Gerpah Trail, Batusangkar Sumatera Barat

Prolog : Usaha gue mencari sekaligus menyicipi singletrack MTB terbaik di negeri ini kembali membawa gue ke seberang lautan. Tepatnya di area Batusangkar Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat. Kesempatan gowes di Tanah Minang ini sekaligus gue gunakan untuk bersilaturahmi dengan para Penggiat MTB dari kota Padang, Bukittinggi dan juga kota Batusangkar tentunya.

Terimakasih yang sebesar-besarnya untuk om Umbara Aries, om Rachmat, Om Arman Anwar, om Setyawan Budi dari Padang Explorer yang telah dengan sabar menguide newbie dari Cikarang ini pada Sabtu 5 Oktober 2013. Trek Gerpah ini juga sudah pernah diulas oleh rekan-rekan Padang Explorer di majalah RideBi** pada edisi November 2012.

This is West Sumatera 

Jarak antara kota Padang dimana om Aries tinggal menuju Bukit Tinggi sekitar lebih kurang 80-an km dan membutuhkan minimal  1,5 jam berkendara. Sesuai kesepakatan om Aries akan menjemput di halaman hotel tempat gue menginap jam 6 pagi. Pagi ini kami berempat dengan menggunakan dua mobil bergerak menuju kota Batusangkar untuk sowan  ke om Munal tuan rumah dari jalur yang akan kita coba hari ini. Om Arman yang pagi itu sakit kepalanya sudah mereda juga bergabung bersama kami dengan langsung menyusul ke Batusangkar.

Trip ini dimulai dari depan alun-alun kota Batusangkar. Gowes santai menyusuri jalan protokol aspal kota ini. Disambung dengan berbelok kiri memasuki area perkampungan dengan permukaan jalan sirtu khas pedesaan.  Tidak perlu menunggu terlalu lama, kedua ban sepeda ini langsung memasuki area off-road, sebuah double track mantaf yang berada pada sisi luar sebuah perkampungan. Silahkan menertawakan diri ini, yang pasti gue memang fans berat jalur sepeda off-road flat seperti ini.

Gerpah I 001r

Lebih asiknya lagi acara gowes di pagi ini manakala kita mulai memasuki area yang benar-benar singletrack diantara pepohonan coklat yang kemudian berganti dengan dengan rindangnya pepohonan  buah lain semisal rambutan milik penduduk sekitar.  Waktu sudah menunjukkan nyaris pukul setengah sepuluh saat kami melewati area ini. Rimbunnya daun-daun pepohonan masih tidak mampu menahan sinar mentari pagi yang sudah mulai terasa terik. Sebuah konsekuensi logis manakala kita agak telat memulai acara gowes.

Ahir dari area perkebunan milik penduduk adalah sebuah hamparan padang rumput dengan background view yang sangat indah. Lupakan sejenak jalur menanjak yang sudah siap ada di depan mata kami. Barisan bukit-bukit seakan mengepung mengelilingi kami. Andai kami bisa lebih pagi tiba di area ini tentunya bukit-bukit tadi akan semakin jelas terlihat.

Awal jalur menanjak mengingatkan gue pada tanjakan menuju Bukit Teletubbies di seberang rest area KM 40 Cikarang wilayah tempat gue tinggal. For sure gue bukan pecinta tanjakan, dengkul dan nafas gue masih kelas Alivio,  so gue gak akan ngoyo gowes di area ini. Sementara di depan sana om Budi dan om Rachmat menunjukkan kepiawaiannya menaklukan tanjakan tahnikal ini. Om Aries dan om Arman masih setia di belakang menemani gue beberapa kali TTB di tanjakan ini.

Gerpah I 003r

Sedikit demi sedikit gue mulai menemukan irama gowes (memang tadi disimpen dimana ya? hihihihihihi) di jalur menanjak ini. Alhamdulillah Matahari sepertinya juga sedang royal memancarkan sinarnya ke area bukit ini. Entah sudah berapa kali gue berhenti untuk sekedar beristirahat manarik nafas dalam-dalam ataupun sekedar meneguk air agar terhindar dari dehidrasi.

Seorang teman pernah berucap bahwa Sumatera Barat is ‘a hidden paradise’. Melihat apa yang ada di depan mata saat itu, gue mulai mempercayai ucapannya. Bukit-bukit di belakang, depan dan sekeliling kami kami terlihat saling bertumpuk memamerkan keindahannya memanjakan mata ini. Belakangan ucapan kawan gue tadi makin terbukti manakala gue mengunjungi beberapa spot wisata di daerah lain di Sumatera Barat.

‘Menemukan’ sebuah dangau di area sepanas ini bak mendapat doorprize sebuah frame sepeda MTB idaman pada sebuah acara funbike hihihihihihihi. Lokasi dangau ini memang bukan merupakan ujung dari jalur menanjak ini, Area rimbun hutan pinus dengan singletrack yang berlimpah masih berada jauh diatas sana, namun paling tidak spot ini jelas merupakan tempat yang pas untuk beristirahat dan bercengkrama dengan empat sahabat gowes yang baru gue kenal ini. Tanjakan tehnikal yang lumayan panjang antara awal jalur menanjak sampai dengan dangau ini ternyata belum mempunyai nama, ‘Tanjakan Cinta’ seperti yang ada di belakang pondok di tepi danau Ranu Kumbolo Gunung Semeru mungkin sebuah nama yang tepat diberikan untuk tanjakan di bukit ini🙂

IMG_20131005_100914r

And This is Arguably West Sumatera’s Best Singletrack Spot.

Area hutan pinus sudah beberapa saat kami lalui, jalurpun lama-kelamaan makin mengecil menjadi sebuah singletrack nan menawan.  Ada yang menurut gue special pada jalur ini. Ditengah asiknya menikmati turunan singletrack, gue hitung masih ada tiga atau empat tanjakan yang lumayan terjal yang harus kami lewati. Tidak berbeda saat gue melalui area sekitar ‘Tanjakan Cinta’, disinipun gue mencoba menghemat energi dengan tidak ngoyo gowes ditanjakan ini. Dengan kontur punggungan bukit seperti ini masih banyak pula terdapat area yang mengharuskan kita pedalling. Mendengarkan kicauan burung dan menghirup udahara segar lebih asik dilakukan dengan sambil menuntun sepeda (padahal sih memang udah gak kuat lagi gowes wkakakakaka)

Saat ini kami memasuki area off-camber di hutan pinus ini. Dengan bahasa sederhana off-camber bisa diartikan bahwa jalur sepeda seolah memotong secara horizontal terhadap permukaan bukit yang menurun. Diperlukan konsentrasi lebih saat melintasi area seperti ini dimana menempatkan posisi badan terutama panta* menjadi hal terpenting. Pada area off-camber yang cenderung flat mungkin bukan menjadi masalah untuk melaluinya. Namun saat ini di depan mata gue adalah jalur menurun tajam yang sangat panjang pada bidang off-camber.  Di beberapa spot bahkan jalur lintasan menjadi menyempit yang membuat gue terpaksa menurunkan kecepatan sepeda agar dapat lebih tepat dan PD mengarahkan ban depan melalui jalur menyempit tadi.

Gerpah I 015r

Di jalur ini kembali gue menyaksikan dan membuktikan sendiri bahwa tagline ‘It’s all about the rider not the bike’ memang benar adanya. Om Setyawan Budi di depan sana kembali menunjukan kepiawaiannya. Seolah tidak mempermasalahkan dan tidak perduli dengan masalah geometri, sistem suspensi ataupun panjangnya travel fork dari sepeda yang dia gunakan, om Budi meluncur cepat menuruni spot ini. Sementara gue??? yang notabene menggunakan sepeda dengan rear travel 6.7 inch plus fork dengan travel 160 mm sama sekali tidak dapat mengimbangi kecepatannya. Justru gue masih harus berjuang mempertahankan sepeda pada jalur yang benar pada area off-camber ini hihihihihihi.

Pada sebuah roller coaster yang lumayan dalam, saat itu gue keluar dari sisi dalam dengan sisa kecepatan sepeda yang masih sangat kencang hasil dari sisi turunan roller coaster tersebut dan ternyata jalur lanjutannya adalah kembali sebuah off-camber dengan lebar jalur yang lumayan tipis. Lebar lintasan memang masih lumayan lebar, namun bidang yang benar-benar padat yang aman untuk dilalui roda sepeda kurang lebih hanya sekitar 15 cm karena sisanya disisi kiri merupakan tanah gembur yang bila dilalui oleh ban sepeda niscaya akan longsor kearah jurang kecil disisi kirinya. Dan disinilah shi* happens, akibat terlambat memindahkan berat badan kesisi kanan sepeda, maka saat melintasi jalur tipis tadi ban depan gue sedikit slidding dan melintasi bagian yang gembur tadi. Buru-buru gue lepaskan tangan dari handle bar dan menyiapkan diri jika memang harus jatuh. Alhamdulillah gue jatuh dengan posisi yang lumayan sempurna dan tidak sampai gulung kuming hihihihihihihi. Ok, sekarang saatnya kembali mengejar om Budi🙂

rps20131007_005535r

Setelah puas dengan turunan pada area hutan pinus tadi (dan juga beberapa tanjakan) kami regroup pada sebuah bidang datar. Om Aries menceritakan asal muasal nama trek Gerpah ini.

“Dibawah sana dulu tempat pembuangan sampah,” sambil menunjuk ke arah bawah yang sekarang sekarang sudah tidak tampak lagi karena telah tertutup pepohonan lumayan lebat. Ya trek Gerpah ini adalah singkatan dari Gerbang Sampah karena dulunya tempat ini dulunya digunakan sebagai tempat pembuangan ahir sampah dari masyarakat sekitar.

Setelah puas berisitirahat perjalanan kami lanjutkan kembali. Di depan sana masih terlihat singletrack menurun yang sangat menjanjikan.

Gerpah I 012r

Lebih dari 40-an menit kami kembali menikmati asiknya singletrack di trek Gerpah ini. Kalau sebelumnya tadi kami disajikan dengan banyak spot off-camber, maka sekarang giliran kami disajikan banyak turunan tehnikal plus tikungan tajam hampir pada setiap ujung jalur menurun whuuuhuuuuuuuuu.

Ahir dari jalur yang mengasikkan tadi adalah sebuah air mancur, namun sayangnya saat itu sudah tidak ada lagi air yang mengalir. Sambil menunggu om Aris dan om Arman, kami bertiga beleha-leha sekedar menurunkan adrenalin yang buat gue pribadi tadi sudah hampir memuncak.

Trip hari ini kami ahiri dengan mengunjungi Istano Basa Pagaruyuang yang sangat indah dan megah sebagai bonus acara gowes hari ini dengan sebelumnya gowes onroad  sedikit menanjak.🙂

Gerpah I 020r

Penutup :  Gowes di Sumatera Barat kali ini merupakan pengalaman gowes gue yang kedua di bumi Pulau Sumatera setelah sebelumnya tahun lalu gue sempat mencicipi Bukit Kaba di daerah Curup Bengkulu. Walaupun setiap tempat gowes adalah unik, namun paling tidak dapat gue simpulkan bahwa alam Sumatera menyimpan keindahan alam dan menawarkan sejuta kenikmatan ber-MTB. Semakin sering gue gowes bersama rekan-rekan MTB-er di daerah, makin berasa pula bahwa tehnik bersepeda gue masih kaca balau hihihihihihihihi dan masih perlu belajar lebih banyak lagi.

Cikarang, 9 Oktober 2013

Salam T4 aka TaTuTuTa aka Tanjakan Tuntun Turunan Takut


2 comments


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s