Lombok Beaches & All-Day Long Ride at Gili Trawangan – May 2013

Prolog : Sepulang dari Mini Tour de Celebes,  masuk kantor kerja 2 hari langsung pergi lagi ke pulau Lombok. Maksud hati sih ingin melampaui dua tiga pulau dengan sekali dayung, namun apa daya lupa bawa dayung :-) Sempat gerilya mencari teman di Lombok yang bisa nganter gowes di trek Senaru kaki Gn. Rinjani, Namun Kali ini usaha gue gagal total. Maka walhasil diputuskan kepergian ke Lombok kali ini tidak akan membawa sepeda, cukup helm, glove dan backpack saja, just in case ada kesempatan gowes disana somehow, somewhere.

Day 1, Pantai, Pantai dan Pantai lagi.

Ini adalah kunjungan gue ketiga ke pulau Lombok. Terahir gue kesini sekitar pertengahan tahun 2002 jadi agak kaget juga ketika tahu lokasi bandara sekarang sangat jauh di luar kota Lombok. Bangungan bandara terlihat megah dengan pelataran parkir yang sangat luas. Tanpa ingin membuang banyak waktu kami memutuskan untuk mengunjungi beberapa pantai yang lokasinya berlawanan arah dengan kota Lombok. Jadi kalau kita keluar bandara ke arah kanan menuju kota maka kita memilih arah kiri.

Tujuan pertama adalah pantai Mawun, sebuah pantai yang masih sepi dengan pasirnya yang halus, view yang sangat indah dan bersih. Kalau dulu akses jalan menuju pantai masih jelek namun saat ini sudah sangat mulus dilapisi aspal halus hampir sampai dibibir pantai. Tidak lebih dari 45 menit perjalanan dari bandara menuju pantai Mawun ini dengan sebelumnya melewati jalur berbukit dan beberapa lokasi penggalian emas.

003ar

Lokasi pantai ini berada dalam cerukan/teluk kecil sehingga ombaknya juga tidak terlalu besar, lumayan aman untuk berenang ditepi pantainya. Agak heran juga sih melihat pantai yang begitu indah ini namun pengunjung yang datang dapat dihitung dengan jari. Atau mungkin karena saat itu adalah hari Jum’at sore? hmmm mungkin juga sih…

Setelah puas bermain air dan foto-foto perjalanan kami lanjutkan menuju pantai Tanjung Aan. Akses jalan menuju pantai ini tidaklah semulus jalan menuju pantai Mawun namun yang pasti area menuju pantai Tanjung Aan ini lebih ramai dan lebih terasa aroma pariwisatanya. Secara kualitas pantainya sih jauh dibawah pantai Mawun, imho. Namun memang kalau untuk melihat sunset pantai Tanjung Aan ini sedikit unggul.

Naaah sekarang bagian yang sangat membosankan, yakni perjalanan pulang kearah hotel di area Pantai Sanggigi. Butuh hampir 2,5 jam dari Tanjung Aan untuk sampai di lobby hotel. Ketika gue memasuki area lobby, seorang security hotel yang melihat ada sebuah helm sepeda tergantung dibelakang backpack menegur ramah,

“Mau bersepeda di Lombok Pak?” ujar bapak security hotel tadi.

“Iya pak, Insya Allah kalau ada waktu.” Jawab gue dengan tidak kalah ramahnya.

Obrolan bersambung, beliau menerangkan bahwa ada trek  bagus di bukit di seberang lokasi hotel ini. Ahirnya gue pamit diri pada bapak security tadi untuk checkin di meja recepsionis. Saat gue sedang berdiri mengantri kembali seorang pria dengan name-tag hotel ramah menegur. Gue sangat yakin helm sepeda gue ini yang membuat mereka ramah menegur (GR). Obrol punya obrol ternyata pria tadi adalah Assistant Manager Pemasaran hotel ini. Seperti yang sudah pernah gue tulis, sepeda itu adalah bahasa yang sangat universal.

Day 2. The Gili

Jam menunjukkan hampir pukul setenga lima sore ketiga boat kuning ukuran lumayan besar ini merapat di dermaga private milik sebuah hotel tempat gue akan menginap selama di Gili Trawangan ini. Sedari Jakarta gue memang sudah berniat untuk menyempatkan diri gowes barang sejam-dua jam selama di pulau Lombok dan sekitarnya.

Hal pertama yang gue lakukan setelah check-in adalah mencari penyewaan sepeda. Gue sudah mewanti-wanti sebisa mungkin untuk dicarikan sepeda MTB. Petugas hotelpun bergegas mencari stok sepeda pesanan gue. Sambil menunggu gue menghabiskan waktu untuk sekedar mencari info tentang jalur sepedahan di pulau ini. Hampir 30 menitan menunggu ahirnya pesanan gue datang juga. Voilllaaaaaa sebuah hardtail dengan frame berwarna manis kombinasi hitam dan merah. Quick physical check, hmmmmm sepeda dengan geometri XC dengan label Lerun 100 series. Wooooow ternyata sepeda ini keluaran Polygon. Pindah ke bagian drivetrain, Well not bad 3×8 revo shifter Shimano Tourney. Sekarang pindah kebagian kockpit dan control, ahaaaaaa sepasang V-brake dengan lever yang masih lumayan empuk. Handlebar menurut perkiraan gue panjangnya sekitar 680mm. Last part bagian suspensi, 100mm travel fork dengan label Lerun.

Hmmmm looks promissing juga nich sepeda untuk ngubek-ngubek pulau.” Ujar gue dalam hati. Masih bagus dapat sewaan sebuah MTB dari pada sepeda jengky hihihihihihi. Tapi apapun jenis sepedahnya .. yang penting sepedahannya cuyyyy !!! Iya gak sehhhh???

Menurut rencana yang sudah gue susun saat dalam motor boat saat perjalanan menyebeberang ke Gili Trawangan tadi sore ini juga jika memungkinkan gue akan langsung gowes sambil menikmati Sunset. Informasi berharga yang gue dapat mengenai trek sepeda di pulau ini adalah jalan conblok yang ada di depan halaman hotel ini jika ditelusuri mengelilingi pulau maka akan membawa kita kembali ke tempat yang sama. Yang pasti target gue tentunya memang tidak akan menyelesaikan acara gowes satu putaran mengelilingi pulau sore ini juga.

Gue memutuskan untuk mulai gowes dari depan pelataran hotel searah jarum jam. Waktu masih menunjukkan pukul lima sore kurang sedikit dan target gowes sore ini adalah mencari Sunset !!!! Sebetulnya gowes onroad bukan favorit gue, tapi apa mau dikata yang ada di depan mata cuma ini. Walaupun permukaan jalan bukanlah aspal, namun tetap saja ini namanya onroad toh?? hihihihihi

Sekitar sepuluh menitan gowes gue melihat sebuah spot yang menurut gue lumayan bagus untuk bikin dokumentasi. Sebuah tempat di bibir pantai dimana di seberang lautan sana terlihat ujung dari Gili Air

008r

Awan mulai bergerak lambat menutupi sinar matahari yang memang sudah waktunya mau pulang ke ufuk barat. Ini tanda-tandanya sunset gak akan terlihat sempurna. Gowes must go on … gue meneruskan kayuhan mencari spot menarik lain di sepanjang pantai ini. Naahhh ahir ketemu juga. Ada pepohonan yang menjorok ke arah bibir pantai .. lumayanlah untuk jadi frame. Spot ini menurut gue lebih bagus dari yang sebelumnya, maka kali ini gue gak mau rugi untuk ikutan foto bersama sepeda hihihihihihihi.

012r

Arghhhhhh benar saja acra berburu sunset sore ini gagal … suasana mendung benar-benar tidak mendukung. Matahari tertutup awan saat tenggelam di horizon. Tapi tak apalah .. yang penting gue teruskan acara narsis di sore ini sebelum melanjutkan gowes mencari mesjid untuk menumpang shalat Maghrib.  Naaaaah kebetulan di depan sana area pantainya berisi pasir yang lebih lembut dan tidak tampak sama sekali sampah. Sebuah tempat yang pas untuk mengabadikan sepeda ini dengan background lautan lepas.

013r

Dari informasi penduduk yang gue temui di tengah jalan ada sebuah mesjid yang berada pada sebuah perkampungan di tengah pulau. Untuk sampai kesana landmarknya adalah sebuah menara/tower, tidak jauh dari tower tersebut ada sebuah belokan ke arah kanan dengan jalur offroad. Nah ini yang gue cari …..

Jalan makin tidak terlihat karena area sini sudah bukan lagi area hotel sehingga sama sekali tidak ada lampu penerangan. Agak ragu juga sih gowes di kegelapan seperti ini. Ahirnya gue memutuskan untuk balik arah menuju hotel menggunakan rute keberangkatan gue tadi. Niatnya sesudah mandi, makan malam gue akan meneruskan menelusuri pulau ini sambil menikmati kehidupan malam Minggu di Gili Trawangan ini.

Sesuai rencana, kini gue memilih arah kebalikan dari jarum jam dari depan halaman hotel. Menurut informasi kehidupan malam memang lebih banyak di area sana. Benar saja, di depan sana sudah ada kerumunan para bule yang sedang menyaksikan tari api. Tarian api ini dilakukan oleh seorang pemuda penduduk lokal dengan memegang dua buah tali dimana pada ujung-ujungnya terdapat bola api. badan pemuda tadi meliuk-liuk indah sambil tangannya menggerak-gerakan bola api tadi.

IMG_20130518_214152r

Tidak sampai 45 menit mengayuh sepeda ini, gue telah tiba kembali ke area yang sepi dan gelap. Ternyata barisan hotel dan tempat hiburan sudah tidak ada lagi di area sini. Lumayan seram juga sih sendirian di pinggir pantai dimalam yang gelap gulita ini. Ahirnya gue memutuskan untuk kembali ke hotel. Gue akan meneruskan penelusuran pulau ini esok pagi .. masih penasaran dengan ujung dari jalan conblock ini sekalian berburu Sunrise !!!!!

Day 3. Berburu Sunrise.

Sehabis sholat subuh, buru-buru gue mengeluarkan sepeda dari dalam kamar hotel. Tidak mau keduluan dengan sang matahari yang sepertinya sudah siap terbit di ufuk timur sana. Jalur yang semalam telah gue lewati sebagian kembali gue ulang. Ternyata sang matahari masih belum mau menampakkan dirinya.

014r

Kayuhan demi kayuhan kembali gue lakukan. Lokasi tempat gue balik arah semalam sudah terlewati beberapa menit yang lalu. Di horizon sana mulai terlihat pancaran sinar sang mentari. Agak tergesa-gesa gue menggowes sepeda ini untuk mencari spot yang pas agar saat membuat foto nanti pas dengan background yang mantaf. Alhamdulillah ahirnyaaaaaaaaaa ketemu juga spot yang dicari.

IMG-20130519-WA0012r

Setelah puas mengabadikan keindahan matahari terbit tadi, perjalanan kembali gue lanjutkan. Jalan conblock sudah banyak yang tertutup pasir yang mungkin terbawa saat air laut pasang. Malah di depan sana lebar jalan sudah makin mengecil. Dibeberpa bagian sepeda terpaksa gue tentun. Hihihihihihih TTB gak mengenal tempat cuy … mem ang dasar hobbynya anak T4 wkakakakakakaka

Ternyata dari spot ini tidak lebih dari 30 menit gowes gue telah sampai kembali di area tower yang semalam gue lewati. Jadi kalau dihitung total waktu yang dibutuhkan untuk mengelilingi Gili Trawangan ini dengan bersepeda tidak lebih dari 1,5 jam saja. But it worths every minutes,  Trust me.

Cheers, Mantel

T4 aka TaTuTuTa aka Tanjakan Tuntun Turunan Takut


One comment


Comments are closed.