Sisi Lain Keindahan Trek Malino – Sulawesi Selatan (Part 1)

Prolog : Mumpung ada hari kejepit libur nasional di hari Kamis 9 Mei 2013 dan kebetulan Alhamdulillah celengan ayam jago lumayan cukup untuk bepergian liburan ke luar kota. Bismillah dengan niat menikmati keindahan alam dan menyambung silaturahmi gue memutuskan untuk memulai acara “Solo Mini Tour de Celebes” di pertengahan bulan Mei ini, mencoba trek di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara hehehehehehe.

Sometime Shitte Happens To Us

Jam masih menunjukkan pukul 11 lebih sedikit ketika gue dan istri tiba di depan terminal keberangkatan 1C tempat dimana loket checkin Citilink yang akan membawa kita ke Makassar.

“Masih cukup banyak waktu untuk checkin,” gumam gue dalam hati sambil mendorong troly mendekati area pemeriksaan X-Ray. Menurut rencana penerbangan Citilink GQ710 adalah pukul 1 lewat 5 menit.
“Ke Makassar bisa checkin disini kan ya mbak,” ujar gue kepada seorang petugas di counter checkin sambil menyodorkan print out tiket. Sang petugas terlihat sedikit bingung sambil menerima tiket tersebut.
“Penerbangan ke Makassar nanti malam pak,” jawabnya sambil membaca isi dari tiket tadi.
“Lho, bukannya jam 1 siang ini”, jawab gue sambil mulai agak was-was.
“Penerbangan bapak bukan jam 1 siang tapi jam 1 malam,” ujarnya lagi setelah lebih teliti membaca isi tiket sang petugas tadi.

Gubrak %@$#!&, mulai makin bertambah was-was aja dech … Gak ngebayang dech kalau harus menunggu di bandara 12 jam lebih. Dan lebih gak ngebayang lagi kalau harus pulang dulu ke rumah di Cikarang.

“Bapak, ternyata penerbangan bapak adalah jam 1 dinihari tanggal 7 Mei tadi pagi, bukan esok pagi,” sambung petugas tadi.

Makin galau gue mendengar penjelasan tadi. Perasaan kesal, marah, lucu semua bercampur aduk. Buru-buru gue pergi ke kantor ticketing untuk menanyakan apakah tiket gue ini bisa di-reschedul ataupun di-refund. Namun jawabannya nihil.

MKS Tickets“Show must go on, gue harus cari tiket penerbangan lain yang bisa membawa gue ke Makassar hari ini juga, dan harus merelakan tiket Citilink + pesanan 3 pax makan siang seharga Rp 1.292.000,-” ujar gue dalam hati.

Toh kalau gue gak terbang ke Makassar malam ini berarti hanya akan menambah kerugian finansial atas biaya penginapan hotel untuk tanggal 7 Mei yang juga sudah gue bayar. Ssetelah tanya sana-sini dan berjalan kaki lumayan jauh ke terminal 1A ahirnya gue mendapatkan tiket Lion Air JT892 untuk penerbangan pukul 15.20.  (lebih tepatnya membeli tiket baru seharga Rp 582.500,- perorang hihihihi)

Sepedahan Adalah Bahasa Universal

Rabu 8 Mei 2013 malam gue dan istri bersilaturahmi sekaligus berkenalan dengan beberapa teman goweser di sebuah kedai kopi di Makassar. Perencanaan acara gowes esok hari adalah salah satu agenda utama obrolan malam ini. Oh iya FYI sebelumnya hanya 1 orang saja yakni Om Troy yang gue sudah kenal sebelumnya diantara teman-teman di Makassar ini. Sambutan sangat hangat dari temen-teman goweser Makassar sungguh sangat berkesan buat gue. Obrolan tentang sepedah seakan mengalir lancar. Dan ternyata uang Jakarta gak laku di Makassar, minuman yang gue, istri, adik, dan istri adik gue pesan semua traktir oleh om Troy hihihihihihi. Thaaanks mate. Disepakati kita akan berkumpul pada pukul 08.00 dengan halaman depan Polsek Malino sebagai meeting point.

IMG_0021rPerjalanan dari hotel menuju Malino di pagi itu hampir 2 jam lebih. Jam 8 pagi lebih sedikit dengan diantar oleh adik yang kebetulan sedang bertugas di Makassar kita tiba di depan kantor Polsek Tinggimoncong Malino (ehh beneran lho… nama daerah ini memang Tinggimoncong). Malino ini kurang lebih seperti area Puncak Ciawi lah dimana banyak terdapat villa dan perkebunan teh. Dan Malino ini sebenarnya sudah masuk ke dalam wilayah Kabupaten Gowa.

Lokasi start gowes berada pada sebuah muka jalan disamping Polsek tadi. Mobil pickup pengangkut sepeda dan mobil yang tadi digunakan untuk mengangkut goweser dari Makassar tadi menurut rencana akan diantar ke lokasi finish oleh supir yang telah biasa mereka disewa. Trek yang dipilihkan untuk gue hari ini bukanlah trek yang paling panjang jaraknya. Dengan pertimbangan waktu dan cuaca ahirnya trek dengan jarak hampir sepanjang 19 KM ini yang kita coba. Total ada 8 goweser yang akan menemani gue menikmati trek Malino ini dan bungkusan makan siang juga sudah dibagikan keseluruh peserta.

Appetizer Yang Sungguh Lezat

IMG_0027rPerjalanan dimulai dengan tanjakan .. yap betul langsung tanjakan hihihihihi. Gak jauh kok, panjang tanjakan beton ini paling juga sekitar 300an meter. Cukup lumayanlah untuk pemanasan paha dan betis. “Hmmmmmm …. Hmmmmmm,” nafas gue terdengar menderu setelah sampai diujung tanjakan ini. Regroup pertama dilakukan di lokasi ini.

Sambil menunggu rekan-rekan lain, dibawah sana gue melihat om Andika sedang berhenti mengambil foto pemandangan persawahan dibelakangnya. Wah sepertinya gue tadi terlalu serius menikmati tanjakan tadi sampai-sampai tidak memperhatikan ada spot bagus untuk juga dinikmati. Buru-buru gue meluncur turun ke bawah untuk menikmati keindahan alam dan gak lupa mendokumentasikannya.

Dari informasi yang diberikan saat briefing sesaat sebelum mulai gowes tadi, sesudah spot tempat kita regroup ini kita akan disajikan dengan turunan … Yes baby !!!! turunan full makadam sepanjang kurang lebih 7 KM !!!!! Whohoooooooooooo

Bersambung ke part 2 (Insya Allah kalau masih ingat storyboardnya hihihihihi)


One comment


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s