Sisi Lain Keindahan Trek Malino – Sulawesi Selatan (Last Part)

Ini adalah bagian terahir dari tiga seri tulisan saat gue dijamu oleh rekan-rekan BeYoungCareRock Makassar menikmati keindahan alam dan kehidupan di sekitar Malino Kab. Gowa Sulawesi Selatan.

##########

Everyone Loves Rolling Trail

Pemilihan tepi sungai sebagai tempat Isoma pada track ini jelaslah bukan tanpa alasan. Terbukti setelah selesai Isoma langsung tersaji tanjakan makadam lumayan panjang. IMG_0043r Hadewwwww …. Setelah mencoba gowes menanjak barang sepuluh-dua puluh meter ahirnya gue putuskan untuk TTB aja dech. Sayang kita semua masih dalam suasana kekenyangan makan … kalau enggak sih udah kita ladeni dech ini tanjakan hihihihihihi.. becanda kok.

Di T4 (TaTuTuTa aka Tanjakan Tuntun Turunan Takut) gue gak pernah bosan-bosannya mengkampanyekan semangat untuk tidak terlalu memaksakan diri saat menghadapi tanjakan maupun turunan. Saat di tanjakan kalau memang udah gak kuat nanjak ya udah, lebih baik dituntun dari pada menyiksa dan memaksakan diri ataupun nantinya malah merepotkan orang lain. Jauhkan sikap minder ataupun malu ketika harus TTB baik di tanjakan ataupun diturunan. Bahasa manajemen kerennya “know your limit”.

Tapi seriously tanjakan makadam ini memang benar-benar membuat frustasi. Ukuran batu-batu yang lumayan besar itu lho yang bikin ban depan kadang-kadang gak bisa maju. Walaupun gue yakin semua kru BeYoungCareRock mampu gowes melewati spot tanjakan ini namun sepertinya mereka mengerti isi hati sang tamu dengan ikut menemani gue TTB secara berjamaah hihihihihi. Satu hal lain yang gue juga sangat yakin bahwa di luaran sana pasti banyak rekan-rekan goweser yang justru mencari dan merindukan tanjakan makadam model seperti ini🙂

Ketika tanjakan sudah mulai berubah agak sopan, walaupun belum benar-benar hilang sifat ke-rollingannya (hiihihihi kosakata apalagi ini???) kami mulai lagi mengayuh pedal menyisiri jalan-jalan pedesaan. Matahari yang memang sedang semangat-semangatnya memancarkan sinarnya lebih memacu kami untuk segera sampai ke pitstop berikutnya. Iming-iming segarnya air kelapa muda yang dicampur dengan gula merah yang akan dapat kami temui di pitstop nanti seakaan memberikan energi lebih kepada seluruh rombongan.

IMG_0052rNamun rencana tinggallah rencana, sesampainya gue di halaman sebuah rumah, om Unding yang telah lebih dahulu tiba mengatakan bahwa tidak ada tuan rumah yang bisa memetik buah kelapa $%@#!*.  Pemilik rumah mempersilahkan kami untuk memetiknya sendiri🙂 Segala daya upaya dilakukan om Appank, mulai dari memanjat batang pohon kelapa ataupun menggunakan galah untuk menyodok buah kelapa dari bawah yang kesemuanya gagal total karena memang batang pohon kelapa ini lumayan tinggi. Ide brilian ahirnya datang juga ….  yap pinjam tangga hehehehe dan berhasiiiiillllll.

Save The Best For Last??

Cukup lama kami beristirahat (lebih tepatnya menunggu buah kelapa yang dipetik hihihihihi) karena  selepas dari pitstop ini kita akan mendapatkan bonus jalur menurun lumayan panjang so kita bisa berleha-leha sambil mendengarkan kisah suka-duka tinggal di kota Manado dari om Appank🙂

Jalur menurun ini masih tetap berupa jalan desa namun kadar makadamnya sudah sangat jauh berkurang. Air kelapa plus gula merah memang terbukti mampu memberi rasa segar dengan menggantikan cairan tubuh kami yang banyak hilang saat melakukan aksi TTB berjamaan tadi. Tubuh terasa sengat segar saat menghandle sepeda di jalur menurun ini. Dan sepertinya semua kru BeYoung CareRock juga mengalami hal yang sama, terbukti mereka mulai menunjukkan kepiawaiannya di jalur menurun ini. Wuuushhh wussssh wussshhh.

Diujung jalan terdapat tikungan tajam ke kiri, gue lihat rombongan sudah berkumpul bersiap untuk melakukan ritual foto bersama. So kita kembali beristirahat sejenak sambil menyiapkan senyum manis.

IMG_0053r

Seperti yang sudah diinformasikan oleh om Troy sebelumnya, selepas dari spot foto keluarga tadi permukaan jalur menurun berubah total menjadi tanah merah yang sepertinya cukup bersahabat dengan memberikan cukup traksi untuk ban Navegal dan Minion DHF yang terpasang pada sepeda gue ini. Jalurnya masih tetap lebar, namun terkadang terdapat sedikit cerukan hasil dari aliran air. Di beberapa bagian menikung terdapat berm yang lumayan untuk dapat dinikmati. Walaupun tadi saat pertama memulai spot turunan ini kita telah diberi jarak lumayan jauh, namun dibelakang sana gue sudah bisa mendengar beberapa diantaranya makin mendekat. Ini guenya yang lambat apa merekanya yang ngebut ya? Lumayan grogi juga “dioyok-oyok” model seperti ini. Tuch kan benar aja .. Om Riad dan Unding dengan mudahnya melewati gue hihihihihihihi.

IMG_0059r

IMG_0063r

Kalau lomba sungguhan pastilah ini merupakan hasil yang kurang baik. Memulai start dari urutan kedua dan kalau gak salah hitung saat ini gue berapa pada urutan keenam hihihihihi. Spot ini memang sangat cocok bagi yang suka kecepatan. Lumayan hati-hati gue kembali menikmati turunan ini. Setelah sekitar 15 menitan mengarungi jalur yang asik ini di depan sana gue lihat permukaan jalur kembali berubah menjadi berbaruan Yihaaaaaaaa . Upppppppps sepertinya kita sudah tiba diujung jalur menurun ini. IMG_0064rDi ujung turunan terjal ini  gue lihat rombongan seperti tertahan oleh sesuatu. Mereka turun dari sepedanya masing-masing.  Ternyata oh ternyata kita ketemu sungai lagi. Wooow berarti ini adalah sungai kedua yang kita lewati sepanjang hari ini.

Mungkin memang sudah menjadi aturan tidak tertulis di dunia per-MTB-an bahwa sungai = istirahat. Air sungai ini sama sejuk dan jernihnya dengan air yang sungai yang kita temui saat makan siang tadi. Beberapa goweser menggunakan kesempatan ini untuk membersihkan sepeda beberapa justru langsung terjun untuk berendam🙂.

Sama halnya ketika selesai melewati sungai pertama, sesudah cukup beristrirahat  perjalanan dilanjutkan dengan melalui tanjakan yang sungguh sangat tidak bersahabat hihihihi. Kembali semua mengeluarkan keahlian masing-masing untuk TTB agar bisa keluar dari daerah pinggir sungai ini.

Di tengah perjalanan saat TTB kami berpapasan dengan seorang penduduk yang sedang menuju tempat pengambilan nira. Om Cifar dan om Unding menyapa ramah peladang tersebut dengan menggunakan bahasa lokal. Dari hasil terjemahaan gue mulai mengerti bahwa spot istirahat  (Yaaappp benar another pitstop … Yipieeeee) kami berikutnya adalah lokasi pembuatan gula merah yang berasal dari nira dan kita diperbolehkan oleh peladang tadi untuk mencicipinya. IMG_0080rTerus terang gue sama sekali belum pernah tahu proses pembuatan gula yang biasanya dijual dalam bentuk cetakan tempurung kelapa ataupun batang. Tentu akan menjadi pengalaman menarik untuk gue jika bisa menyaksikan langsung proses pembuatannya

Sesampainya dilokasi, ditengah-tengah ladang terlihat seperti sebuah dangau dengan atap seadanya dan tiang yang terbuat dari batang pepohonan yang sudah dikeringkan. Sebuah wajan ukuran lumayan besar yang berisi semacam cairan yang sudah lumayan mendidih terlihat diletakkan diatas tunggu yang terbuat dari gundukan tanah.

“Nira ini diaduk-aduk sambil dipanaskan sampai ahirnya sebelum mengkristal dipindahkan ke dalam cetakan,” terang om Cifar sambil menciduk sedikit nira tadi untuk dapat kami cicipi.

Lumayan cukup lama kami istirahat sambil sekalian menunggu peladang tadi namun yang ditunggu tidak juga tampak. Ahirnya kami meneruskan perjalanan kembali.

Kali ini jalur menurun namun di beberapa bagian tanah sedikit agak becek dan licin. Roda dan sepeda yang tadi sudah bersih dan kinclong sehabis dibersihkan di kali kembali kotor dibuatnya. Ahir dari perjalanan kami hari itu adalah sebuah jembatan gantung lumayan lebar melintasi sebuah sungai (Yaaaaap benar .. sungai lagi hihihihih). Dibelakang jembatan tadi terlihat seperti air terjun hasil dari undukan buatan yang merupakan bagian dari sebuah dam.

IMG_0083r

IMG_0090r

Penutup

Ughhhhhh finally .. sungguh lengkap apa yang gue dapat dari trip hari ini, tanjakan, turunan, keindahan alam, keramahtamahan penduduk .. all priceless moment.

Special Thanks untuk Om Troy dan seluruh BeYoungCareRock  MTB-er Makassar; One of the best ride buddies I ‘v ever had. Terima kasih atas semua keramah tamahanya selama menemani gue gowes di Malino.

Keep pedalling and exploring new trail.

Cikarang 21 Mei 2013

Cheers, Mantel


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s