Japan Home Soil, Fujimi Panorama Bike Park At a Glance

Prolog :

“Mahaaal !!! it’s gonna be tough bike trip,” itulah yang terbesit pertama kali saat gue menyelesaikan budgeting biaya yang harus dikeluarkan untuk liburan ke Jepang di bulan Juni-Juli 2018.  Walaupun sudah banyak tertolong dengan adanya tiket penerbangan promo namun tetap saja biaya sewa sepeda dan akses ke bike park tidak bisa gue tekan sama sekali. Sedangkan biaya transportasi masih bisa gue akalin dengan membeli tiket kereta terusan. At the end gue makin percaya akan statement yang mengatakan Jepang memang negara dengan living cost yang sama sekali tidak bisa dibilang murah.

IMG_20180627_125755r
Kona Process 153 well-equipped all around rig while I was at Fujimi

Akses dan Biaya :

Tergantung lokasi dimana elo menginap di Jepang, tapi yang pasti perjalanan menuju Fujimi Panorama Bike Park membutuhkan waktu paling cepat 2,5 jam menggunakan kereta dari stasiun Shinjuku ataupun stasiun Tokyo menuju stasiun Fujimi dengan biaya kurang lebih 6000 yen (rate 1 Yen = 130 rupiah). Dengan kata lain untuk tiket pulang pergi keretanya aja sudah 12.000 yen atau 1.5 juta. Biaya transportasi kereta bisa kita hemat dengan membeli tiket terusan Tokyo Wide Pass (TWP) seharga 10.000 yen yang berlaku selama 3 hari. Dari perjalanan ke Bike Park ini aja gue sudah bisa menghemat sebesar 2000 yen. Gue juga sudah langsung menggunakan TWP untuk naik kereta Narita Express dari stasiun bandara Narita ke stasiun Shinjuku di hari kedatangan seharga 3190 yen. Lalu untuk lebih memaksimalkan TWP di hari ke-3 gue menggunakan TWP saat halan-halan ke Kawaguchiko dengan total biaya PP sekitar 8200 yen.

Gue melakukan kesalahan fatal tidak membaca dengan dengan seksama brosur. Seingat gue dari stasiun Fujimi pihak pengelola Bike Park menyediakan shuttle bus. Namun saat diatas kereta menjelang tiba di stasiun Fujimi pada hari Rabu 27 Juni 2018 gue baru membaca ulang brosur bahwa shuttle bus tidak beroperasi di weekdays. Arghhhhh maka jadilah gue harus naik taksi dengan biaya 1700 yen (220 ribu-an) untuk menempuh jarak tidak lebih dari 3,5 km. Kalau di Jakarta dengan uang sebesar itu mungkin kalau kita naik taksi dengan jarak antara 50-60 km.

IMG_20180627_095649r
Halte shuttle bus di depan stasiun Fujimi

OK sekarang masuk ke komponen biaya untuk sewa sepeda dan tiket masuk bike park (termasuk menggunakan gondola). Paket kumplit sewa sepeda AM fulsus + helm full face + elbow knee protector, gloves plus kupon makan siang adalah sebesar 14.500 yen (1,8 juta-an). Naaaah di henpon kalian kan ada kalkulator tuh, silahkan ditotal berapa tuh total biayanya untuk sepedahan selama 4 jam disana 🙂

The Trails

First of all to be honest I am not a big fans of bike park 🙂 Berbicara tentang jalur jika ditotal maka trails network di Fujimi Panorama bike park hanya terdiri dari 15 jalur jarak pendek yang terdiri dari 5 jalur (dengan kode A1 s/d A5) dengan grade hijau (pemula), 5 jalur (dengan kode B6 s/d B10) dengan grade biru (menengah) dan 5 jalur (dengan kode C11 s/d C15) dengan grade hitam (expert). Beberapa diantaranya merupakan gabungan dari dari beberapa jalur dengan grade yang berbeda. Misalnya setelah kita tiba di stasiun gondola di puncak bukit pada ketinggian 1780 mdpl (heheheh iya bro … cuma seribu tujuh ratusan meter dpl) kita mulai dengan jalur B6 lalu jalur B6 ini akan bergabung di suatu spot dengan jalur C12 hingga tiba pada spot lain untuk selanjutnya kita bisa masuk ke jalur A3 lalu selanjutnya di spot berikutnya kita bisa sambung lagi dengan memilih jalur B9 ataupun C14.

Di bulan Juni ternyata hujan masih banyak turun di hampir sebagian besar Jepang. Begitupun saat gue tiba disana. Waktu gue terbuang sekitar 1 jam untuk menunggu hujan agak reda untuk memulai run pertama sekaligus mencoba pengalaman pertama kali loading sepeda menggunakan gondola. Btw mengingat waktu tempuh yang cukup lama menuju Fujimi dan gondola terahir yang mengangkut rider ke puncak bukit adalah pukul 16.00 so biar maksimal lebih baik datang ke bike park sepagi mungkin.

IMG_20180627_122847r
Cieeeeeeeeeee anak Cikarang naik gondola 🙂 🙂

Niatnya sih gue akan mencoba ke-15 jalur yang ada (gak mo rugi), namun apa mau dikata akibat air hujan yang turun membuat jalur menjadi sangat licin sehingga pada ahirnya gue cuma sempat mencoba sekitar 7O% jalur hijau dan biru. Secara umum yang membedakan jalur hijau dan biru adalah pada jalur biru banyak terdapat high speed berm dan jalur motor way. Jadi bagi yang suka gowes rebahan saat cornering dan leluncatan maka pasti akan terpuaskan hasratnya gowes di jalur biru. Sedangkan pada jalur hijau mungkin kalau di Indonesia kita biasa mengkategorikannya dengan jalur XC. It’s pedalling section on pure mellow wide yet flowy single track.

Hampir semua jalur disini lebar dan sangat jarang gue temui yang berbentuk single track alami. Permukaan tanah sebagian besar hard pack dan pada beberapa area malah terkadang berupa bebetuan kecil yang dapat mengurangi traksi pada ban sepeda.

Tapi kondisi trek saat kemarin itu (terutama saat mencoba run kedua dan ketiga) tikungan dan berm benar-benar banyak yang licin. Miniion DHF yang terpasang di depan dan belakang Kona Process 153 ini tidak banyak membantu. Bahkan saat run kedua sempat dua kali gue terjatuh saat menikung pada sebuah berm tinggi 🙂

Untuk para alumni gunung Lawu, gunung Slamet, Chiang Mai ataupun jika elo termasuk para pecinta jalur liar dan turunan tehnical seperti gue maka harap menjaga ekspektasinya karena elo gak akan banyak menemui jalur model tersebut disini but I might be wrong karena gue gak sempat mencoba jalur grade hitam. Pada beberapa jalur grade biru yang gue sempat coba kemarin gue hanya butuh jari tangan kanan untuk menghitung jumlah turunan dengan akar-akar yang menantang 🙂 After all Fujimi Panorama is well-maintained, man-made bike park.. just a bike park!!!

IMG_20180627_131635r
Tiny mini roots garden

 

Spot Foto :

Jika cuaca cerah dan elo sedang beruntung maka di persimpangan jalur Hijau-Biru-Hitam yang pertama elo bisa melihat gunung Yatsugatake dan gunung Fuji yang sangat indah di kejauhan. Area ini ditandai adanya tanah kosong dengan rumput pendek yang yang biasa digunakan untuk bermain ski saat musim dingin.

IMG_20180627_143218r

 

Penutup :

So was it worth riding at Fujimi Panorama bike park? Well ummm imho kalo elo ke Jepang selama 3-4 hari hanya untuk sepedahan disini aja dan tanpa halan-halan ke tempat wisata lain maka menurut hemat gue gak sebanding dengan jernih payah dan biayanya. Tapi jika elo ke Jepang untuk liburan bersama keluarga dan sepedahan disini sebagai acara ‘sisipan’ maka gak ada salahnya mencoba pengalaman baru gowes disini.

 

Cheers, Mantel
Twitter : @jashujan
Email : payung[at]yahoo.com
Blog : jashujan.wordpress.com

Cikarang 9 July 2018
Salam T4 aka TaTuTuTa aka Tanjakan Tuntun Turunan Takut  (https://www.facebook.com/T4.aka.TaTuTuTa)

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: