Gn Merapi & Gn Merbabu; Rarat Race 2014 Seri II

Prolog :

Rarat Race 2014 Seri I menyisakan ‘dendam’ dan nuansa kompetisi yang makin keras diantara para rider Roger Bagen namun semuanya masih tetap dalam koridor suasana yang sangat kondusif dan bersahabat. Penetapan lokasi untuk seri II sudah dilakukan jauh-jauh hari. Pers Rilis yang dikeluarkan oleh om EO saat itu menyebutkan bahwa trek Klangon, Kaliadem dan Turgo di lereng Gunung Merapi diadakan pada tanggal 1 Feb 2014 dan keesokan harinya akan dilanjutkan di trek Ngaduman, Salib Putih di lereng gunung Merbabu Salatiga.

Mendekati hari keberangkatan para peserta race makin serius mempersiapkan tunggangannya dengan cara masing-masing. Ada yang hanya sekedar mengganti brakepad sampai adapula yang khusus mengganti tunggangannya fullbike dengan sepeda tipe FRūüôā. Persiapan stamina dan skill juga tidak luput dari perhatian para rider. ¬†Bahkan ajang Cikole DH Fun race yang diadakan tanggal 19 Januari 2014 digunakan oleh beberapa rider untuk mengasah stamina dan skill sebagai persiapan Rarat Race seri II ini ckckckckckckckckcūüôā

Berbagai macam perasaan makin bercampur aduk berkecamuk dalam hati saat memasuki minggu ketiga bulan Januari. Sebagaimana kita ketahui banyak tempat di area Bekasi dan beberapa lokasi lain di pulau Jawa mendapat musibah banjir. Ada beberapa hal yang membuat perasaan para calon peserta Rarat Race ini makin galau serta tidak karuan rasanya. Dapat dibayangkan bagaimana rasanya jika saat meninggalkan keluarga di rumah lalu banjir kembali datang. Informasi ketinggian air di beberapa titik pemantauan pintu air membuat hati dag-dig-dug. Belum lagi berita jalur Pantura menjelang Subang diberitakan macet total karena rusaknya jalan akibat terendam banjir. Berita gempa di gunung Merapi pada tanggal 26-27 Januari tidak luput dari pantauan Om Fivin Ketua RogerBagen. ¬†Belum lagi cerita kemacetan yang panjang di tol Cipularang km 72 akibat longsornya jalan … dooooooh

Seingat gue, jika dibandingkan dengan mental gue yang sempat down saat akan menjalani trip gowes ke Makasar manakala ternyata gue datang ke bandara pada jam yang salah,(silahkan baca trip report ini) mungkin inilah trip bersepeda gue yang paling banyak menyita energi mental dan fikiran. Om EO secara intensif tetap memonitor perkembangan cuaca dan lokasi banjir. Tidak lupa juga tetap melakukan komunikasi dengan Om Bimo -Marshall yang akan memandu kita nantinya di gunung Merapi- memantau perkembangan cuaca dan kondisi trek disana. Pada ahirnya satu dua orang calon peserta karena sesuatu hal mengundurkan diri dari list peserta Rarat Race Seri II ini. Intinya saat itu pada detik-detik terahir masih ada potensi keputusan untuk ‘No Go’ terhadap rencana kepergian kami ke YogyaIMG-20140129-WA0013

Alhamdulillah semua parameter masih sesuai dengan rencana, saat yang ditunggu-tunggupun tiba. Tanggal 30 Januari 2014 jam 3 sore gue berangkat mendahului rombongan yang baru akan berangkat jam 12 malam pada hari yang sama. Jalur selatan Nagrek-Ciamis-Majenang-Wangon-Kebumen-Yogya menjadi pilihan rute yang akan gue lalui. Selama di Yogya gue akan menginap di hotel murah meriah yang berlokasi di daerah favorit gue yakni di depan pasar Prawirotaman. Oh iya Rarat Race Seri II ini fully supported by RM Gudeg Bu Prapti yang beralamat di Jalan Raya Yogya РSolo KM 17, jadi kalau dari arah Yogja menuju Solo setelah candi Prambanan sekitar +/- 700-an meter setelah lampu merah kedua. Semua Rombongan Roger Bagen akan menginap di rumah mertua om Adhe TN  pemilik dari RM Gudeg Bu Prapti tersebut.

Special Stage 1, Klangon

Tercatat 14 rider peserta rombongan yang berangkat dari Bekasi menggunakan 3 mobil plus 1 pickup ditambah 2 orang yang berangkat dengan menggunakan kereta api dari Bandung dan gue sendiri yang telah terlebih dahulu tiba di Yogya. Rombongan marshall dari Yogya kalau gak salah hitung berjumlah 4 orang dipimpin langsung oleh ‘lurah’ Klangon, om Bimo. Termasuk diantara rombongan marshall terdapat nte Rini seorang rider perempuan yang ternyata pernah naik podium kejuaraan DownMall.

Angin sejuk khas gunung Merapi sudah sedari tadi menerpa muka ini, kebetulan gue berdiri di bagian depan bak truk bersama om Bimo. Deretan warung yang ada di bukit Glagahsari persis masih seperti 2 tahun lalu saat kunjungan pertama kali gue gowes di Klangon ini. Setelah semua sepeda diturunkan dari truk kami semua bersiap untuk memulai perjalanan hari ini. Beberapa orang tampak sedang melakukan deal-deal penting dengan para bocah warga sekitar. Apalagi kalau bukan untuk meminta tolong mereka membawakan sepeda ke atas bukit hihihihihihi. Sekedar informasi selepas bukit Glagahsari menuju bukit Klangon memang berupa jalur menanjak yang terkadang lumayan tidak sopan kemiringannya.

IMG_20140201_092601r

Gue sendiri memilih mencoba gowes semampu yang gue bisa dan tetap istiqomah untuk TTB bilamana diperlukan hihihihihihi. Waktu 2 tahun terhitung semenjak kedatangan gue pada bulan Mei 2012 ternyata sudah lumayan mampu membuat pepohonan yang ditanam saat program penghijauan sesudah letusan gunung Merapi ini menjadi lebih lebat serta batang pohon terlihat lebih tinggi. Sebagai buktinya angin terasa lebih sejuk disini terbantu oleh daun-daun yang tumbuh di pepohonan tadi. Tidak lupa gue singgah di spot favorit gue untuk sekedar membuat foto dokumentasi.

IMG_0902rr IMG_20140201_092130r

Disaat sebagian besar rider masih menyiapkan sepeda dan gearnya masing-masing, terlihat om Wilman Jess aka WJ, on DJ, om Demang, om Ade, om Sadeli sudah siap diatas sepeda masing-masing. Jelas hal ini menyalahi aturan Rarat Race, dimana jika lokasi start tidak memungkinkan untuk dilakukan start secara masal maka pole position haruslah ditentukan dengan hompimpah ataupun mengambil lipatan kertas yang berisi nomer urut start. Tapi apa mau dikata, namanya juga Rarat Race segala cara akan ditempuh demi masuk garis finish paling pertama.

“Kita cuma sedang mau bikin footage untuk opening video kok,” ujar mereka saat peserta lainnya memprotes mengenai aksi line-up ilegal tadi hihihihihihi ..¬†Alesaaaaaaaan ajah !!!

Gue sendiri memilih ikut ‘rombongan piknik’ yang start pada rombongan belakang, nyaris paling belakang tepat di depan om SoFunn yang bertugas sebagai sweeper. Gue lihat di depan gue berturut-turut adalah nte Rini, Pak Akhi lalu di depannya lagi terlihat Danial putra dari Pak Akhi. Singletrek sesudah titik start ini memang merupakan ikon dari trek Klangon ini. Jalur menurun yang panjang meliuk-liuk sangat nyaman dan aman untuk dinikmati baik untuk full speed ataupun dengan speed yang medium seperti yang gue lakukan. ¬†Walaupun berbentuk singletrack namun ukuran jalur lumayan lebar dengan permukaan tanah berbentuk butiran halus yang cukup padat. Rerumputan hijau yang tumbuh di kiri-kanan jalur seperti memberi tambahan rasa percaya diri bagi para rider untuk makin memacu sepedanya. Di depan sana gue lihat nte Rini menjaga lumayan rapat jarak dengan Pak Akhi. Sesekali gue menghentikan sepeda sekedar menjaga jarak agak jauh agar lebih bisa menikmati turunan maknyus ini.

400625_10202335552744126_1794671220_nr

Asiknya menikmati singletrack ini membuat waktu terasa cepat berlalu. Sekarang kami telah memasuki area pemukiman penduduk dimana jalur didominasi oleh jalan pedesaan seukuran 1 mobil yang beberapa bagian diantaranya sudah dibeton pada bagian kiri dan kanan sementara pada bagian tengah dibiarkan apa adanya dengan permukaan bebatuan. Butuh konsentrasi lumayan tinggi atau anda bisa bernasib seperti kang WJ yang nyaris terjungkal karena dalam kecepatan lumayan tinggi lalu tiba-tiba arah ban sedikit masuk ke area bebatuan sehingga membuat sepeda menjadi liar sudah untuk dikendalikan.

Gue ingat betul tidak lama lagi kita akan sampai di ikon berikutnya dari trek Klangon ini yakni anak tangga yang akan langsung disambung dengan singletrack yang tidak kalah maknyus dibandingkan dengan singletrack sesudah start point tadi. Ahaaaaa ternyata rombongan depan masih berada diujung anak tanggak sedang bersiap untuk melanjutkan etape berikutnya saat gue dan ‘rombongan piknik’ tiba disana. Whuuuzzzz whuzzzzzz whuzzzzzzz gak butuh waktu lama rombongan Rarat Race sudah hilang dari pandangan mata.

Klangon1

Tidak berapa lama setelah menikmati jalur surga sesudah spot anak tangga tadi technical problem mulai menghampiri rombongan kami. Terhitung dalam kurun waktu tidak lebih dari 15 menit sepeda om Iwan mengalami 2x putus rantai. Dugaan sementara karena rantai nyaris kering kurang pelumas. Bicara mengenai problem, bukan hanya ‘rombongan piknik’ saja yang mengalaminya. Patahnya RD sepeda om Edy benar-benar merusak ritme gowes kami semua. Hampir 45 menit kami terpaksa harus menunggu sampai cadangan RD dapat terpasang di sepedahnya. Untung saja patah RD dan putus rantai termasuk ke dalam kategori technical problem yang harus ditolong. Jangan harap akan mendapatkan pertolongan dari para rider lainnya jika problem yang menimpa hanyalah berupa ban bocor ataupun pedal yang lepas seperti yang (kembali) dialami oleh om Edy. Ini Rarat Race Bung !!!! The most cheerful yet gnarliest MTB Race in Indonesia …. wkakakakakakaka

IMG_20140201_111158r

Etape Klangon ini berahir pada sebuah jalan raya dimana truk dan pickup sudah siap menunggu kami di depan sebuah warung. Om Adhe TN berhasil menyentuh pinggir bak  pickup sebagai tanda orang pertama yang masuk garis finish. Berturut-turut disusul oleh om Badil, om Cecep, om Anto dan kang WJ.

Special Stage 2, Kaliadem & Turgo

Dibandingkan 2 tahun lalu sepertinya suasanya di Kaliadem saat ini jauh lebih ramai. ¬†Warung-warung sudah mulai banyak berdiri, begitu pula beberapa toilet terlihat didirikan dibelakang warung-warung tadi. Mobil 4×4 dari berbagai macam merek jangan lagi ditanya jumlahnya belum lagi truk pengangkut pasir yang beroperasi di Kaliadem ini. Wisata alam menikmati bekas letusan di area ini sepertinya makin banyak peminatnya. Dampak dari begitu banyaknya kendaraan yang melintasi tanah pasir berbatuan di area ini membuat permukaan tanah menjadi semakin keras.

“Bisa jadi akan sedikit mengurangi feel saat mengendarai MTB melintasinya.” gumam gue dalam hati saat mengamati permukaan tanah di area ini. Tapi semoga kekhawatiran gue tadi tidak terbukti.

IMG_20140201_130811r

Sekarang saatnya membuktikan apakah area Kaliadem masih asik untuk dinikmati dengan MTB. Seperti anak TK yang berebut maju ke depan kelas saat sang guru membagikan coklat, semua peserta Rarat Race berusaha mencari posisi terdepan dan sebisa mungkin terdekat dengan om Bimo sang Marshal. Kali ini gue melepaskan diri dari ‘rombongan piknik’ untuk bergabung dengan kelompok depan ini sekedar ingin merasakan sensasi full speed di Kaliadem soil ini.

On your mark, one … two .. three .. Here we go .. Om Bimo mengawali trip ini dengan pedaling ringan lalu di sambung dengan sedikit pumping untuk menambah kecepatan. Di belakang om Bimo sekitar 3-4 meter kang WJ berusaha menempel dengan ketat. Om Cecep di urutan ketiga juga terlihat mulai berusaha mempersempit jarak. Wusshhhh…. wuuushhhh …wuuuushhhh .. tiba-tiba Pak Fivin menyodok dari sisi kanan luar mengambil alih posisi om Cecep untuk selanjutnya berusaha mendekat ke arah kang WJ.

Sedikit banyak kekhawatiran gue tentang permukaan tanah yang sudah mengeras akibat sering dilalui roda ban mobil ternyata terbukti. Saat ini sepeda cenderung lebih mudah dikendarai ketimbang 2 tahun lalu dimana saat itu permukaan jalan benar-benar hanya berisi bebatuan lepas sehingga dibutuhkan kejelian saat memilih jalur yang akan kita lalui.

Klangon2

Berkali-kali kami harus sedikit mengurangi laju sepeda manakala berpapasan dengan mobil 4×4 yang sedang membawa wisatawan kembali kearah parkiran mobil di depan warung tempat kami start tadi. Lambaian tangan, acungan jempol dari para penumpang mobil gue balas dengan lambaian tangan. Serasa menjadi artis yang sedang melintas di depan para penggemarnya wkakakakakaka.

Setelah menyelesaikan area tanah bebatuan di Kaliadem kami harus sedikit melewati jalan aspal untuk selanjutnya trip dilanjutkan melewati singletrack diantara padang rumput dan juga kebun milik penduduk yang nyaris tidak memberi banyak ruang bagi para rider untuk saling mendahului. Ahir dan lokasi finish dari special stage ini adalah sebuah warung bakso bakmi. Disini pula Ishoma kami lakukan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Trek DH Turgo, Yeaaaaaahhh beybeehhh !!!

Pengundian pole position untuk special stage Turgo kembali dilakukan masing-masing rider dengan mengambil lipatan kertas yang berisi nomer urut start. Dari hasil pengundian ini gue mendapatkan nomer start 6. Nte Rini ¬†yang sebelumnya mengendarai Santa Cruz Heckler tidak ikut serta pada special stage ini dan sepedahnya kembali kepangkuan¬†Om Sofunnūüôā

IMG_20140201_160411r

Kondisi trek DH Turgo ini sepertinya sudah tidak terlalu terurus, lebar jalur terlihat sempit karena kiri-kanan jalur sudah tertutup ilalang ataupun rerumputan. Jarak antara gue dan Om Demang yang berada di depan gue makin lama makin lebar, gue memang mencoba untuk sedikit relax dan menjaga kecepatan sepeda senyaman mungkin.¬†Maklum lah khawatir banyak jebakan batman di depan sana hihihihihihi. Obstacle dan drop ukuran imut dan sedang yang banyak terdapat di Turgo lumayan asik untuk dinikmati. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama, gue merasakan jalur yang gue lewati makin technical dan makin menyeramkanūüôā

“Apa jangan-jangan gue salah ambil jalur?” pikir gue dalam hati. Karena memang beberapa saat sebelumnya gue sempat melihat seperti ada persimpangan.

Entah bagaimana awalnya kok gue merasakan jalur ini makin banyak drop-drop yang lumayan tinggi ya. Yang pasti tidak ada satupun drop-drop tersebut yang tidak gue lewati dengan sekedar ¬†me-rolling-kannya saja. Maklumlah area mendaratnya sangat sempit jadi mendingan main amat saja #alesan klasik hahahahahahaha …. Padahal sih sejujurnya karena gue memang beneran takut saat melewati drop-drop tadi hihihihi … Serrreeeeem Boooo !!!!!!

What a day ¬†… sungguh hari yang menyenangkan. Alhamdulillah tidak ada setetes hujanpun yang turun dari langit hari ini padahal menurut informasi hari-hari sebelum kedatangan kami kota Yogya dan sekitarnya selalu di guyur hujan. Hasil ahir dari rarat Race Seri II Special Stage Yogya ahirnya telah dirilis oleh EO.

1. Om Adhe TN 10 point
2. Om Badil          9 point
3. Om Wilman    6 point
3. Om Cecep       6 point
4. Om Anto         5 point
5. Om DJ              4 point
6. Om Demang   3 point
7.Pak Didik        2 point

Penutup

Karena sesuatu hal, keesokan harinya gue tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Salatiga untuk mengikuti Special Stage Ngaduman, Salib Putih Salatiga sebagai kelanjutan dari Rarat Race seri II ini. Menurut informasi pada ahirnya jaur yang digunakan adalah Thekelan plus Salib Putih yang kebetulan juga sudah pernah gue coba dua kali. Trip report pada kedua jalur tadi dapat dibaca disini.

Jika ingin melihat suasanya race dalam format video silahkan tonton disini

Namun tidak ada salahnya jika disini gue akan melaporkan hasil ahir special stage  Salatiga :

1. Om Badil
2. Kang WJ
3. Om Demang
4. Om Cecep
5. Pak Didik

Dan berikut adalah klasmen sementara dari Rarat Race tahun 2014 Roger Bagen :

Klasmen Sementara Rarat Race 2014    Seri 1 Wado       Seri 2 Special Stage Yogya

1. Kang WJ. 18 point                                      (2) 8 point           (3) 6 point
2. Om Demang. 15 point                               (1) 9 point            (6) 3 point
3. Om Cecep. 14 point                                   (3) 6 point            (3) 6 point
3. Om Badil. 14 point                                     (*) 0 point            (2) 9 point
4. Om Adhe TN. 12 point                             (6) 2 point             (1) 10 point
5. Pak Didik. 8 point                                       (4) 5 point            (7) 3 point
6. Kang Aris. 5 point                                       (4) 5 point            (N/A)
6. Pak Sadeli. 5 point                                      (4) 5 point            (N/A)
6. Om Anto РT4. 5 point                               (*) 0 Point            (4) 5 point
7. Om DJ. 4 point                                             (*) 0 Point            (5) 4 point
7. Om Zul РT4. 4 point                                  (5) 4 point           (N/A)
8. Om Henry. 1 point                                      (7) 1 point            (N/A)

Rarat Race 2014 akan segera kembali digelar saat seri III Insya Allah akan dilakukan di jalur Palasari 10 pada tanggal 2 Maret 2014. Anda berminat dan mempunyai nyali untuk ikutan Rarat Race ini? Hihihihihihihihi

Cheers,

Cikarang, 18 Februari 2014

Salam T4 aka TaTuTuTa aka Tanjakan Tuntun Turunan Takut (https://www.facebook.com/T4.aka.TaTuTuTa)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s