Gn Malang Perfect Appetizer Before Shredding Susu Trail

Prolog

Harus ada sedikitnya satu atau dua alasan valid yang membuat gue mendatangi kembali sebuah lokasi trek yang sama dan gowes disana. Alasan pertama bisa jadi trek tersebut lokasinya dekat halaman belakang rumah ataupun sebuah trek dengan kualitas sangat spesial. Alasan kedua berlaku untuk trek Susu Baturraden Purwokerto. Lalu bagaimana jika terdapat trek lain sebagai appetizer dengan rating fun-to-ride yang dapat dinikmati sebelum menyantap menu utama trek Susu tersebut?

Sebagaimana telah diworo-worokan beberapa waktu yang lalu Roger Bagen Rarat Race serie #1 2015 diadakan selama dua hari pada tanggal 24-25 Januari 2015 pada dua lokasi yakni trek Kaligua di Bumiayu untuk race di hari pertama lalu keesokan harinya disusul race di trek Gunung Malang Purbalingga + Susu di Baturraden Purwokerto. Gue bersyukur masih diperbolehkan oleh om-om RogerBagen untuk mengikuti Rarat Race seri pertama ini walau hanya bisa hadir pada race hari kedua. Berhubung trek Susu sendiri sudah pernah gue ulas dalam kemasan cebergam (cerita bergambar) beberapa waktu yang lalu (klik disini untuk membaca trip Susu). So kali ini gua hanya akan sedikit mengulas mengenai kondisi trek gunung Malang.

Note : Harap men-temen para pembaca dilarang protes atas ketidak konsistenan gue yang terkadang menggunakan kosa kata ‘trail’, ‘trek’, ‘track’ ataupun ‘jalur’. Pokoknya suka-suka jari gue saat menekan tuts keyboard lah🙂

How To Get There

Dengan pertimbangan jarak tempuh, waktu perjalanan dan (yang paling utama) biaya yang lebih murah wakakakakaka, Roger Bagen memilih kawasan wisata Baturraden sebagi basecamp untuk trip gn Malang dan Susu. Tempat penyewaan villa melimpah ruah di area atas dekat parkiran mobil Baturraden dengan harga yang sangat bervariasi tergantung fasilitas yang tersedia pada villa tersebut. Akses dari lokasi villa menuju titik start melewati area taman wisata Baturraden yang sejuk dengan jalan aspalnya yang sebagian besar sangat mulus.

IMG-20150128-WA0030r

Road quality in Baturraden area even much better compared to Bakri toll Cirebon – Pejagan🙂

Lik Bawuk yang pada hari pertama telah menemani Roger Bagen gowes di Kaligua pagi itu kembali hadir di basecamp menjemput kami dengan pickup plus bike-rack yang telah terisi 4 buah sepeda. Di tengah perjalanan saat kami sudah memasuki area Purbalingga hadir bergabung bersama kami om Melly dan beberapa rekannya yang nantinya akan memandu kami khusus untuk area trek gn Malang.

The Trail

Trek gn Malang dimulai dari samping sebuah mushola, dengan permukaan jalur masih berupa beton. Rarat Race serie #1 etape kedua pada special stage awal jalur gn Malang yang berupa jalur menanjak yang disambung dengan jalan pedesaan Mc Adam ini tidak akan dihitung pointnya namun hasilnya akan menentukan pole position pada etape berikutnya. Pesan Lik Bawuk saat briefing sangat lound and clear bahwa kita diminta untuk selalu menjaga sopan-santun selama di area gn Malang ini dengan tidak lupa menyapa ramah para penduduk yang berpapasan dan dilarang keras merusak area ladang milik penduduk.

Pada sebuah area dengan lumayan banyak ditumbuhi pepohonan pinus yang belum terlalu tinggi kami regroup. Line-up akan disesuaikan menurut hasil dari etape sebelumnya. Titik start berupa pematang dengan lebar kurang lebih 40cm yang langsung akan disambung dengan singletrack. Gue sendiri memutuskan tidak ikut race dan menempati posisi start terahir sebelum sweeper. Setelah trip Cilaki Pengalengan pada weekend pertama bulan Januari lalu seakan gue benar-benar haus untuk menikmati sepenuh hati singletrack yang sepertinya akan banyak gue lalui disini.

Gn Malang - Susu 006r

Why oh why Pak Sadeli always get #1 in pole position

Diawal-awal perjalanan jalur yang gue lalui didominasi oleh jalur yang membelah ladang milik penduduk. Sungguh beruntung 3 hari belakangan ini Purbalingga, Purwokerto dan sekitarnya tidak diguyur hujan sehingga kualitas permukaan tanah ladang yang gembur menjadi benar-benar sempurnya untuk sepeda bermanuver di atasnya.

Sesekali pandangan gue arahkan jauh ke depan. Rombongan terbelakang peserta Rarat Race-pun benar-benar sudah tidak terlihat. Hanya anggota marshal yang bertugas di tengah yang terlihat di kejauhan sana. Dengan tetap menjaga jarak agar tidak terlalu tertinggal terlalu jauh dengan marshal tadi, siang ini gue benar-benar menikmati kayuhan demi kayuhan ringan sebagai esensi dari olah raga bersepeda,  menikmati sajian singletrack maknyus di spot ini.

Gn Malang - Susu 012r

Selepas dari area perladangan kini jalur memasuki area singletrack yang ditumbuhi semak belukar lumayan rapat di sekelilingnya. Sedikit demi sedikit gue berhasil memangkas jarak dengan rombongan peserta Rarat Race. Dalam hati gue udah senang aja bisa menyusul mereka. Namun setelah jarak semakin dekat barulah gue mendapatkan jawabannya. Ahhhhh ternyata bukan karena gue gowes lebih cepat dari mereka, namun karena mereka menurunkan kecepatan karena terhalang oleh sebuah turunan curam dimana dasar dari turunan tersebut berupa kali yang sudah tidak dialiri air hihihihihihi.

Gn Malang - Susu 017r

Sesaat sebelum melihat sendiri kali tersebut sempat juga gue berprasangka buruk, “Race MTB macam apaaa ini .. di turunan maknyus seperti ini malah menurunkan kecepatan” gumam gue dalam hati sambil tersenyum simpul.

Gn Malang - Susu 022r

Satu hal yang cukup gue sesesali pada siang hari itu, andai saja gue bisa lebih cepat tiba di spot ini pastilah gue bisa mengabadikan momen saat om Erik jatuh terperosok ke dalam kali kering ini🙂.  Selepas kali rombongan Rarat Race kembali memacu sepeda sekencang-kencangnya. Sementara gue lebih memilih untuk kembali menjadi pikniker saat melihat betapa uniknya bebatuan di dasar kali kering ini. Mungkin kalau lokasi kali ini dekat dengan perkotaan bisa jadi sudah diserbu para pedagang batu cincin Wakakakakakaka.

Gn Malang - Susu 021r

My bullet-proof Santa Cruz Bullit looks as strong as those rocks

I might be wrong, gue gak begitu yakin namun melihat kondisi dan jenis tanaman di sekeliling singletrack yang gue lalui ini feeling gue mengatakan bahwa kali kering tadi merupakan batas wilayah Purbalingga dan saat itu gue sesudah kembali memasuki kawasan Baturraden.

Jalur yang gue lalui makin menurun. Walapun sedikit flowy namun tetap terdapat lumayan banyak rintangan yang mengharuskan gue meliuk-liukkan badan mencari jalur yang aman. Tidak sampai 10 menit kemudian di depan sana gue sudah mendengar deru suara motor sebagai pertanda tidak lama lagi akan tiba di titik finish.

Gn Malang - Susu 026r

Om Eduy touches the finish line with style

Penutup

Titik finish jalur berada pada sisi kanan jalan raya yang sama yang tadi pagi kita lalui saat menuju Purbalingga. Artinya dari spot ini menuju titik start jalur Susu sudah tidak begitu jauh lagi karena memang keduanya berada pada sisi jalan yang sama.

Terhitung mulai dari titik start sampai titik finish hanya dibutuhkan waktu tidak lebih dari 1,5 jam termasuk waktu untuk regroup di tengah etape. Waktu yang sangat cukup untuk pemanasan sebelum memulai jalur Susu yang lebih tehnikal dan lebih menantang.

Special thanks untuk Lik Bawuk, om Melly dan rekan-rekan dari Purbalingga yang telah memandu kami.

Cheers, Mantel. Cikarang 28 Januari 2015

Salam T4 aka TaTuTuTa aka Tanjakan Tuntun Turunan Takut  (https://www.facebook.com/T4.aka.TaTuTuTa)
Twitter : @jashujan
Email : payung[at]yahoo.com
Blog : jashujan.wordpress.com


One comment


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s