Kaki Dian MountainBike Park, Another Fabulous Place to Ride in Sulawesi

Prolog : Berawal dari secara tidak sengaja melihat foto-foto di FB saat beberapa orang terlihat sedang bekerja keras secara sukarela membuka jalur untuk DH centi demi centi di sebuah bukit dekat dengan lokasi landmark Kaki Dian. No dig, no trail, no ride …. Respect dan salut untuk usaha mereka.

Kebetulan pada tanggal 7-11 Mei 2013 gue memang berencana liburan dan main sepeda di Makasar Sulawesi Selatan (baca disini trip report Malino Sulawesi Selatan), jadi betapa asiknya kalau bisa langsung disambung ke Manado untuk bersilaturahmi dengan MTB-er disana sekaligus mencoba beberapa jalur di sekitar Kaki Dian MountainBike Park ini.

Manado Full of Friendly Riders

Alhamdulillah Sabtu 11 Mei siang pesawat dari Makassar yang membawa gue dan istri mendarat dengan selamat di Manado. Lalu lintas di ahir pekan siang itu lumayan bersahabat. Tidak ada kemacetan yang gue temui sepanjang perjalanan dari Bandara ke area Sam Ratulangi lokasi dimana hotel tempat gue menginap. Manado pada umumnya dan lokasi sekitar hotel ini pada khususnya berada pada sebuah bukit. Mirip dengan saat kejadian gowes di Bali, kamar hotel yang gue tempati inipun ada pada tingkat 3. Kebayang donk nantinya harus menaik-turunkan tas sepeda dengan berat 27 kg-an ini dari halaman hotel ke kamar🙂

967192_350223701766514_426912936_oMenjelang keberangkatan gue ke Menado hanya ada 2 orang goweser yang gue kenal yakni om Jhipo adn om Nando. Itupun kenal hanya sebatas message-message-an di FB ataupun Whatsup. Malam itu om Jhipo dan beberapa goweser dari Manado yang sedang NiteRide mampir ke hotel tempat gue menginap. Walau diantara kita baru pertama kali bertemu, keakraban langsung terjalin, obrolan tentang dunia persepedahan lancar mengalir bahkan sampai hampir jam 11 malam. Passion anak-anak Manado terhadap sepeda memang benar-benar luar biasa. Beberapa dari mereka Sabtu siang tadi sudah gowes di Kaki Dian, malam harinya NiteRide keliling kota Manado dan esok paginya tetap berjanji akan menemai gue mencoba trek kaki Dian.

Sesuai kesepakatan hotel tempat gue menginap akan menjadi meeting point dari beberapa goweser untuk selanjutnya. bersama-sama menuju Kaki Dian. Minggu pagi sesuai kesepakatan, om Jhipo dan sebuah pickup sudah nongkrong di halaman hotel. Tidak ada sepeda lain di pickup tersebut. Pagi itu di hotel juga sudah ada om Edwin, om Lucky dan om Chuna. Om Edwin lalu berangkat terlebih dahulu ke Kaki Dian sedangkan Om Lucky izin tidak bisa berangkat bareng namun berjanji akan segera menyusul ke Kaki Dian.

Two Lovely Trails

Perjalanan dari kota Manado menuju Kaki Dian ditempuh dalam waktu 1 jam-an lebih. Secara geografis lokasi sepedahan ini memang sudah masuk ke wilayah Airmadidi kabupaten Minahasa Utara. Asiknya ngobrol dengan om Jhipo di belakang pickup, mulusnya aspal jalan dan masih sepinya suasana lalu lintas membuat perjalanan makin tidak terasa.

IMG_0122r

Tanda panah pada foto diatas adalah lokasi starting point

“Ada dua jalur MTB di Kaki Dian ini, jalur AM dan DH. Lokasi start dari keduanya saling berdekatan yakni di bawah landmark Kaki Dian. Panjang jalur AM sekitar 4.7 km. Lokasi starting point adalah ujung dari jalan aspal yang ada di depan landmark Kaki Dian yang sepertinya memang sengaja tidak diteruskan pengerjaannya dan jalur akan berahir disisi ujung lain jalan aspal. Sedangkan panjang jalur DH sekitar 1.7 km. Walaupun saat ini masih terdapat beberapa proses perapihan disana-sini pada jalur DH tapi pada dasarnya jalur sudah siap untuk dinikmati.” Secara bergantian om Nando dan om Jhipo menerangkan.

“Di sekitaran sini banyak terdapat bukit-bukit indah, jadi sungguh gila kalau anak Manado tidak punya track sepeda khususnya DH disini.” Ujar om Nando mengomentari latar belakang dibuatnya Kaki Dian MountainBike Park ini.

All-Mountain Section, Perfecto !!!

So gue memutuskan untuk mencoba jalur AM terlebih dahulu. Jalur AM ini dimulai dengan singletrack  dengan vegetasi ilalang lumayan rapat di kiri-kanannya. Kondisi permukaan jalur seperti layaknya tanah di perbukitan, sedikit berpasir, agak basah namun lumayan padat dan dibeberapa bagian juga terdapat bebatuan lepas.

“Awal yang nyariiiis sempurna,” ujar gue dalam hati. Yaaaap sebagai fans berat singletrack gue cuma mau bilang bahwa kondisi awal jalur ini sungguh bakal menjanjikan kenikmatan bersepeda.

IMG_0135r

IMG_0137r

Om Indra diserahi tugas sebagai road captain secara diantara peserta rombongan katanya dia yang paling hafal jalur. Om Edwin dengan  M9 FRO di posisi berikutnya yang sepertinya sudah bersiap untuk udak-udakan dengan om Indra. Dan gue sendiri di posisi ketiga bersiap pasrah diasepin oleh keduanya hihihiihihi. Dibelakang gue berturut-turut ada om Rendy, om Vico, om Lucky, om Chuna dan om Jhipo sebagai sweeper.

Seperti sudah gue duga sebelumnya om Indra dan om Edwin langsung ngacir meninggalkan gue hihihihihihi. Sementara gue masih mengatur kecepatan sambil mencoba beradaptasi menghandle sepeda dengan permukaan tanah berpasir dan bebatuan lepas ini (alesan klasik). Jalur mulai menyajikan liuk-liukan mautnya dan gue juga sedikit demi sedikit sudah sudah mulai mengenal karakter permukaan jalur.

Di jalur AM ini terdapat beberapa bagian yang menanjak dan jujur aja menggunakan helm fullface saat harus pedalling di bagian ini benar-benar siksaan bagi gue. Nafas serasa gak bebas banget gitu dech. Tapi itu mungkin lebih karena fisik gue aja sih yang memang gak terlatih. Buktinya tuh di depan sana om Indra dan om Edwin lancar-lancar aja tuh melibas bagian tanjakan ini bahkan dengan DH Rig yang mereka kendarai yang notabene cuma ada single chainring.

Sekitar kurang lebih 5 menitan menikmati asiknya singletrack hujan mulai turun rintik-rintik.  Dengan kecepatan yang menurut gue sih udah ngebuuuuut banget hihihihihi ahirnya bisa juga mereka gue kejar. Lebih tepatnya sih mereka sedang berhenti nungguin gue🙂

IMG_0136r

Gowes sambil hujan-hujan di jalur AM ini benar-benar memberi kenikmatan tersendiri (at least buat gue pribadi). Permukaan jalur tidak menjadi becek dan berlumpur. Masih tetap bisa dilewati dengan full-speed (halaaaaaah fullspeed??? Engga kok .. gue gak berani ngebut apalagi jalur menurun seperti ini). Tapi yang pasti di beberapa bagian walaupun ada genangan air justru malah memberi sensasi dengan watersplash-nya … whohooooooooo

AM2r

Ada beberapa persimpangan yang gue temui di sepanjang jalur AM ini yang terkadang cukup membuat bingung. Apalagi sebelum mulai mencoba jalur ini om Nando bercerita bahwa minggu lalu ada seorang bule yang nyasar lumayan jauh karena salah mengambil jalur.

Dengan panjang hanya sekitar 4.7 km, goweser dengan skill dibawah rata-rata seperti gue ini maka kurang lebih hanya dibutuhkan waktu kurang dari 30 menit untuk menyelesaikannya. Seperti yang sudah gue simggung sebelumnya ahir dari jalur AM ini adalah jalan aspal. Namun sebelumnya kita harus melewati area transisi dimana jalur sudah tidak berupa singletrack lagi namun sudah seukuran jalan aspal. Area tersebut berupa batuan yang sangat lepas agak ngeri juga sih gue ngelewatin spot ini.

AM4r

“Hmmmm jalur yang menyenangkan,” puji gue dalam hati mengomentari jalur AM Kaki Dian MountainBike Park yang baru saja selesai gue coba. Sebetulnya ingin nyoba satu run lagi cuma gak enak sama tuan rumah ah karena tadi janjinya jalur AM 1 run dan DH 2 run.

Melihat area finish point ini memang benar seperti apa yang sudah om Jhipo terangkan saat dalam perjalanan dari hotel menuju Kaki Dian bahwa sangat mungkin nantinya proyek pembangunan jalan akan dilanjutkan dari atas bukit tempat start point menuju finish point sini. Oleh karenanya teman-teman disisi juga sedang explore beberapa jalur baru sebagai persiapan backup jika nantinya benar-benar jalur AM ini menjadi jalan aspal. So mumpung ada waktu yakin pada gak pingin main ke Manado dan mencoba jalur AM ini?  #ctek ctek ctek nyalain Rinnai

AM7r

My ride-buddies di jalur AM (minus om Jhipo dan om Chuna yang belum sampai hihihihi)

DH Section, Worth Every Inches

Kalau kita memarkir kendaraan di bawah landmark Kaki Dian maka untuk menuju start point  jalur DH berarti kita harus gowes balik menurun ke arah kedatangan. Belum ada start gate berbentuk panggung seperti yang biasanya ada di awal jalur DH. Hanya terlihat  jalur tanah ditengah-tengah ilalang. Pada DH run kali ini ikut bergabung om Tommy yang beberapa waktu lalu pernah naik podium lomba Triathlon. Dia memilih urutan tepat dibelakang gue. Jadi urutannya sekarang adalah tetap om Indra dan om Edwin di depan, gue, om Tommy, om Lukcy, om Chuna dan om Jhipo. Gue agak bingung juga sih kenapa justru kali ini om Indra mengapa malah justru melepas fullface-nya dan memakai DJ lid. Tapi yang pasti gak mengurangi kecepatannya🙂

IMG_0147r

Jalur DH ini walaupun tetap banyak ditumbuhi pepohonan di kiri-kanan jalur namun cenderung lebih terbuka dan lebih terang dibanding jalur AM tadi. Karena masih dalam area bukit yang sama maka jenis permukaan jalur juga sangat mirip dengan jalur AM. Perbedaan yang pasti adalah sama sekali gak ada tanjakan whohooooooooo.

Lebar jalur cenderung lebih lebar ketimbang jalur AM bahkan di beberapa spot terlihat sangaaat lebar. Gak kebayang deh bagaimana usaha keras mereka saat pertama kali membuka jalur, menebas ilalang dan pepohonan sehingga bisa seperti sekarang ini.

IMG_0150r

Mungkin seharusnya om Tommy memilih posisi bukan dibelakang gue karena gue yakin irama gowes gue yang pelan ini menggangu irama gowes dia hihhihihihi. Di suatu spot turunan lumayan terjal agak menikung entah karena ban yang tidak mendapat traksi karena batuan lepas arah roda depan gue gak bisa dikendalikan dan mengarah ke semak-semak sebelah kanan. Karena sudah tidak bisa dikoreksi ahirnya gue melepaskan sepeda . Dan ternyata om Tommy yang jaraknya lumayan dekat dibelakang gue sepertinya juga kaget ketika keluar dari tikungan tadi sehingga ikutan terjatuh hihihihihihihi. Sorry yaaa om ..

Sama seperti jalur AM, turunan terahir di jalur DH ini lumayan cukup menyeramkan. Walaupun disediakan chicken way tapi rasa-rasanya jalur chicken way tersebut tidak lebih mudah ketimbang jalur utamanya. Pada run pertama sebelum masuk ke spot tadi terlihat puluhan buah kelapa di dekat jalur sepeda. Agak kagok juga saat harus memilih jalur di samping buah kelapa ini. Langsung disambung dengan jalur berbatu baru masuk  spot turunan terahir tadi. Dari hasil pengamatan saat pertama kali tiba tadi pagi, gue ingat jalur chicken way ada sisi kanan so dengan sangat hati hati gue mulai melilih jalur yang akan gue lalui.

DH1b

Pada run kedua ternyata dasar gue yang memang penakut ahirnya tetap memilih chikcen way (lagi) namun kali ini memilih lebih ke sisi kanan hampir menyentuh batu besar disisi tebing. Ternyata pilihan jalur inipun bukan pilihan yang tepat. Merubah arah sepeda pada turunan curam seperti ini bukanlah ide bagus (imho). Fuiiiiiiih ahirnya sampai juga dibawah ……

DH2ir

Penutup 

Masih banyak ide-ide brilian untuk pemolesan jalur DH ini. Menurut om Nando kedepannya akan dibuat beberapa berm dan obstacle. Akan butuh banyak waktu dan tenaga untuk menegerjakan semua ini. Gue yang tidak tinggal disana tentunya hanya akan bisa bantu dukungan moril kepada rekan-rekan disana.

Keep digging .. keep exploring bros .. You’re the best !!!. Sangat senang berkenalan dan bisa gowes bareng kalian

Special Thanks untuk om Jhipo yang rela hujan-hujanan menemani gue duduk di pickup dalam perjalanan kembali dari Kaki Dian ke  hotel dan juga semua rekan-rekan di Kaki Dian MountainBike Park

Cikarang 24 May 2013,

Cheers, Mantel – T4 aka TaTuTuTa aka Tanjakan Tuntun Turunan Takut


3 comments

  1. Mantap om’🙂
    What a pleasure to ride and be with another rider in Kaki Dian😀 Coba kalo om ngomong mau AM sekali lagi, pasti di temenin🙂
    Makasih om’ buar report’nya😀
    Support banged nih😀
    Hehehehehehe🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s