihihihihi. Walaupun topik tadi sepertinya tidak ada hubungannya dengan masalah “ceklekan” pada Power Switch kacamata 3D gue yang loss, tapi gue jadi tertarik untuk melihat lebih jauh tentang produk ini.

Pada bagian “How to remove the battery”  tadi juga ada peringatan yang bunyinya seperti ini,”The following figures are intended to explain how to dispose of the product, not for describing how to repair. This product cannot be repaired once it has been disassambled”. Wooooow mengerikan sekali .. hiihihihihi. Setahu gue memang pada lensa kacamata 3D ini berjenis liquid crystal shutter dan juga batterainya berjenis lithium-ion polimer itulah mungkin makanya sang produsen sangat wanti-wanti terhadap penggunanya untuk tidak coba-coba membongkar kacamata 3D ini.

Laaah terus gimana nasib kacamata gue ini dong? masa gue harus beli lagi? Gue memutuskan untuk mengikuti petunjuk cara membuka bingkai kacamata ini seperti yang tertera pada bagian  “How to remove the battery” tadi. Gue pikir  nothing to lose lah .. toh pihak produsen juga gak bisa berbuat apa-apa kok terhadap kerusakan ini. Gue cuma penasaran ajah, sepengetahuan gue kalau model “ceklekan” pada Power Switch seperti ini pasti mirip dengan “ceklekan” yang ada pada sebuah batang senter dimana cuma menggunakan komponen potensio atau sejenisnya yang sederhana dan gue berharap setelah melihat isi jeroannya sukur-sukur bisa ikat kek, diganjal kek atau apalah wkakakakakaka.

IMG_20130312_133324rSetelah pelan-pelan setahap demi setahap mengikuti petunjuk ahirnya sisi kanan sampai dengan bagian tengah dari frame mulai bisa dibuka. Tapi bagian “ceklekan” masih belum bisa keliatan. Ahirnya setelah beberapa waktu gue jadi kesal sendiri dan memutuskan untuk merapatkan kembali frame dan memesang baut/mur kecil di sepanjang frame kacamata 3D ini. Namun entah mengapa pada bagian atas frame tidak dapat benar-benar dirapatkan. And you know what, justru karena ada bagian yang tidak rapat inilah yang ternyata malah membuat “ceklekan” tadi kembali dapat bekerja dengan normal (lihat photo disamping pada bagian yang gue lingkari)

Wakakakakakakaka gue sendiri gak ngeri dan gak habis pikir dan memang gak mau ngabisin energi untuk memikirkannya juga sih. Yang penting kacamata 3D gue kembali dapat bekerja dengan sempurna.


One comment


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s