Angry Bird Cianjur, Singletrack dan Viewnya Membuat Mata Segar

Prolog : Ibarat pepatah kata ‘Semut di seberang lautan tampak, Gajah di pelupuk mata tak tampak’. Kemana aja gue selama ini sampai-sampai jalur sepeda seciamik Angry Bird aka Mangam aka Manuk Ngamuk yang lokasinya ‘relatif dekat’ dengan tempat tinggal gue ini baru sempat dikunjungi 14 bulan September ini. Trek Angry Bird ini adalah trek ketiga di wilayah Cianjur dan sekitarnya yang pernah gue coba setelah sebelumnya gue pernah mengunjungi Gunung Padang pada Mei 2011 dan Aquila 31 Agustus 2013.

Penuh Perjuangan

Jarak antara Bekasi menuju starting point jalur Angry Bird ini kurang lebih hanya 120 km saja. Namun dengan pertimbangan bahwa waktu keberangkatan kita yang memang sudah agak kesiangan sehingga kami memutuskan tidak memilih jalur Puncak Ciawi untuk menuju kota Cianjur karena khawatir akan tertahan arus buka-tutup ataupun kemacetan di sepanjang jalur tersebut. Kami memilih melalui jalur Jonggol untuk mencapai kota Cianjur. Secara jarak memang lebih dekat namun permukaan jalan yang bergelombang pada ahirnya juga tetap memperlambat kedatangan kami di tikum yang telah ditentukan.

Perjuangan pertama adalah bagaimana membawa Swift hitam dekil milik gue ini dengan 4 penumpang melewati tiga buah proyek jalan beton. Masing-masing dari jalan beton tersebut diawali dengan tanjakan yang membuat mobil gue ini selalu ngegresot dan nyangkut (bingung mencari padanan kata bahasa Indonesianya hihihihihihi).

Kejadian yang cukup menggelikan sekaligus menjengkelkan bisa dikategorikan sebagai perjuangan kedua. Setalah mengendarai mobil hampir 3,5 jam lebih ahirnya kami tiba juga starting point. Namun bagaimana rasanya jika anda sudah siap gowes lalu menyadari bahwa seatpost beserta saddle sudah tidak ada lagi ditempatnya ??? Teeet Tooooott. Dugaan kami kemungkinan besar karena terjatuh di perjalanan antara Jonggol dan Cianjur yang memang super bumpy tersebut. Om Iwan sang empunya Adrenalin FR yang mengalami nasib naas ini segera mencari pertolongan pertama. Untunglah tidak jauh dari Polsek Campaka dimana kita unloading terdapat sebuah toko sepeda anak-anak. Seatpost sepeda anak-anak jelas berbeda ukurannya, terpaksa seatpost tersebut dilapisi semacam lakban agar dapat masuk ke lobang seat tube. Ahirnya baru sekitar jam 11 lewat dua puluh menit rombongan mulai gowes. Mungkin ini adalah rekor tersiang gue memulai gowes hihihihihi.

Viewnya Bikin Mata Segar.

Total rombongan dari Bekasi ada 13 goweser dan kali ini ditemani langsung oleh 3 rekan dari Brown Sugar yang notabene adalah yang paling paham seluk beluk trek ini. Pada saat briefing tadi sekilas gue memperhatikan bukit diujung sana. Dugaan gue nantinya kita akan gowes mengelilingi sisi kanan dari bukit tersebut. Hijaunya warna bukit tersebut seperti memberi janji bahwa jalur yang akan kami lalui nanti akan memberikan suasana sejuk karena rindangnya pepohonan disana.

Sebagai pemanasan betis awal perjalanan didominasi oleh jalan aspal pedesaan yang sudah mulai rusak. Jalan ini mulai menanjak namun masih cukup sopan kualiatas tanjakannya sehingga untuk ukuran goweser dengan nafas pas-pasan dan juga kualitas dengkul Non Series seperti gue ini masih bisa menikmati kayuhan demi kayuhan.

Angry Birds 003r

Menurut perkiraan gue yang tidak terkalibrasi ini jalan desa menanjak tadi tidak lebih dari 2 km sampai sang marshall memerintahkan berbelok kiri menuju jalur singletrack ….. Hmmmm yummmmieee. Ini yang ditunggu-tunggu sedari tadi. Walaupun jalur masih agak menanjak namun menurut pendapat gue pribadi yang pasti gowes di offroad memberikan sensai yang berbeda.

Sama saat gowes menanjak di jalan aspal tadi, di singletrack yang rolling inipun dengan sedikit usaha dan kemauan bagian menanjak tetap masih bisa digowes oleh semua peserta rombongan. Belum habis rasa nikmatnya gowes di singletrack ini di depan saya Sang Maha Pencipta kembali menunjukkan kemurahan hatiNya dengan memberikan kita pemandangan yang pastinya tidak akan kita dapatkan di kota besar seperi Jakarta.  Bukit-bukit di bawah sana terlihat seperti berbaris berlapis-lapis. Agak sedikit disayangkan karena cuaca sedang kurang begitu cerah sehingga bukit-bukit tersebut tidak terlalu terlihat jelas.

Seperti yang sudah gue duga diawal tadi bahwa jalur ini nantinya akan mengitari punggungan bukit.  Namun yang tidak gue duga sebelumnya adalah bahwa di sebelah kanan jalur yang kita lalui akan banyak melewati ‘jurang-jurang’ kecil. Memang agak berlebihan jika kita sebut jurang karena memang dindingnya masih berupa tanah yang tidak terlalu curam juga tidak terlalu landai. Yang pasti andai kita sedang apes dan terjatuh ke bawah sana minimal bisa membuat kita gulung kuming Wkakakakakaka.

Angry Birds 017r

Angry Birds 014r

Ini Baru Namanya Single Track Bung !!!

Pencarian gue selama ini terhadap sebuah single track yang sempurnya untuk bersepeda sepertinya sudah sedikit terjawab disini. Pada beberapa bagian bahkan single track disini ditambah bonus berupa jalur yang lumayan tipis. Dalam artian lebar jalur yang sangat minimal ditambah dengan dinding bukit disebelah kiri kita membuat sensasi dan adrenalin kita makin terpacu karena harus berbagi konsentrasi antara menikmati turunan, menjaga agar ujung handlebar tidak menyangkut dinding bukit serta menjaga agar ban kita tidak melewati batas rerumputan sisi kanan dengan ‘jurang’ yang selalu setia menemani disisi kanannya. Weerrrrrrrrrrrrr

Yang membuat lebih special dari jalur disini menurut gue adalah lika-likunya jalur mengikuti kontur dari punggungan bukit ini. Terkadang di tengah jalur rolling ini jalur berbelok sangat tajam.  Karena tajamnya sampai-sampai kalau terlihat dari jauh jalur seperti hilang dan kita seperti mendekati bibir jurang.  Hadewwwwwwwww ini baru namanya single track !!!!!!

Angry Birds 023r

Entah sudah untuk yang keberapa kali gue memutuskan untuk istirahat sejenak. Sekedar untuk membuat dokumentasi foto pemandangan yang keren di sekeliling gue ini (padahal sih istirahat mau tarik nafas panjang xixixixixi).  Jalur tempat gue beristirahat masih setipis silet. Gue pikir saat ini posisi gue bukan termasuk yang paling belakang jadi gue bisa sedikit lebih santai menikmati semua sajian keindahan yang ajib ini.

Di bawah sana terlihat kaki bukit yang sudah banyak berubah fungsinya menjadi ladang-ladang.  Di sekeling tempat gue beristirahat tidak terlalu banyak pohon besar yang tumbuh. Kalau diawal perjalanan tadi terlihat lumayan jelas pepohonan besar yang menutupi bukit, maka bisa dikatakan bahwa gue saat ini sudah berada pada bukit lain dibelakang bukit hijau tadi. Doooooh nggak ngebayang andai jatuh ke bawah sana ….

Angry Birds 019r

‘Catapult’ Tree, The Icon

Istirahat lumayan lama kali ini kami lakukan sambil menunggu seorang rekan yang sedikit muntah di single track silet tadi. Sambil menikmati bersama pisang sunpr** dan snack yang sengaja dibawakan oleh istri gue sebagai bekal acara gowes hari ini, sang marshall bercerita panjang lebar tentang jalur ini termasuk latar belakang mengapa pada ahirnya bisa dinamakan jalur Angry Bird. Diceritakan juga bahwa tinggal 2 tanjakan lagi yang akan kita temui pada jalur rolling ini. Penasaran dan lumayan gak sabar juga gue ingin segera tiba di spot icon dari trek ini.

Protektor, tali helm kembali gue periksa untuk terahir kali .. wushhh wusshhsh wushhhhh saatnya menikmati turunan. Kalau sudah ketemu jalur seperti ini rasanya kelelahan mengendarai mobil selama 3.5 jam perjalanan menuju Cianjur ini sudah sama sekali tidak terasa. Adrenalin kembali terpacu dan konsentrasi kembali diarahkan saat memilih jalur. Di depan sana terlihat sebuah tikungan ke kiri dengan berm alami yang sepertinya lumayan aman untuk dilewati wusssssshhhhhhhh mantaaaaaf.

IMG-20130914-WA0002r

Oh iya, seperti yang sudah gue ceritakan diawal bahwa total rombongan dari Bekasi sejumlah 13 orang yakni 3 orang dari Roger Bagen, 9 orang rombongan dari group “Gocap” yang dipimpin oleh om Demang (yang sekaligus juga dari Roger Bagen) dan gue sendiri sebagai privateer.  Yang unik dari group “Gocap” ini  konon kabarnya jika mereka pergi touring gowes keluar kota manapun mereka cukup patungan 50 ribu per orang. Dimana dengan biaya sebesar itu sudah termasuk patungan untuk transportasi, makan dan minum xixixixixixixi mantaaaaaf om.

Rombongan sudah terpecah menjadi 2 kelompok sedari tadi. Om Demang sebagai kepala suku “Gocap” telah dengan begitu teganya meninggalkan seluruh anak buahnya di kelompok belakang dan lebih memilih bergabung dengan gue, om Dijeh dan om Iwan di kelompok depan🙂

Tidak jauh dari berm tadi rombongan kembali berhenti. Ada sebuah pohon dengan batangnya yang menyerupai sebuah ketapel berbentuk huruf ‘Y’. Ahaaaaaaa ini toh icon jalur Angry Bird ini .. Pohon ini memang sangat mirip dengan ketapel yang ada pada game Angry Bird. Sebuah tempat yang sempurna untuk membuat foto narsis hihihihihihihihi.

Angry Birds 026r

Skinny Worm Trail, Another Icon

Permukaan tanah jalur menurun selepas pohon ketapel tadi berubah menjadi tanah merah yang agak basah namun tidak sampai mengurangi kenikmatan menuruni jalur ini. Sungguh beruntung kami bisa diantar langsung oleh rekan-rekan dari Brown Sugar yang begitu menguasasi medan, salam salut untuk om Don Cecep yang memimpin kami di depan. Menggunakan sepeda hardtail dengan fork depan tidak lebih dari 130 mm sama sekali tidak membuatnya lambat melibas turunan yang sudah mulai sedikit tehnikal ini. Dan yang membuat gue tambah takjub ternyata kalau diperhatikan lebar ban belakang yang digunakannya gue yakin tidak lebih dari 1.95 inch sedang ban depan 2.1 inch. Sementara gue yang menggunakan ban ukuran 2.35 inch dengan embel-embel ‘downhill specific’ terkadang masih suka sedikit sliding melewati jalur ini🙂

Kenikmatan kita sedikit terganggu manakala di depan gue liat om Don sedikit menurunkan kecepatannya. Om DJ yang sepanjang jalur menurun ini selalu setia menempel terus om Don otomatis juga ikut melakukan hal yang sama.

“Ada apa gerangan”, pikir gue dalam hati.

Hmmmmmm pantesaaaaan ternyata lambat laun namun pasti suara deru motorcross yang super cempreng mendekat ke arah kami. Om Don memutuskan untuk mengalah dan memberi jalan untuk rombongan rekan-rekan motorcross. Sebetulnya dalam hati gue sedikit menggerutu. Gue ingat betul saat di Palasari dimana saat itu kita sedang bersusah payang mendorong sepeda pada sebuah tanjakan, kamipun harus mengalah kepada rombongan motorcross. Dan disinipun disaat jalur sedang menurun kembali kami juga yang harus mengalah. Hello big brothers … Please don’t ask and teach MTB-ers how to share the trail cause we’v been doing this for you … Huh !!!!!!! (mangkel Mode ON)

Angry Birds 029r

100-2855rr

Gue udah cerita belum ya kalau Angry Bird ini single tracknya sungguh sangat menawan? Kita sepatutnya mengucapkan terimakasih kepada siapapun yang telah membuat jalur setapak seperti ini. Usahakan untuk selalu ramah, tersenyum, dan mengucapkan salam jika berpapasan dengan penduduk. Sharing snack bawaan kita kepada anak-anak kecil penduduk kampung juga idea yang hebat. Janganlah sekali-kali kita tinggi hati saat melintasi perkampungan penduduk karena bisa jadi merekalah yang membuat jalur tadi. Apalagi kalau sampai merusak jalur tersebut dengan gerusan ban ukuran besar dari alat transportasi bermesin.

Saat ini yang ada di depan kami adalah salah satu bagian favorit bagi gue pribadi yakni singletrack flat. Permukaan trek sudah kembali kering dengan terkadang ditutupi oleh rerumputan ataupun batang ilalang yang sudah mengering. Imho pedaling di sekitar spot ini susah untuk diceritakan kenikmatannya. Simply perfect !!

Angry Birds 030r

Istirahat Isopi (istirahat, shalat dan ngupi) kami lakukan pada sebuah dusun kecil dimana cuma terlihat  kurang dari 5 rumah penduduk, sebuah warung dan juga sebuah mushola kecil disana. Sungguh tempat yang pas untuk regroup dengan seluruh rombongan “Gocap”. Hampir sekitar 45 menit kami menunggu sampai ahirnya satu persatu rombongan menampakkan diri. Diantara mereka mengeluh karena mereka tidak bisa berfoto narcis-ria di spot pohon ketapel karena saat mereka tiba disana tempat tersebut telah ‘dikuasi’ oleh rombongan motorcross tadi. Nah kan .. See what I meant??? Gue gak begitu tahu definisi dan gambaran dari keadaan ‘dikuasai’. But if it’s true .. Arghhhh … We did share the trail but they did not share the icon spot …  Dem !!!!!

Perjalanan kami lanjutkan dengan melalui sedikit jalur menanjak tepat di depan warung tempat kami membeli kopi dan gorengan tadi. Urutan masih seperti semula, Om Don, Om DJ, gue, Om Iwan dan Om Demang  baru kemudian dilanjutkan dengan personil “Gocap”.

Turunan yang tersaji makin tehnikal, imho akan lebih aman jika jarak antara sesama goweser tidak terlalu jauh sehingga jalur pilihan rekan kita didepan dapat kita gunakan sebagai pilihan utama saat kita melewatinya. Walaupun formasi sepertin ini bukan tanpa resiko.

Disaat sedang asik menikmati turunan ini, gue merasakan ada yang terjatuh dari tali strap backpack yang gue pakai ini. Gue segera sadar bahwa yang terjatuh tadi adalah kamera yang kebetulan memang gue letakkan di laci kecil pada strap tadi. Gue tahu bahwa jika gue ngerem mendadak maka om Iwan yang ada dibelakang gue pasti akan kaget. Tapi terpaksa gue lakukan dengan sebelumnya gue memberi aba-aba dengan teriakan peringatan untuk berhenti. Peringatan  gue tadi tidak cukup untuk mengentikan mereka,  Om Iwan menabrakkan sepedanya kearah rerumputan disisi kiri, begitu pula dengan om Demang. Gue sangat bersyukur ‘tabrakan beruntun ‘ tadi tidak sampai membuat salah satu dari kami cidera dan yang lebih membuat gue bersyukur adalah camera saku gue terhindar dari lindasan roda ban sepeda dua goweser tadi. Mohon maaf ya om-om hihihihihihi kalau kamera hilang berarti gak akan ada novel ini🙂

Pada sebuah spot Om Don memutuskan untuk berhenti sejenak. Rupanya beliau ingin menunjukkan garis meliuk-liuk seperti ulat kecil/cacing nun jauh dibawah sana. Menurutnya jalur tersebut adalah jalur sepeda yang akan kita lalui nanti.  Whoohooooo terbayang dong rasanya bakal turun dari titik tempat kita berhenti sekarang menuju kesana. Mungkin inilah mengapa jalur tersebut dinamakan jalur cacing.

Angry Birds 032r

Penutup

Jalur trek Angry Bird ini  tergolong tidak terlalu panjang. terbukti dari waktu tempuh kami dimana gowes kami mulai sekitar pukul 11.20 dan tiba di alun-alun Cibeber sesaat setelah adzan Ashar pukul 15.05. Itupun sudah termasuk beberapa kali istirahat. Sangat ideal jika sekiranya ada trek lain yang bisa sekaligus dinikmati sesudah kita meyelesaikan Angry Bird ini. Misalnya dengan langsung loading lagi ke trek Gn. Padang ataupun trek DH yang konon juga berada tidak jauh dari Cibeber ini.

Terimakasih yang sebesar-besarnya untuk Om Don Cecep, kang Apih dan Om Sandy (maaf jika ada kesalahan penyebutan dan penulisan nama) dari komunitas Brown Sugar Cianjur yang telah mau menemani kami menikmati jalur ciamik ini. Mohon maaf telah membuat om-om sekalian lama menunggu di depan Hyp** mart Cianjur.  Keep pedaling and exploring new trail.

Terimakasih juga untuk Roger Bagen Bekasi yang telah memperbolehkan saya ikut gowes bareng mereka ke Cianjur kali ini.

Cheers, Cikarang, 16 September 2013

Salam T4 aka TaTuTuTa aka tanjakan Tuntun Turunan Takut


10 comments

    • Siaaap om Latif van Tasiek .. aku kirim via jepri email ya.
      Silahkan di arrange .. .. Kalau bisa sekalian di mix dgn Gn. Padang.
      Siapa tahu saya bisa ikut join lagi🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s