Lovely JungleTrack at Mt. Tilu Ciwidey

Prolog :

Gunung Tilu secara geografis terletak diantara Kecamatan Ciwidey dan  Kecamatan Pengalengan Kabupaten Bandung. Menurut data dari Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat titik tertinggi gunung ini ‘hanya’ ada di kisaran 2140 mdpl. Namun jika gue melihat peta kontur ketinggian titik tertinggi gunung Tilu ada pada ketinggian 2000 mdpl. Either way untuk trip kali ini kita tidak akan menuju ataupun melalui puncak gunung Tilu.

Jika mengacu pada trip terahir gue ke puncak gunung Lawu pada ketinggian 3265 mdpl, bisa dikatakan trip ke gunung Tilu adalah merupakan sebuah “kemunduran” hihihihihi. Namun cerita tentang jungletrack pada kawasan hutan hujan dataran tinggi yang berada pada kawasan cagar alam gunung Tilu inilah yang membuat gue memutuskan untuk ikut serta pada trip bersama RogerBagen Bekasi kali ini. Pokoknya If the trip involves any jungletracks, count me In 🙂 🙂 🙂

Untuk efisiensi waktu dan tenaga agar dapat sepagi mungkin memulai gowes maka kita semua memutuskan berangkat pada hari Jumat malam 13 Oktober 2017.  Dua buah mobil yang berisi om Holis, om Budhi Suherman, om Yans dan Dadih aka ‘Udad’ menginap di hotel sekitaran Ciwidey. Sedangkan satu mobil lainnya yang berisi om Demank, Pak Fivin, Pak Didik menginap di rumah yang asri milik om Demank di sekitaran Banjaran. Gue yang berangkat belakangan tentunya memilih paket hemat dengan ikut menginap di rumah om Demank. Lumayan banget bisa tidur dan sarapan gratis hihihihihihi. Oh ya bicara tentang sarapan, karena sebelumya lupa menginformasikan kepada tuan rumah, pak Fivin yang aslinya memang sudah lama menjalankan diet keto ‘terpaksa’ ikut makan nasi uduk yang disajikan tuan rumah 🙂 🙂

Untuk selanjutnya pada Sabtu pagi Kang Wawan Samikawani dan beberapa rekan dari Pengalengan datang menjemput kami semua di hotel tempat om Holis dan kawan-kawan menginap dengan dua buah pickup. Kang Wawan akan menjadi marshall sedang rekan-rekan lainnya yang akan membantu membawa mobil-mobil kami ke titik finish di Pengalengan.

 

The Trails

Pickup berhenti sejenak persis di depan sebuah warung di daerah Rancabolang tempat start trip Cidaun (klik disini untuk membaca trip Cidaun) yang gue ikuti beberapa tahun lalu. Inilah warung terahir untuk mengisi perbekalan yang akan dapat kami temui sepanjang jalur gunung Tilu sampai dengan titik finish stage pertama di daerah Batas Hutan. Dari sini pickup akan menuju titik start dengan melewati jalan Mc Adam menanjak yang lumayan panjang melintasi area perkebunan teh PTPN VIII dengan viewnya yang menawan.

IMG_20171014_092524R

Menurut rencana rute gowes pada trip kali ini adalah gunung Tilu – Batas Hutan – Rahong – Wayang Windu. Setelah berdoa, pukul 09.45 kami memulai perjalanan. Kang Wawan saat briefing sudah mewanti-wanti tentang rockgarden yang tidak terlalu panjang namun lumayan brutal tidak jauh dari titik start. How brutal is it? pecahnya roller yang ada pada chainguide rasanya cukup menjadi indikasi hihihihihihi.

IMG-20171017-WA0000R1a

I ain’t gonna lie bout pushing our bike quite long here at gunung Tilu. Dan yang membuat gue harus mengeluarkan lebih banyak effort adalah entah mengapa untuk trip kali ini gue memutuskan untuk membaw Santa Cruz Bullit yang beratnya mungkin setara dengan kulkas 2 pintu, berat banget bo !!!!!  hahahahahaha.

Semakin masuk ke dalam area hutan walaupun sinar matahari masih terasa oleh kulit namun makin terlihat kelebatan hutan gunung Tilu ini. I dunno why but damn really I do love this kind of jungletrack. Untuk sementara keasrian trek hutan ini bahkan dapat membuat gue melupakan sejenak informasi mengenai masih adanya macan tutul di kawasan hutan belantara gunung Tilu ini

IMG_20171014_103259R

Waktu menunjukkan pukul 10.29 saat gue tiba di tempat rekan-rekan yang sedang beristirahat. Memang inilah yang gue butuhkan karena saat itu lelah sudah mendera, mulut juga sudah terasa pahit dan keringat sudah pula mulai mengucur deras sehabis mendorong kulkas 2 pintu. Segera gue membuka bekal berupa potongan buah apel dan biskuit rasa abon. Pak Didik juga menawarkan kurma yang dibawanya.

Menurut hitungan gue, kurang lebih seperempat bagian di awal-awal dari jalur di tengah hutan gunung Tilu ini sejatinya memang rolling-naik-turun. Walaupun beberapa bagian yang menanjak masih gowesable namun terkadang bagian yang menanjak porsinya lebih banyak dari bagian yang menurun ataupun bagian yang landai. Memang peserta rombongan lainnya masih dapat tersenyum ceria saat TTB namun tanjakan-tanjakan tersebut terkadang membuat gue dan pak Didik yang selalu berada pada rombongan belakang nyaris  frustasi 🙂 🙂

To be honest gue bukanlah fans berat gowes menanjak so I skipped all of ascending sections alias gue lebih memilih untuk TTB sepanjang jalur yang sekiranya menanjak walaupun itu hanya berupa tanjakan manja sambil menikmati betapa indahnya hutan belantara di kawasan cagar alam gununng Tilu ini sambil sesekali mendengarkan suara Owa yang saling bersautan.

IMG_20171014_110117R

Hal yang membedakan nasib gue versus nasib pak Didik adalah 2x kang Wawan membantu menjemput dan membawakan sepeda milik Pak Didik pada tanjakan curam yang lumayan panjang. Mungkin penampilan pak Didik yang sudah terlihat mulai sepuh yang membuat kang Wawan berinisiatif meng-evac sepeda milik beliau 🙂 🙂

Pernah suatu kali gue mencoba mencatat seberapa lama porsi waktu gue habiskan untuk TTB pada sebuah tanjakan manja dan seberapa lama porsi waktu gue dapat menggowes sepeda selepas tanjakan tadi. 15 menit TTB langsung dibalas tuntas dengan 10 menit pada turunan dan jungletrack datar yang aduhai.

IMG-20171017-WA0001R

Sungguh lega rasanya saat mendengar om Budhi memberi bocoran bahwa tanjakan yang saat ini sedang kita lewati (dengan TTB pastinyaaaa) adalah tanjakan terahir yang harus kita lalui. selepas spot ini kita akan dimanjakan banyak turunan tehnikal.

Disinilah rasa penyesalan gue yang telah membawa Bullit yang berat banget ini sirna berubah menjadi rasa bersyukur. Thanks to 180mm travel dari fork Totem coil yang menempel di Bullit.

Menikmati turunan dan jungletrack datar disini bukanlah samasekali tanpa hambatan. Batang pohon dengan diameter yang cukup besar yang tumbang melintang di tengah jalur ataupun lebatnya semak belukar yang tumbuh tepat diatas jalur sudah beberapa kali gue temui yang terkadang mengganggu ritme bersepeda. Tidak ada cara lain selain harus menggotong sepeda menyebrangi rintangan ataupun TTB melintasi kolong batang yang tumbang tersebut.

IMG_20171014_123818R

Jam menunjukkan pukul 13.50 saat rombongan masih berada di tengah hutan belantara dengan pepohonannya yang masih lumayan rimbun. Rasa lapar sudah mulai menyerang seluruh peserta rombongan. Namun perjalanan belumlah tuntas. Turunan panjang masih banyak tersaji disini.

Gue dan pak Fivin bergantian menempati posisi kedua di belakang kang Wawan. Bukan hal yang mudah untuk dapat mengimbangi ritme gowes kang Wawan. Kemampuan body-moving membuat beliau selalu dapat menjaga kecepatan sepedanya dengan optimal pada semua turunan tehnikal yang kami lalui.

IMG-20171017-WA0002R1a

Menjelang batas hutan sajian turunan makin panjang dan makin curam dengan kombinasi beberapa belokan zig-zak di tengahnya. Menurut info dari Om Yans dan om Budhi turunan dengan tipikal seperti inilah yang mereka temui pada hampir sebagian besar jalur saat menuruni puncak gunung Merbabu. Okeeeeh cataaat !!!!

Alhamdulillah tanpa insiden yang berarti satu persatu peserta rombongan keluar dari area hutan gunung Tilu. Pepohonan di area tempat kami regroup ini sudah berganti dengan pepohonan pinus. Dari sini kita semua gowes santai menuju Batas Hutan untuk menikmati makan siang dan segelas kopi.

Selesai makan siang kami semua bersiap untuk mencoba stage kedua dengan rute Batas  menuju Rahong. Peserta rombongan bertambah dengan bergabungnya om Holis. I might be wrong but imho nothing special sepanjang trek ini. Setibanya di Rahong segera sepeda kembali kami naikkan ke atas pickup untuk selanjutnya mencoba stage ketiga yakni menuju Wayang Windu Bike Park (WWBP).

IMG-20171015-WA0002R

WWBP needs no introduction. Mungkin gue termasuk rider yang sangat telat mencoba bike park ini. Bahkan menurut kang Wawan jumlah rider yang main di WWBP sampai dengan awal bulan Oktober 2017 telah mencapai 5 ribu orang lebih … Woooow, congrats guys !!!

Jam sudah menunjukkan pukul 5 kurang sedikit saat kami tiba disana. So kami hanya sempat mencoba trek 1 & 2 masing-masing 1 run saja. Agak sedih dan kesal saat mendengar bahwa papan ala north shore yang ada pada trek 2 telah dicuri orang …… Grrrrrrrrrr. Gema adzan magrib telah berkumandang tidak lama setelah kami tiba di titik finish trek 2 WWBP.  Segera kami semua bergegas menuju area wisata di Kertamanah untuk berendam menyegarkan diri di kolam air panas.

 

Penutup

Gue berandai-andai jika kawasan cagar alam gunung Tilu berkolaborasi dengan kawasan Wayang Windu membuat sebuah restoran maka menu andalan mereka adalah

  • Appetizer (hidangan pembuka) : Rockgarden di awal track dan mendorong sepeda
  • Main course (menu utama) : Turunan di tengah hutan belantara gunung Tilu
  • Dessert (menu pencuci mulut) : Wayang Windu Bike Park

Walaupun hanya sebentar dapat menikmati WWBP namun rasa-rasanya 2 trek yang kami coba sudah cukup menjadi hidangan penutup yang lezat untuk trip gowes gue kali ini.

Terimakasih untuk  RogerBagen Bekasi yang telah meng-arrange trip gowes ini dan yang telah mengizikan gue join. Terimakasih juga untuk untuk kang Wawan dan rekan-rekan lainnya dari Pengalengan yang telah membantu kelancaran acara ini.

See you on another jungletrack trip !!!!

Cheers, Mantel
Twitter : @jashujan
Email : payung[at]yahoo.com
Blog : jashujan.wordpress.com

Cikarang 17 Oktober 2017
Salam T4 aka TaTuTuTa aka Tanjakan Tuntun Turunan Takut  (https://www.facebook.com/T4.aka.TaTuTuTa)

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: