Trek Setianegara, Tidak Panjang Namun Menantang

Prolog :  Trip gowes bareng Roger Bagen kali ini bisa dibilang yang paling melelahkan. Bukan lelah karena gowesnya akan tetapi lelah karena hampir semua peserta rombongan benar-benar nyaris tidak tidur sama sekali sepanjang perjalanan dari Bekasi menuju kota Kuningan. Menurut rencana awal kalau kita berangkat dari Bekasi pukul 9 malam maka kira-kira akan tiba di Kuningan sekitar pukul 4 atau 5 pagi sehingga kami masih punya waktu 2 atau 3 jam untuk istirahat.

Namun apa yang terjadi??? Rombongan baru mulai bergerak dari Bekasi sekitar pukul 11 malam, dan gue udah nunggu di ujung gerbang tol Cikarang Barat sedari pukul 21.15 Fuiiiiiuuh. Berhubung adanya informasi bahwa jalur Pantura sedang macet total maka kami memilih jalur tengah via Subang. Namun ternyata di jalur tengah inipun terdapat beberapa titik ruas jalan di sekitar Cikamurang yang sedang dibeton yang membuat perjalanan terhambat. Tiba di Kuningan sekitar jam 7.30 pagi, sarapan dan langsung bersiap-siap berangkat menuju starting point.

Gue sendiri kebagian nyupir selepas shalat Subuh kurang lebih 2,5 jam menjelang kota Kuningan, jadi benar-benar mata masih sepet banget hihihihihi. Dari sisi kesehatan sebenarnya ini contoh yang kurang bagus, kondisi fisik yang kurang istirahat langsung disambung dengan aktivitas bersepedah yang membutuhkan konsentrasi dan fisik yang prima. Jadi harap jangan dicontoh ya …. Namun apa mau dikata … the show must go on. Karena menurut hikayat, rencana gowes ke Kuningan ini sudah direncanakan sedari 7 (tujuh) tahun yang lalu🙂

Track SetiaNegara  – Sesi Tanjakan

Dinamakan jalur Setianegara karena awal dari jalur gowes berada pada ujung desa Setianegara. Sebenarnya arah jalur sepeda yang kita lalui menjauh dari desa tersebut yakni memasuki area desa Cibeureum (banyak banget ya desa dengan nama ini…) yang juga sudah masuk area Taman Nasional Hutan Lindung Gunung Ciremai. Panjang jalur sepedah ini sekitar 13 km saja dimana sekitar 3,5 km awal perjalanan adalah jalur menanjak (Ya benar … memang gak salah … 3,5 km tanjakan) dimana sebenarnya masih dapat dilalui oleh kendaraan roda empat.

Namun ‘sial’ bagi rombongan kami, pickup yang kami sewa ternyata ground clearance-nya rendah so khawatir akan merusak kendaraan maka kami “diturunkan” di seperempat perjalanan. Sisa tiga perempat dari 3,5 km (silahkan dihitung sendiri dech) tadi terpaksa sepeda harus kami gowes. Hadewwwwww mata sepet masih disuguhkan tanjakan pula hihihihihihihi. Tapi gue sendiri memutuskan mencoba gowes barang semeter dua meter. Hitung-hitung pemanasanlah (padahal sih betis udah lumayan panas bin pegel sisa nyupir tadi pagi)

SetiaNegara 001r

Selepas dari area yang rimbun tadi sekarang kita memasuki area yang lebih terbuka. Yang tidak berubah dari area yang sekarang gue masuki adalah bahwa  jalur masih berupa tanjakan dan permukaan jalur masih berupa bebatuan lumayan besar.

Oh iya …. Salah satu alasan lain mengapa gue masih mencoba gowes di jalur tanjakan ini adalah dalam rangka review kecil-kecilan terhadap produk jersey lengan 3/4 keluaran Royal Racing seri Royal Athelic 2013. Royal Athletic 2013Kalau di sebuah toko online terbesar di Inggris sana jersey ini sebenarnya memang dimasukkan dalam kategori Mens DH Jersey jadi benar-benar bukan didesain untuk gowes miring atas seperti yang sedang gue lakukan ini hihihihi.  Makanya so far sampai dengan sekitar 30 menitan gue pakai agak berasa sedikit gerah. Secara materi sepertinya pori-porinya tidak memberikan banyak udara masuk (istilahnya breathable) dan juga tidak terlalu maksimal menyerap keringan yang ada pada badan gue.

Nilai 3 skala 5 gue rasa cukup fair gue berikan pada produk ini untuk masalah kenyamanan. Untuk model dan penampilan sih gue gak ragu-ragu untuk kasih nilai 4.5 skala 5. Apalagi warna electric blue ini sangat eye-catching dan cocok banget saat gue difoto dengan background padang rerumputan di area kaki gunung Ciremai ini.

Acara gowes kita hari ini di pandu oleh dua rekan dari Kuningan, om Habib kalau gak salah dengan tunggangannya Mondraker Kaiser dan om Nana dengan Spesh SX. Kebayang dong gimana asiknya om Habib  nanjak pakai Kaiser. But trust me he rode his rig at this ascending spot. Om Habib adalah memang atlit DH so no wonder beliau punya fisik yang mantaf.

Jalur menanjak tadi berahir pada halaman sebuah bangunan yang sekelilingnya terbuat dari kayu mirip dengan sebuah villa. Briefing dan berdoa (walaupun telat) dilakukan di halaman bangunan ini. Menurut om Nana sisa jalur sepeda hanya tinggal 9 km lagi dengan 75% diantaranya turunan …. Hmmmmmmm yummmieeee. Semua peserta rombongan terlihat sudah tidak sabar untuk segera menyicipi jalur ini.

Track SetiaNegara  – Sesi Turunan

SetiaNegara 015rAda yang spesial dari Roger Bagen kali ini. Kalau sebelumnya yang gue tahu hampir seluruh kru Roger Bagen  yang gue kenal adalah pria bijaksana sedikit berumur (nice way to say the guy with more than 45 year old hihihihihi) tapi kali ini ada yang sangat mencolok. David seorang bocah berusia 11 tahun yang katanya baru mau lulus SD lengkap dengan helm fullface ada pada rombongan ini. Sepanjang yang gue perhatikan, pada sesi tanjakan tadi dia sama tidak terlihat menggerutu. Hampir pada semua spot dia tetap mencoba menggowes sepedanya. Beberapa kali gue menawarkan diri untuk membawakan helmnya karena terlihat agak kepayahan saat mendorong sepeda dengan sambil membawa helm tadi, namun selalu dia tolak. Wajahnya makin berseri-seri saat tahu bahwa yang akan dihadapinya nanti sebagian besar adalah jalur menurun.

Apakah David berada disini sendirian tanpa pengawalan orang tua? Hmmmmm sebenarnya Papahnya sih ada dirombongan ini juga, cuma somehow kok ya pada sesi tanjakan tadi lebih sering ketinggalan dibelakang anaknya ya? bahkan sang bapak adalah peserta rombongan terahir yang  tiba di halaman villa sedangkan sang anak sudah tiba sedari tadi wkakakakakakaka sungguh terrrlaluuuu.

Ibarat shalat berjamaah dimana posisi shaf pertama dibelakang kanan imam adalah lebih utama, maka seperti yang sudah-sudah semua berebut menempati urutan kedua dibelakang om Habib sang Marshall. Sebagai salah seorang yang berusia (relatif) paling muda yaaa gue tahu dirilah .. cuma kebagian urutan kesekian.  Di awal-awal sesi turunan jalur berupa single track yang terlihat lumayan jelas dengan permukaan tanah sedikit gembur, perfect !!!.

SetiaNegara 013r

Pohon putri malu ataupun ilalang  yang tumbung di kiri-kanan jalur adalah musuh utama jersey dan terbukti beberapa bagian di lengan bahkan di dada dari jersey baru yang gue pakai ini terlihat benang yang seperti tertarik keluar akibat tersangkut tumbuhan tadi. Sudah lumayan cukup lama gue gak gowes di single track model seperti ini jadi gue benar-benar berusaha menikmati setiap putaran roda sambil tetap menjaga pandangan sedikit ke depan agar dapat mengantisipasi bilamana ada obstacle disana.

Jalur Setianegara ini boleh jadi sangat jarang dilewati baik oleh penduduk maupun goweser karena terkadang single track tadi nyaris tak terlihat tertutup rimbunnya pohon-pohon kecil dan ilalang disekelilingnya.

SetiaNegara 034r

Semakin lama kita mengikuti jalur menurun ini makin terasa sejuk, sinar matahari bahkan terkadang tertahan oleh rimbunnya pepohonan. Jalur tidak lagi lurus namun sudah dengan kombinasi sedikit zigzag. Bebatuan juga sudah mulai terlihat disana sini, gue mulai lebih berkonsentrasi karena sepertinya jalur sudah mulai gak bercanda lagi, getting more technical and wild.

Giant Reign X1 angkatan tua milik gue ini sepertinya masih sangat bisa diandalkan di jalur liar model seperti ini. 6.7 inch rear wheel travel dan mounting rearshock yang nyaris sejajar dengan bottom bracket ini seperti membuat sepeda lekat dengan permukaan jalur bebatuan ini. Istilahnya very low center of gravity (hihihihihihi muji barang milik sendiri boleh dounk)

RB001

Dalam hati sebenarnya gue masih kepikiran tentang David, tidak bermaksud memandang sebelah mata kemampuan anak ini tapi beberapa goweser dewasa yang melewati beberapa spot yang technical tadi saja ada yang harus turun dari sepedahnya hihihiihihihihi.

Saat briefing tadi telah disepakati bahwa bilamana ada simpangan yang ditemui maka om Habib akan menunggu semua anggota rombongan tiba. Saatnya kami regroup pertama, dari raut wajah sebagian anggota rombongan yang telah tiba terpancar rona bahagia karena telah menikmati sebagian jalur menurun tadi.  Ekspresi wajah dari orang yang tidak tidur semalaman sepertinya sudah tidak terlihat lagi. David juga sudah tiba dengan pengawalan papahnya dibelakang, lebih tepatnya jauh ketinggalan dibelakang wkakakakakaka.

RB002

Track SetiaNegara – Sesi Turunan Makin Menggila.

Setelah cukup beristirahat dan menurunkan adrenalin yang tadi sempat memuncak  kita semua kembali bersiap memulai perjalanan lagi. Om Dijeh yang pernah naik podium pada sebuah kejuaraan downhill mall kembali tidak rela jika posisinya yang tepat dibelakang marshal direbut oleh goweser lain. Gue sendiri kebagian diurutan empat dibelakang kang Aris. Pada saat istirahat tadi om Dijeh dengan bercanda sempat berbicara ke om Habib agar lebih cepat sedikit gowesnya.

“Om Habib bisa lebih cepat sedikit gowesnya??” Huehehehehe dasar om Dijeh.

Tapi benar saja kali ini om habib benar-benar menunjukkan kepiawaiannya tancap gas meninggalkan kita. Diawal-awal jarak om Dijeh dengan om Habib mungkin sekitar 9 atau 10 meter tapi makin lama makin bertambah jauh jaraknya hahahahaha.  Sampailah kita di sebuah spot jalur yang penuh dengan bebatuan. Lebar jalur juga tidah lebar-lebar banget sehingga blaaaaas sama sekali gak bisa memilih jalur. Dengan kondisi seperti yang bisa gue lakukan hanyalah sekedar mengatur posisi badan, membuat sepeda sestabil mungkin dengan sekuat tenaga membuat roda depan tidak sampai menumbuk ‘body’ dari bebatuan tadi.

RB005Kali ini sial menghampiri om Dijeh, di suatu turunan panjang berbatu lumayan terjal jauh di depan sana gue liat posisi badannya sudah gak diposisi yang sebenarnya, entah karena guncangan yang hebat terlihat badannya sudah nyaris menempel ke handlebar. Dengan posisi seperti tadi sudah bisa ditebak om Dijeh akan terjatuh. Gubraaaaaaaak … Naaaah kan benar hihiihihihihihihi. Tapi bukan om Dijeh kalau tidak segera bangkit kembali … tapi tidak lama berselang kembali dia jatuh dan jatuh lagi .. Hadheeeeeew

Selain spot jalur berbatu tadi icon jalur Setianegara ini adalah sebuah spot dimana jalurnya sangaaaaaat licin. Saat briefing om Nana sudah mewanti-wanti bahwa di spot ini hampir sebagian besar  goweser biasanya jatuh jungkir balik. Dan benar saja ….  jalur beneran super licin. Gue sendiri lebih mencari aman dengan mengarahkan roda depan melewati rerumputan di sisi kanan jalur licin ini sekedar memberikan sedikit traksi pada roda. Disini pun om Dijeh kembali terjatuh, jadi kalau ditotal sudah 5x dia jatuh sepanjang sesi kedua ini xixixixixixixixi.

Icon berikutnya adalah sebuah drop setinggi kurang lebih 1,5 meter dengan area mendarat yang  flat yang jaraknya sama sekali  tidak panjang. Lalu disambung dengan drop lain Tweteeeeewwwwwww. Cuma om Habib yang berani mencoba. Maaf ya om kita memang cinta jalur turunan tapi kita lebih cinta keluarga di rumah hihihihihihihihi.

RB003

Jalur chicken way yang baru pada spot drop-off tadi ada di sebelah kanan, tapi gue sendiri mencoba jalur persis di sisi kiri drop-off tadi. Sedikit lebih curam ketimbang jalur chicken way sisi kanan namun yang pasti jauuuh lebih aman ketimbang drop-off tadi hihhihihihi.

Kali ini gue memutuskan nyolong start untuk meneruskan perjalanan terlebih dahulu. Sesudaah spot drop-off tadi masih tersaji banyak turunan. Wajar saja karena area yang kita sedang lewati ini memang salah satu bagian dari track DH. Salah satunya adalah sebuah turunan yang tidak terlalu panjang dan terdapat trap yang terbuat dari karung-karung mirip dengan yang terdapat di jalur Kaligua.

SetiaNegara 023r

Track SetiaNegara – Penutup

Pernahkah anda saat di Mall mendengar pengumuman bahwa telah hilang seorang anak berusia bla bla bla dengan ciri-ciri bla bla bla bla? Naaah yang terjadi pada rombongan kami adalah justru kebalikannya. Om Brury yang notabene adalah ayah dari David telah hilang !!!!!! hihhihihihihihi.

Rombongan sepakat untuk istirahat makan siang sambil menunggu om Habib dan om Nana yang gowes balik arah untuk mencari om Brury. David sang anak masih terlihat santai sambil menikmati makan siang bersama kami.

“David, lain kali papahnya gak usah diajak gowes lagi aja ya …… .” ledek om Dijeh kepada David.

Kang Aris mencoba menelpon om Brury. Koneksi telpon sempat sebentar tersambung namun ketika yang bersangkutan ditanya lokasi ataupun landmark disekelilingnya yang bisa dijadikan acuan untuk mengarahkannya menuju lokasi tempat kita makan siang yang bersangkutan juga tidak bisa menjelaskannya. Om Habib dan Om Nana kembali tanpa hasil. Kali ini mimik wajah David mulai sedikit berubah.

Setelah lebih dari 1/2 jam menunggu Alhamdulillah ahirnya om Brury berhasil menemui kami …….

Kembali pada review jersey Royal Athelic 2013, sesampainya dirumah setelah dipakai 1x pada jalur Setianegara ini makin terlihat banyaknya kerutan ataupun benang yang terkelupas. Dengan harga 230an ribu (harga sesudah diskon)  kualitas jersey dan kenyamanannya mungkin tidak lebih baik ketimbang jersey buatan lokal merek har**** ataupun dir***** imho.

Royal Athletic 2013 after Setianegara Ride

Special thanks untuk :

  • Om Hamzah PGCC sang tuan rumah yang telah menjamu kami selama di kota Kuningan
  • Om Habib dan om Nana yang telah mengantar kami ke track yang menantang ini
  • Semua rekan-rekan Roger Bagen Bekasi yang selama ini telah mengizinkan gue gowes bareng mereka

Cheers, Mantel

T4 aka TaTuTuTa aka Tanjakan Tuntun Turunan Takut

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s