Pos Pemancar Gn Cikuray – Trek DH Panenjoan Garut

Prolog :

Weekend pertama bulan November 2013 berlalu tanpa acara gowes kemanapun. Sisa kotoran yang masih menempel di sela-sela knob ban sepeda adalah sisa trip Kudus pertengahan bulan Oktober lalu. Berarti sudah hampir 4 pekan gue sama sekali gak mengayuh crank sepeda ini.  Jatah izin gowes bulan November belum terpakai dan masih tersimpan rapi di hati. Tawaran yang hadir di depan mata adalah gowes di sekitaran Gunung Cikuray Garut.

Sedikit kilas balik, awal tahun 2013 lalu sekelompok om-om Roger Bagen yang majority (kalau gak bisa dibilang semua) adalah pecinta turunan memutuskan untuk melakukan trip Anti-Gravity. Ya, mereka berusaha gowes dari daerah Pasanggrahan Garut menuju spot yang disebut sebagai “Pemancar” karena disana terdapat beberapa menara relay milik beberapa stasiun TV. Menurut catatan perjalanan yang tertera pada halaman FB Roger Bagen area Pesanggrahan sendiri ada pada ketinggian 870 mdpl dan titik dimana mereka memutuskan untuk balik kanan berada pada 1442 mdpl dengan jarak 8.7 km. Pada ahirnya mereka tidak benar-benar sampai ke spot pemancar yang sebetulnya sudah ada di depan mata mereka dengan jarak kurang dari 200 meter.

Pemancar ini pulalah yang menjadi tujuan gowes gue pada 10 November 2013 kemarin. Total rombongan kami enam orang, lima dari Roger Bagen, om Dedi ‘Blago’ Japra aka om DJ, om Demang Oke, om Jaya Kojay dan om Didik dan om Sadeli dan gue sendiri sebagai privateer. Empat nama pertama yang disebutkan tadi adalah merupakan lulusan trip Cikuray angkatan pertama. Hal yang membedakan trip kali ini dengan trip sebelumnya saat menuju Pemancar adalah sekarang kami menggunakan tehnologi yang bernama “Pick-up”🙂

Acara gowes hari ini sekaligus silaturahmi dengan rekan-rekan Jarambah Garut yang kebetulan hari ini juga sedang mengantar puluhan rekan-rekan goweser dari Bandung menikmati jalur kebun teh gunung Cikuray, selanjutnya akan bersama-sama mampir sebentar menikmati gemercik air terjun Cihanyawar. Trek DH Panenjoan yang belum lama dibuka merupakan ahir destinasi gowes hari ini.

The Famous of Pemancar

Tidak sia-sia kami memilih tehnologi tepat guna pick-up saat menuju Pemancar. Walapun dengan tenaga maksimum 97 ps (+/- 95.6 hp) pada 6000 rpm dan sempat tersendat dan slip akibat ban yang tersangkut lobang ahirnya sampai juga kami di area Pemancar tanpa keluar keringat sedikitpun karena sama sekali tidak gowes hihihihihihi.

Di sini ternyata juga merupakan lokasi pos pendakian menuju gunung Cikuray. Tepat di belakang komplek pemancar sisi paling kanan jelas terlihat awal jalur pendakian yang berupa tanjakan cukup terjal disela-sela pepohonan teh menuju Pos 1 . Sementara di belakang sana punggungan gunung Cikuray dengan titik tertingginya yang berada pada 2821 mdpl terlihat lumayan jelas.

Garut 10 Nov 2013 003r

Entah bagaimana ceritanya stasiun TV semisal ANTV, Indosiar, SCTV, RCTI dan TVRI bisa ramai-ramai memilih tempat ini sebagai stasiun relay penguat sinyal TV untuk area Jawa Barat . Mungkin setelah dilakukan percobaan pada puluhan puluhan bahkan ratusan tempat tinggi di Jawa Barat di sinilah tempat yang paling bagus untuk merelay siaran mereka.

Walaupun sama-sama terletak di Garut, gowes di area perkebunan teh kaki gunung Cikuray kali ini jelas berbeda karateristiknya jika dibandingkan dengan saat gue mencoba jalur Cibeurem ataupun Godog di tahun 2011 lalu. Ada tiga hal yang sepertinya sudah menjadi rumus baku yang berlaku hampir di semua area perkebunan teh jika dikaitkan dengan per-MTB-an; (1) view yang mantaf, (2) single track di antara pepohonan teh dan (3) makadam. Dari tempat kami menunggu rombongan dari Bandung terlihat view yang sangat menawan dengan background kota Garut dan sekitarnya nun jauh di bawah sana.

Garut 10 Nov 2013 008r

The Trail

Rombongan yang berjumlah hampir 40-an sepeda sedikit mengantri pada sebuah turunan yang dipenuhi oleh batu-batu kali dengan ukuran lumayan besar. Beberapa orang terlihat bijaksana memilih untuk turun dari sepeda.

“Permisiii om ….” dengan sopan gue melewati beberapa goweser dengan mengikuti jalur yang dipilih om DJ. Thanks to the 6.7 inch of my old Reign X1 rear wheel travel, mini rock garden tadi masih lumayan nyaman saat dilewati. Lepas dari spot tadi turunan diantara pepohonan teh kembali dapat dinikmati dengan nyaman weeeerrrrrrrr.

Tidak lama setelah gowes menikmati punggungan bukit kecil area kebun teh ini di depan sana antrian panjang kembali terlihat. Rupanya sebuah tikungan U yang disambung dengan sebuah drop untuk berpindahnya ke jalur di bawahnya yang menjadi sebab antrian kali ini.

Garut 10 Nov 2013 009r

Kalau tadi gue sudah sempat menyinggung 3 tipikal jalur MTB di perkebunan teh dimana yang pertama berupa pemandangan yang menakjubkan dan juga single track yang baru saja berahir maka tipikal ketiga adalah jalur makadam yang semlohay. Ujung dari jalur offroad singkat tadi memang berada pada jalur makadam yang sebelumnya dilalui pick-up saat perjalanan berangkat menuju Pemancar. Sekarang saatnya menikmati jalur derivatif dari tipikal yang ketiga, yakni tanjakan makadam huehehehehehehe.

Beberapa goweser rombongan Bandung terlihat sedang beristirahat di pinggir jalan makadam. Rute selanjutnya adalah mengambil arah jalan makadam naik ke kanan. Ooooooo pantes aja mereka tadi memilih beristirahat karena tanjakan makadam di depan sana memang benar-benar membuat ilfil sebagian orang hihihihihihi. Kami berenam memilih langsung meneruskan perjalanan dengan ditemani oleh kang Feri. Sepertinya jalur yang dipilihkan oleh rekan-rekan om Marshall sebagai menu appetizer awal kita hari ini memang masuk keluar kebun teh.

Tanjakan makadam ini sudah dilahap dan dikhatamkan dengan senang hati oleh kelima goweser Roger Bagen. Sementara gue sendiri setelah dengan susah payah ahirnya berhasil juga menemui mereka di ujung tanjakan.  Di sekeliling kami sekarang kembali terhampar pepohonan teh. Berhubung kang Feri memang berniat menunggu semua goweser dari Bandung regroup disini, maka kami meminta izin untuk meneruskan perjalanan terlebih dahulu. Petunjuk arah yang harus kami tempuh telah diberikan oleh kang Feri dengan cukup jelas. Seperti halnya jalur sebelumnya, jalur offroad yang kami akan kami tempuh nantinya kembali akan berahir lagi di jalan makadam.

Oke, saatnya bergembira ria dengan single track yang akan kami pilih sendiri sesuka hati. Gue mendapat kehormatan (atau dikorbankan?? huehehehe) di urutan depan sebagai pembuka jalan. Jalur yang gue tempuh barupa celah-celah sempit diantara blok-blok area perkebunan teh. Entah sudah berapa kali gue meneriakkan kepada rombongan belakang untuk merapatkan sepeda kearah tertentu agar dapat menghindarkan dari gerusan batang pohon teh yang apabila gagal dihindari minimal bisa membuat lecet betis ataupun terjungkal dari sepeda🙂

The Waterfall & Rice Terrace

Hal kedua yang membedakan trip kali ini dibandingkan dengan trip gunung Cikuray angkatan pertama adalah kami juga akan mengunjungi air terjun/curug  Cihanyawar. Jalur menuju ke curug dimulai dari samping sebuah rumah dinas karyawan PTPN VII Dayeuh Manggung yang sebelumnya juga sudah sempat sekilas terlihat saat kami dalam perjalanan berangkat menuju Pemancar. Jalur yang kami lalui berupa sebuah jalur XC flat lumayan panjang dan juga lumayan sejuk dengan beberapa spot rolling di tengahnya. Perfect spot bagi gue yang memang pecinta berat jalur offroad rata yang minim tanjakan dan turunan. Kali ini RC kembali diambil alih oleh Abah Jarambah dan rekan-rekan.

Air terjun Cihanyawar tidaklah terlalu besar, tingginyapun hanya 16 meter. Area penampung di bawah air terjun ini juga tidak terlalu luas. Sepertinya permukaan dari area penampungan ini berupa tanah sehingga air seolah tampak tidak terlalu jernih. Setelah lumayan lelah melahap jalur sepertinya sekarang saat yang pas untuk melepaskan lelah, menikmati gemercik suara air terjun Cihanyawar ini sambil bergumam dalam hati mendendangkan lirik ‘Waterfall’-nya Stone Roses

See the steeple pine
The hills as old as time
Soon to be put to the test
To be whipped by the winds of the west

Stands on shifting sands
The scales held in her hands
The wind it just whips her away
And fills up her brigantine sails

She’ll carry on through it all
She’s a waterfall
She’ll carry on through it all
She’s a waterfall

.

Garut 10 Nov 2013 010r

Untuk menuju ke trek DH Panenjoan kami harus gowes sedikit berbalik arah melewati beberapa ratus meter jalur yang tadi kami lewati saat menuju air terjun. Sebuah tenda biru menjadi landmark dimana kami harus berbelok untuk selanjutnya menikmati jalur menurun yang lumayan panjang dan maknyus. Jalur onroad aspal halus berupa turunan dan tanjakan panjang melengkapi perjalanan kami saat ini. Bagi gue bukan ide yang bagus jika harus tetap gowes di tanjakan yang sangat tidak sopan tingkat kemiringannya ini🙂

Reward dari jalur tanjakan tadi sangat sepadan, bahkan menurut pendapat gue pribadi nilainya jauh melebihi kelelahan yang gue dapat saat harus TTB di tanjakan tadi. Sekarang kami memasuki sebuah area persawahan bertingkat yang sangat rapih susunannya. Walaupun sudah lumayan tinggi pepohonan padi ini namun hampir semua blok persawahan masih terlihat hijau. Mungkin baru sekitar 2 bulan lagi pada akan siap dipanen.

Garut 10 Nov 2013 014r

Lessons From Local Boy

Setelah hampir 45 menit gowes keluar masuk perkampungan penduduk ahirnya sampai juga kami di trek DH Panenjoan. Sebuah trek DH dengan panjang 1 km lebih yang belum lama diresmikan. Tempat start berupa panggung yang tidak terlalu tinggi. Beberapa anak kecil terlihat sedang berdiri diatas sepeda di bibir panggung tempat start itu.

Wait a minute …. mengapa anak kecil tadi tidak menggunakan helm? mengapa anak tadi tidak menggunakan alat pelindung lutut, sikut dan lengan? mengapa orang dewasa di sekitarnya tidak melarang? This is not good .. this is totally wrong … Hmmmmmm aneh …. gumam gue dalam hati.  Dengan santainya anak kecil tadi menuruni turunan pertama dari panggung tadi lalu dengan sisa kecepatan dia meloncati small jump lalu langsung berbelok ke kanan. Sesudah belokan tadi seingat gue terdapat tiga buah obstacle berjejer sejajar yang bisa dipilih oleh rider. Sebuah gap jump, sebuah medium jump dan sebuah chicken way.

Garut 10 Nov 2013 018r

Berikutnya giliran anak yang lain, kali ini ada peningkatan dalam hal proteksi. Dia menggunakan sebuah sepeda HT dengan fork dual crown dan sebuah  helm motor yang terbuka yang sekaligus sangat kebesaran ukurannya. Seorang anak lain terlihat lebih ‘berani’ sekaligus membuat gue tersenyum. Saat sesudah melewati jumpingan pertama dia mengurangi kecepatan sepedanya menjelang apex dengan cara menggunakan sendal hihihihihihi dia memindahkan telapak kaki kanannya ke belakang lalu menekan ban belakang dengan sendalnya. Dari kesemuanya anak-anak kecil yang sore itu sedang asik bermain di area start trek DH ini hanya satu yang menggunakan help yang lumayan proper namun itupun dengan ukuran yang masih kebesaran. Dooooooooh.

Garut 10 Nov 2013 017r

Garut 10 Nov 2013 020r

Prihatin gue melihat pemandangan ini, dengan penasaran gue bertanya kepada salah satu anak tersebut dan juga seorang dewasa yang sednag duduk di tempat start perihal mengapa anak-anak tadi nekat dan diperbolehkan melakukan olah raga berbahaya ini tanpa proteksi yang cukup. Jawabannya singkat saja, anak-anak kecil ini memang bandel. Di belakang tempat start gue memang melihat sebuah papan peringatan dengan ukuran besar tentang aturan keselamatan menggunakan trek DH ini. Namun menurut pengamatan sekilas selama gue disana hampir sebagian besar semua aturan tertulis yang berhubungan dengan keselamatan sudah dilanggar dan sepertinya pihak pengelola tidak cukup keras menerapkan aturan tersebut kepada local boy tadi.

Garut 10 Nov 2013 019r

Setelah selesai menikmati makan siang, kami memutuskan untuk ikut melanggar peraturan (mohon jangan ditiru dan kami mohon maaf untuk hal ini). Walaupun kami hanya menggunakan helm half-face ahirnya kami tergoda juga untuk icip-icip trek DH ini sekaligus menuju arah pulang. Kami memulai gowes selepas table top di depan tempat parkiran sepeda. Trek DH ini bisa dibilang didominasi dengan turunan tehnikal dengan beberapa turunan S di tengahnya.

Penutup

Usai sudah acara gowes silaturahmi hari ini. Tanjakan, turunan, tanjakan ekstrem, turunan ekstrem dan jalur flat tersaji lengkap mulai dari Pemancar sampai titik finish trek DH Panenjoan ini.

Special thanks untuk Abah Jarambah, Kang Iyus, Kang Feri dan semua rekan-rekan Jarambah Garut yang telah menemani kami gowes hari ini. Mohon maaf jika ada penyebutan nama ataupun ejaan yang kurang tepat. Terimakasih juga untuk rekan-rekan Roger Bagen yang telah mengizinkan gue ikut serta dalam trip ini.

Cikarang, 11 November 2013

Salam T4 aka TaTuTuTa aka Tanjakan Tuntun Turunan Takut
(https://www.facebook.com/T4.aka.TaTuTuTa)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s