Susu Trail Purbalingga, Arguably One Of The Best Trail I’v Ever Ridden

Prolog :

Sejatinya trek Susu ini sebuah trek yang sudah tidak lagi membutuhkan promosi, pengenalan, trip report ataupun sejenisnya. Sebuah trek MTB yang nyaris sempurna, arguably one of the best trail I’v eEver ridden. Jika anda bukan fans berat jalur tanjakan namun seorang pecinta turunan, kecepatan, twisty single track, drops, rocks, roots, woods .. that’s it .. this trail is for you ….

Disini saya hanya akan sekedar berbagi beberapa foto dan catatan kecil keceriaan dari perspektif seorang newbie pecinta single track yang senang merekam kegiatan bersepedanya.

How To Get There :

Walaupun cukup sering mengunjungi ataupun singgah di kota Purwokerto dalam perjalanan menyeberang dari jalur selatan menuju jalur utara ataupun sebaliknya, ahirnya setelah dua tahun lebih waktu berjalan (dimana saat bulan Maret 2012 saya sempat mencoba salah satu ikon trek MTB pulau Jawa yakni Kaligua di Bumiayu) ahirnya saya bisa merasakan kembali gowes di sekitar lereng kaki Gunung Slamet Jawa Tengah pada tanggal 31 Agustus 2014. Untuk trip gowes kali ini saya bergabung dengan om Ronnie eSte dan teman-teman baru rombongan dari Santa Cruz Indonesia (SCI) dan FreeRider yang saat itu sudah tiba dan gowes di beberapa trek di Purwokerto dan sekitarnya.1 hari sebelumnya.

Jum’at  29 Agustus 2014 sebenarnya posisi saya sudah berada di Purwokerto dan menginap tidak jauh dari hotel Tiara basecamp dari rombongan om Ronnie. Malam itu juga sempat mampir sebentar ke hotel tersebut mengunjungi om Holis dan om Erik rekan saya dari RogerBagen Bekasi sekaligus juga berkenalan dengan beberapa peserta rombongan lainnya. Namun karena hari Sabtu ada kegiatan baksos di Banjarnegara sehingga saya tidak bisa ikut gowes hari Sabtu 30 Agustus. Baru kemudian pada keesokan harinya sehabis subuh saya berangkat dari hotel di Banjarnegara kembali menuju Purwokerto bergabung dengan rombongan untuk mencoba trek DH Pratin, trek Susu dan trek DH Baturraden.

Label status Siaga yang diberikan oleh pihak berewenang Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada gunung Slamet semenjak awal bulan Juli 2014 sepertinya sama sekali tidak mempengaruhi kegiatan sehari-hari para penduduk yang saya lihat sepanjang perjalanan dari Purwokerto menuju daerah Karangreja. Begitupun dengan raut wajah seluruh peserta rombongan, sama sekali tidak ada kekhawatiran sedikitpun di wajah mereka. Malah sebaliknya ketika pickup yang membawa kami mendekati daerah Pratin dimana pada jalan lurus menanjak yang membelah pemukikan penduduk membuat puncak gunung Slamet di pagi itu terlihat jelas dengan sedikit kepulan asap di sekitarnya justru hampir seluruh peserta rombongan berdecak kagum dan tanpa dikomando segera mengambil moment indah tersebut baik dengan kamera saku ataupun handphone masing-masing.

Susu_31082014_6

Maha Suci Allah yang telah menciptakan gunung-gunung sebagai paku bumi

The Trail

Acara gowes pagi ini kami ditemani oleh om Wawan Pras, om Doni dan beberapa rekan dari komunitas Bangede. Di trek DH Pratin sepanjang tidak lebih dari 1.3 km ini kami mencukupkan diri mencoba hanya sebanyak 2 run, anggap saja sekedar memenuhi rasa ingin tahu sekaligus pemanasan sebelum gowes di jalur Susu hihihihihi. Tiga buah mobil pickup yang mengangkut sepeda dan para rider kembali melanjutkan perjalanan menuju titik start jalur Susu.

Setelah menempuh perjalanan 1 jam 10 menit semua pickup berhenti pada sebuah bidang disisi jalan aspal dimana sisi kiri dan kanan jalan ditumbuhi pepohonan lebat. Kondisi pepohonan pada sisi kiri arah kedatangan mobil terlihat jauh lebih lebat. Menurut keterangan om Farid dari Bangede jalur Susu memang akan dimulai dari sisi kiri jalan ini. Dalam hati saya bersorak-sorai kegirangan melihat betapa rindang dan rapatnya pepohonan disini. Dedaunan yang jatuh luruh dari pepohonan disekitarnya menutupi permukaan tanah menambah keindahan dan kesempurnaan dari jalur ini. Namun dedaunan tadi masih tidak cukup mampu untuk menyembunyikan kondisi permukaan tanah yang lumayan gembur. Tipikal dari sebuah jalur MTB favorit saya kali ini benar-benar terhidang di depan mata.

20140831105539_r

My Bullet-proof Bullit ready to roll

Setelah semua peserta rombongan siap dengan sepeda masing-masing, satu-persatu kami mulai menikmati turunan di sela-sela pepohonan yang nyaris sudah tidak terlihat lagi jalurnya akibat tertutup oleh dedaunan kering tadi. Melihat kondisi seperti ini sebenarnya bisa-bisa aja sih kita mengambil jalur manapun. Namun dengan alasan keselamatan, who knows di depan sana terdapat drop yang tertutup rimbunnya pepohonan maka kami semua mencoba commit melewati jalur yang sudah ada dan yang dipilih oleh road captain.

Berhubung ini adalah pertama kalinya saya gowes bareng dengan rekan-rekan SCI dan FreeRider sehingga belum tahu rider mana yang senang kecepatan dan rider mana yang senang keindahan alam aka rombongan belakang hihihihihihi, so saya memilih posisi tidak terlalu di depan namun juga tidak terlalu di belakang. Namun yang pasti sama seperti saat di trek DH Pratin om Dani dengan Santa Cruz V10-nya tanpa tedeng-aling ‘menarik’ peserta depan untuk segera gowes mengikuti pace-nya🙂

Susu_31082014_1

Om Holil cruising at the top section of Susu trail

Susu_31082014_4

Om Alex focus choosing the best line

Menit demi menit saya lalui sambil nikmati jalur teduh ini dengan tetap mencoba menjaga kecepatan mengimbangi rombongan rider di depan sana.  Kalau sudah begini walaupun protektor lengan dan dengkul sudah saya kenakan, agak menyesal juga gak bawa helm fullface seperti yang digunakan oleh hampir seluruh peserta rombongan. Biar bagaimanapun olahraga MTB dengan kecepatan seperti ini sangat dekat dengan marabahaya dan tentunya dengan melindungi kepala dengan helm fullface akan lebih dapat menambah rasa percaya diri.

Tidak semua orang suka akan jalur AM tehnikal degan turunan lumayan curam. Begitupun dengan akar yang melintang di tengah jalur MTB .. this kind of thing either you love it or hate it hahahahaha. Terhitung sedikitnya terdapat 2 buah turunan dengan kondisi akar di awal ataupun di tengah turunan tersebut. Benar-banar dibutuhkan komitmen saat memutuskan untuk melewatinya. Alhamdulillah and thanks to the 180mm travel of my Totem, kedua turunan tadi dapat saya lewati dengan aman dan nyaman walaupun dengan lumayan deg-degan🙂

Susu_31082014_7

Om Rolen with Bullit + Totem dropping with ease

Etape pertama yang mengasikkan ini berahir di sebuah warung makan. Kami menyelesaikannya dalam waktu kurang lebih 50 menit. Jika tanpa istirahat dan regroup mungkin etape ini dapat diselesaikan hanya dalam waktu 30-an menit. Senyum sumringah terlihat pada wajah semua perserta rombongan menandakan rasa puas dan bahagia setelah menikmati jalur yang menantang dan membuat ketagihan tadi. Namun sedikit rasa kecewa terlihat pada raut wajah om Reza. Bukan karena tidak suka terhadap kondisi jalurnya namun karena RD Sram XO yang menempel pada Nomad MK2-nya rusak hihihihihihi… Ada komponen yang patah saat menjelang ahir etape pertama sehingga RD tersebut tidak dapat bekerja sempurna … sabar yaa om. Sebagai langkah darurat rekan mekanik dari BanGede mencoba mengakalinya dengan mengikat dan menyarankan untuk tidak berganti gear secara extreme pada etape dua nanti.

Isoma kami lakukan di warung tersebut. Menu soto ayam plus lontong, mendhoan dan teh manis benar-benar mantaf kami santap. Etape dua ini sudah tidak lagi melewati area hutan dengan pepohonan yang lebat seperti etape pertama.  Kondisi jalur lebih banyak melewati perkebunan milik penduduk. Jalur yang lumayan sempit dengan pepohonan di sisi kanan dan pagar yang menutupi kebun di sisi kiri serta tikungan yang tajam menjadi nilai lebih dari etape dua ini. Beberapa bagian dari jalur etape dua ini mengingatkan saya pada asiknya bagian tengah jalur Pasar Siyem Kudus yang pernah saya coba bersama rekan-rekan MOR 29 pertengahan Oktober 2013 lalu.

Entah karena jalurnya yang memang sempit atau karena handlebar ukuran 750mm yang terpasang pada sepeda saya, yang pasti beberapa kali saya terpaksa melewatkan ujung handlebar menerabas ranting-ranting pepohonan agar terhindar menyentuh pagar bambu yang mungkin dapat berakibat lebih fatal. Kalau jalurnya hanya sekedar lurus dan menurun mungkin tidak akan membuat susah payah mengarahkan handlebar ini/ Tapi di area ini memang benar-benar dibutuhkan konsentrasi saat mengatur kecepatan. Belum lagi adanya trap dan drop ukuran 15-30 cm yang tidak terhitung banyaknya🙂

20140831124942_r

You’ll love these small to medium size obstacles found in stage 2

System suspensi, rearshock dan fork yang mumpuni dengan settingan sag dan rebound yang pas akan membuat anda tersenyum bahagia menikmati etape dua ini tanpa merasa kelelahan pada kedua lengan anda. Untuk catatan pribadi saya, teringat akan kurva anti squat dan kurva force dari SC Bullit dan Nomad. Sometimes numbers don’t lie, pada bagian ahir dari etape dua ini sebagai ajang pembuktian beberapa parameter tadi. SC Bullit memang tidak seefisien SC Nomad (dengan VPP-nya) saat pedaling. Dan yang tidak kalah penting faktor fisik sang rider sangat menentukan saat memasuki titik finish jalur Susu ini hihihihihi… maklumlaaah saya inikan jarang gowes *alesan klasik🙂

Penutup

Jika boleh berandai-andai, apabila karena sesuatu hal anda hanya tinggal punya satu kali saja kesempatan gowes dalam kehidupan MTB anda, maka jadikan trek Susu Purbalingga ini sebagai pilihan jalur yang anda harus datangi. Insya Allah anda tidak akan pernah menyesal. Apalagi menurut kabar jalur Susu ini bisa disambung dengan jalur Celeng yang menurut gosip katanya juga tidak kalah asyiknya.

Special thanks untuk om Wawan Prast dan semua rekan-rekan BanGede yang telah memandu kami. Thanks untuk om Ronnie untuk izin penggunaan foto-fotonya dan yang telah menjadi EO handal. Semua rekan-rekan SCI, FreeRider yang telah mengizinkan newbie ini bergabung gowes bersama … See you on next trip.

Cheers, Mantel
Twitter : @jashujan
Email : payung[at]yahoo.com
Blog : jashujan.wordpress.com

Cikarang 10 Sept 2014
Salam T4 aka TaTuTuTa aka Tanjakan Tuntun Turunan Takut  (https://www.facebook.com/T4.aka.TaTuTuTa)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s